
"Aaaaaa!!" Teriak Herman dan Qin bersamaan.
Keduanya terlihat Histeris saat beradu pandang dan seketika melepaskan pelukannya.
*Buuggghhh!!
Sebuah tendangan keras menghantam tubuh Herman hingga lelaki itu terhempas jatuh dari ranjangnya.
"Awwwww!!!" serunya kesakitan
Qinara segera beranjak dari ranjangnya dan menghampiri Herman, "Apa yang kau lakukan padaku semalam!" serunya kemudian memiting lelaki itu.
"Ikan Hiu makan Serigala, emang kamu beneran lupa?" tanya Herman meringis
"Kalau gue inget ngapain gue tanya lo!" seru gadis itu lagi
"Ikan hiu pakai lidah buaya, Dih jangan sampai air susu dibalas air tuba,"
"Maksudnya apa, jangan pantun terus. Jawab yang bener atau gue habisin kumis lo!"
"Astoge, sadis amat Neng. Aku mohon jangan kau cukur kumis ku pintaku padamu sayang,"
"Dih malah nyanyi, buruan jawab!" hardik Qinara
"Iye Neng, gak sabaran amat sih jadi cewek," Herman kemudian menceritakan kejadian semalam kepada Qinara dengan Rinci
Mendengar penuturan Herman, Qinara segera melepaskan lelaki itu.
"Sorry, gue kira lo mau berbuat jahat sama gue makannya gue sedikit kasar sama lo," jawab Qin tak enak hati
"Sedikit apanya banyak tahu, nih bisul di pantat gue sampai pecah gara-gara lo!" sahut Herman memalingkan wajahnya
"Sekali lagi aku minta maaf ya, maaf gak sengaja swear," jawab gadis itu tersenyum manis padanya
"Ikan hiu makan kedondong, kalau mau aku maafin kiss dong,"
Seketika wajah Qinara langsung sinis mendengar ucapan Om Herman.
"Kalau gak mau gak papa kok, aku gak suka maksa orangnya," ucap Om kemudian duduk di tepi ranjangnya.
Qinara segera menyusulnya dan duduk disampingnya.
"Ada apa nih, jangan bilang lo deketin gue mau hajar gue lagi," ucap Om memegangi wajahnya
"Gak kok, aku cuma mau berterimakasih sama kamu," jawabnya sumringah
"Jadi beneran kamu mau kiss aku?" tanya om
Qinara mengangguk pelan sembari tersipu malu.
"Cuma Kiss aja kan?" tanya gadis itu malu-malu
__ADS_1
"Lebih juga boleh," jawab Herman
"Jangan ngelunjak Om,"
"Iya deh, Om terima kamu apa adanya," sahut lelaki itu
Saat Qinara mulai mendekatkan wajahnya, entah kenapa Herman merasakan denyut jantungnya semakin cepat membuat pemuda itu langsung memegangi dadanya.
Mendengar detak jantung Herman membuat Qinara sektika menatap lekat pria dihadapannya.
"Suara apa itu Om?" selidik gadis itu
"Biasalah Neng, Om nervous. Maklum ini pengalaman pertama jadi aku deg-degan gitu. Seperti kata pepatah Kesan pertama begitu menggoda selanjutnya sakarepmu," sahut Om dengan wajah memerah
"Masa sih Om belum pernah ciuman, aku gak percaya deh," ucap Qinara menyangsikan perkataan Herman
"Swear, kalau gak percaya silakan di coba, walaupun Om ini agak sedikit somplak, tapi bibir gue masih suci loh," jawab Herman
Qinara langsung memejamkan matanya membuat Herman tak bisa menahan pesona bibir tipis gadis itu.
"Ada apa sih berisik amat pagi-pagi!" teriak Emak memasuki kamar Herman
Tentu saja Qinara yang kaget segera mendorong tubuh Herman hingga terjungkal ke lantai.
"Awww, pecah lagi deh bisul gue!" pekik Herman kesakitan
Siti begitu terkejut melihat seorang gadis berada di tempat tidur putra semata wayangnya.
"Gak tahu Mak," jawab Herman segera bangun dan berjalan mendekati Siti
"Lah kok gitu, terus dia datang dari kayangan apa dari kuburan?" tanya Siti lagi
"Sembarangan Mak kalau ngomong, masa gadis cantik gini dibilang demit," pungkas Herman
"Kalau gitu jelaskan dong sama emak siapa dia??" tanya Emak yang sudah mencapai level Kepo maksimal.
