OM Jangan Gila

OM Jangan Gila
Kiss Om Dong


__ADS_3

Baru beberapa langkah Qinara beranjak meninggalkan tempat itu, tiba-tiba gadis itu merasakan kepalanya berat dan pandangannya mulai kabur.


Kenapa aku jadi pusing, pandanganku juga mulai kabur, jangan-jangan si brengsek ini...ah sial!!


Ia mengucek-ucek matanya agar bisa melihat dengan jelas lagi, namun percuma saja.


"Percuma saja sayang, kamu gak akan bisa pergi kemana-mana malam ini, tanpa aku,_" ujar Indra kemudian segera menggandengnya.


Qinara mencoba melepaskan diri dari genggaman tangan Indra, namun tubuhnya terasa begitu lemah untuk melawan pemuda itu.


Melihat Qinara sudah mulai lemas, Indra segera merangkul gadis itu agar tidak terjatuh.


Ada gurat kesedihan dalam diri Qin saat melihat Indra tersenyum penuh kemenangan menatapnya. Namun harapannya mulai kembali saat melihat Herman berada tak jauh darinya.


Bukankah itu dia, lelaki yang menghajar Indra dan teman-temannya?. Ya Tuhan, semoga dia adalah penyelamat ku,


Seketika gadis itu mengumpulkan sisa-sisa tenaganya untuk bisa meminta bantuan kepada Herman.


Qinara yang masih setengah sadar sengaja menjambak rambut Herman saat melintas melewati Pemuda itu, dengan harapan ia bisa menolongnya.


"Aaarrrggghhhh!!" seru Herman saat gadis itu menarik rambutnya


Herman segera menangkap lengan Qinara dan menatap sekilas gadis itu.


Saat keduanya saling beradu pandang, Qinara segera mengatakan sesuatu padanya meskipun bibirnya sulit untuk di gerakkan.


"Help me,_" Qinara berusaha menggerakkan bibirnya untuk mengucapkan kata itu agar Herman mengerti ucapannya.


Om terus menatapnya mana kala gadis itu tak bergeming menatapnya.


Kenapa kau terlihat gusar, wajah mu seakan menyiratkan kepedihan bercampur kemarahan. Kenapa kau terus menatapku, apa yang ingin kau sampaikan padaku,


Beribu pertanyaan memenuhi isi kepala Herman, membuat pemuda itu tak bisa konsentrasi lagi menyimak obrolan Cang Mamat dengan pelanggannya.


Rasa Penasaran yang begitu besar membuat pemuda itu akhirnya memutuskan untuk mengikuti Qinara dan Indra.


Entah kenapa Herman yang biasanya tidak mau ikut campur dengan urusan orang kali ini begitu kepo melihat tingkah aneh Qinara. Wajah sendu dan kalimat terakhir yang belum bisa ia dengar sepenuhnya membuatnya begitu penasaran dan berusaha untuk mengetahui lebih banyak tentang wanita itu.


Ia menghentikan langkahnya dan segera bersembunyi saat Indra menoleh ke belakang.


Indra segera membuka pintu kamar hotel dan menyeret Qinara masuk bersamanya.


Wanita itu masih berusaha meronta dan mencoba kabur darinya.


"Arrgghhh, dasar jal*ng sialan!" Indra mengerang kesakitan saat Qinara menggigitnya


Gadis itu berusaha kabur, namun Indra dengan cepat menangkap dan menggendongnya masuk ke kamar hotel.


Herman hanya bisa memandang dari kejauhan dan tak bisa berbuat apa-apa, saat Indra membawa masuk gadis itu ke kamar hotel.


Sorry Qin, gue gak bisa nolong lo,


Lelaki itu sedikit kecewa karena tak bisa berbuat apa-apa saat melihat Qinara dibawa masuk oleh Indra ke kamar hotel.


Setibanya di dalam Indra segera melempar Qinara ke atas ranjangnya.


"Aku benar-benar sudah menunggu lama saat ini, aku ingin melihat bagaimana wajah angkuh mu itu takluk di bawah kungkungan ku. Aku juga ingin mendengar suara ******* mu yang manja sayang," ucap Indra menyeringai,

__ADS_1


Lelaki itupun segera menanggalkan pakaiannya dan menghampiri pujaan hatinya.


Dengan nafas yang memburu Indra mencumbu Qinara meskipun gadis itu berusaha menolaknya.


Qinara segera menggigit lidah Indra saat lelaki itu mencium bibirnya.


"Arrgghhh!!"


Saat Indra mengerang kesakitan dan melepaskan kungkungannya, gadis itu segera berlari meninggalkan kamar hotel.


Ia terpaksa melumpuhkan Indra dengan menendang *********** saat pemuda itu berusaha menghentikannya.


Aku yakin kekuatan besar itu akan muncul disaat tak terduga atau saat kita sedang dalam bahaya. Gadis itu terus berlari meninggalkan Indra yang masih mengejarnya. Namun tiba-tiba saja Qinara tumbang saat menuju lift.


*Grep!!


Herman segera menangkap tubuh Qinara yang jatuh pingsan.


Ia segera menggendongnya dan membawa gadis itu masuk kedalam lift dan menutupnya.