"Jadi gini ceritanya Mak," Herman kemudian menceritakan alasan dia membawa Qinara ke rumahnya.
"Oh begitu ceritanya," ucap Siti paham
"Lo juga jangan salah paham Qin, gue lakuin ini buat nolong kamu aja kok. Lagipula semalam gue tidur di sofa, kalau gak percaya tanya aja sama Emak," tukas Herman
"Btw kalau soal yang tadi itu murni kecelakaan, tanpa ada unsur kesengajaan sedikitpun," imbuhnya
"Hmmm," jawab Qinara datar
"Emang tadi kalian abis ngapain?" tanya Emak dengan raut wajah penasaran
"Dih Emak kepo?" sahut Herman
"Harus dong, takutnya ada hal-hal yang diinginkan terjadi di rumah ini kan bisa bahaya," jawan Siti
__ADS_1
"Cuma cium kening gak bahaya kan Mak?" tanya Herman
"Bahaya juga kalau keseringan, apalagi kalau yang dicium kening bini orang," jawab Emak melirik kearah Qin
"Astoge amit-amit 9 tanjakan, 8 pengkolan, 7 turunan jangan sampai godain bini orang, takut kena kurma Mak." jawab Herman membuat Qinara tertawa
"Ikan hiu makan kurma, eh si eneng ketawa," ucap Emak membuat Qinara langsung menutup mulutnya
"Kurma enak lagi," sahut Qinara segera beranjak dari ranjangnya
"Btw thanks ya sudah nolongin gue," ucap gadis itu menyunggingkan senyumnya
"Saya pamit pulang ya, makasih sudah boleh menginap di sini," ucap Qinara kemudian mencium punggung tangan Siti
"Buru-buru amat Neng, kenalan aja belom," jawab Siti
"Oh iya maaf aku lupa. Perkenalkan saya Jelita Mak," ucap Qinara memperkenalkan dirinya
"Oh Jelita!" seru Herman dan Siti berbarengan
"Kirain Qinara!" celetuk Herman
"Qinara nama beken saya, nama asliku Jelita Ayu Saraswati,"
"Memang kamu ayu seperti namamu Nduk," jawab Siti
"Makasih Mak,"
"Sama-sama. Mending kamu mandi dulu abis itu sarapan, baru boleh pulang," ucap Siti
"Baik Mak," jawab gadis itu begitu santun
"Kamar mandinya ada di sana," ucap Herman menunjukkan kamar mandinya.
"Sementara nunggu Neng Jeje Mandi, mending kamu bantuin masak emak," ucap Emak segera menggandeng Herman
"Biar Jeje aja yang bikin sarapannya, anggap aja sebagai ucapan terima kasih dari saya," sela Qinara
"Gak enaklah, masa tamu di suruh masak sih. Dimana-mana tamu adalah Raja,"
"Tidak apa-apa kok Emak, anggap aja aku ini bukan tamu tapi anak Emak," sahut gadis itu kemudian bergegas keluar mencari dapur.
"Wah benar-benar menantu idaman," ucap Emak lirih
"Maaf dapaurnya dimana Mak?" tanya gadis itu menghentikan langkahnya
"Lurus aja terus belok kiri, nah pas kamu lihat foto Herman berarti itulah dapurnya," jawab Siti
"Btw kenapa foto Herman di pajang di dapur Mak?" tanya Herman penasaran
"Oh itu, sudah dua hari dapur kita di satroni Tikus. Emak udah kasih jebakan tikus, gak mempan. Kasih obat tikus mulai dari yang sirup, tablet, semprot, herbal bahkan permen juga gak mempan. Eh terus Emak nemu foto kamu dengan kumis khas abang Jampang. Iseng-iseng Emak pajang tuh foto di dinding dapur kali aja ada faedahnya. Eh bener juga setelah di pajang foto lo dimari, gak ada lagi tikus yang datang ke dapur. Semua bahan makanan aman terkendali," jawab Emak disambut gelak tawa Qinara
__ADS_1
"Dih emak jahara, teganya menjadikan foto Herman sebagai pengusir tikus," ucap Herman membuat Siti dan Qinara tak henti-hentinya tertawa.