"Oii...mau dibawa kemana cewek gue!" seru Indra kemudian menyusulnya


Herman segera mempercepat larinya dan memberikan kunci mobilnya kepada juru parkir hotel.


Tidak lama sebuah mobil sedan terparkir dihadapannya dan seorang juru parkir memberikan kunci mobilnya kepadanya.


Herman segera memindahkan Qinara ke dalam mobil, setelah memasang sabuk pengaman ia segera melesat meninggalkan Hotel.


"Brengsek, siapa sih dia beraninya menganggu rencana ku!" maki Indra


"Hadeeh, mau dibawa kemana nih si Eneng. Mau kerumahnya takut gue disuruh nikahin dia. Ke hotel takut dikira mau macem-macem, dibawa ke rumah aja kali ya, tapi apa nanti kata Emak???" ucap lelaki itu bermonolog


"Sutralah, masalah Emak bisa diurus belakangan, tinggal kasih pancing Kang Dhiv dijamin diem tuh si Emak,"


Herman segera melesatkan mobilnya menuju ke kediamannya di kawasan Jagakarsa.


Lelaki itu segera mengangkat tubuh Qinara dan membawa masuk ke kamarnya.


"Syukurlah Mak udah tidur, jadi aman," ia membaringkan gadis itu ke atas ranjangnya.


"Manis banget sih lo kalau lagi tidur," ucap Herman berdecak kagum.


"Yang akur ya dengan Maria, jangan berantem," ujar Herman. meletakkan guling kesayangannya di samping Qinara.


"Selamat mimpi indah ya Qin," Herman segera menutup pintu kamarnya dan menuju ruang tamu.


Lelaki itu kemudian merebahkan tubuhnya diatas Sofa.


*****************


Matahari mulai menampakkan wajahnya, dan sedikit malu-malu memancarkan bias cahayanya pagi itu.


Seperti sebuah alarm jam, kokok ayam membuat Mak Siti segera bangun dan mengawali pagi dengan rutinitas ala emak-emak.


"Ngapain kamu tidur di sini Tong?" tanya Emak membangunkan Herman


"Di dalam gerah Mak," jawab Herman kemudian kembali meringkuk

__ADS_1


"Kebiasaan nih bocah, susah banget kalau di bangunin. Pindah sono di kamar, Emak mau beres-beres!" seru Siti


Herman segera bangun dan bergegas menuju ke kamarnya.


Semalaman tak memeluk guling kesayangannya membuat lelaki itu begitu merindukan benda itu. Ia segera memeluknya erat.


"Miss you sayang," ucap Herman kemudian menciumnya dan kembali memejamkan matanya.


Tumben aku seperti memeluk Miyabi beneran kali ini, ada kenyal-kenyalnya gitu,


Herman tersenyum sembari terus memeluk erat gulingnya.


Sementara itu Qinara mulai membuka matanya karena gadis itu merasa geli saat kumis Herman menyentuh pipinya.


Tak lama kemudian Herman membuka matanya dan berteriak histeris saat melihat siapa yang dipeluknya.


"Aaaaaa!!" Teriak Herman dan Qin bersamaan.


Keduanya terlihat Histeris saat beradu pandang dan seketika melepaskan pelukannya.


*Buuggghhh!!


Sebuah tendangan keras menghantam tubuh Herman hingga lelaki itu terhempas jatuh dari ranjangnya.


"Awwwww!!!" serunya kesakitan


Qinara segera beranjak dari ranjangnya dan menghampiri Herman, "Apa yang kau lakukan padaku semalam!" serunya kemudian memiting lelaki itu.


"Ikan Hiu makan Serigala, emang kamu beneran lupa?" tanya Herman meringis


"Kalau gue inget ngapain gue tanya lo!" seru gadis itu lagi


"Ikan hiu pakai lidah buaya, Dih jangan sampai air susu dibalas air tuba,"


"Maksudnya apa, jangan pantun terus. Jawab yang bener atau gue habisin kumis lo!"


"Astoge, sadis amat Neng. Aku mohon jangan kau cukur kumis ku pintaku padamu sayang,"


"Dih malah nyanyi, buruan jawab!" hardik Qinara


"Iye Neng, gak sabaran amat sih jadi cewek," Herman kemudian menceritakan kejadian semalam kepada Qinara dengan Rinci


Mendengar penuturan Herman, Qinara segera melepaskan lelaki itu.


"Sorry, gue kira lo mau berbuat jahat sama gue makannya gue sedikit kasar sama lo," jawab Qin tak enak hati


"Sedikit apanya banyak tahu, nih bisul di pantat gue sampai pecah gara-gara lo!" sahut Herman memalingkan wajahnya


"Sekali lagi aku minta maaf ya, maaf gak sengaja swear," jawab gadis itu tersenyum manis padanya


"Ikan hiu makan kedondong, kalau mau aku maafin kiss dong,"


Seketika wajah langsung sinis mendengar ucapan Om Herman.


IKAN HIU BIKIN CENAT-CENUT, SEKIAN DULU TO BE CONTINUED.


Jangan lupa kasih like, komen dan favoritkan ya... LOPE-LOPE 😘😘

__ADS_1


__ADS_2