OM Jangan Gila

OM Jangan Gila
Kejutan Sore


__ADS_3

Sepulang dari Resto HOA HOE BENJO, Siti terus menangis hingga air matanya mengering.


"Sudahlah Mak, jangan nangis terus. Yang lalu biarlah berlalu, mati satu cari pacar baru," tutur Herman menasihatinya.


"Gak bisa Neng, teori itu mudah tapi mempraktikkannya itu sulit. Emak sudah mencoba mengikhlaskannya tapi belum bisa," jawab Siti


"Lagipula meskipun bang Bri itu Buaya tapi tetap saja emak masih cinta. Dia terlalu romantis untuk di lupakan, terlalu banyak kenangan hingga susah hati ini untuk mengikhlaskan," imbuhnya


"Tetap saja mak, buat apa romantis tapi selalu bikin hati miris. Lagipula Kenangan memang tercipta untuk dilupakan bukan di pendam." sahut Herman


"Huaaaa, kenangan manis sulit dilupakan," ucap Siti sembari terisak


"Ikan hiu makan mie samyang, terserah emak aja yang penting emak senang," sahut Herman


"Kamu mau kemana tong?" tanya Siti


"Ikan gabus makan bakso, mau cari duda bertato." jawab Herman


"Kok duda bertato serem donk?"


"Gak semuanya yang bertato itu menyeramkan. Tergantung tatonya juga,"


"Iya sih, tapi aku belum siap untuk membuka hati lagi," sahut Siti


"Yaudah tutup aja dulu Mak, buka lagi pas menjelang lebaran,"


"Dih emang Emak toko pakaian!" cibir Siti langsung di sambut tawa Herman


Seketika keduanya langsung terdiam mendengar bunyi bel rumahnya berdering.


"Kira-kira siapa Mak yang datang?" tanya Herman


"Paling Bang Bri ngajak balikan lagi," sahut Emak


"So, bukain gak nih?" tanya Herman


"Bukain aja deh, tapi bilang aja Emak lagi hang out ke Pasir Kaliki," sahut Siti


"Ngapain ke sana Mak?"


"Ngapelin Kang Panci," sahut Siti


"Dih, jauh amat beli panci sampai ke Pasir Kaliki, gak sekalian ke Suka Miskin mak?"


"Emang emak koruptor apa, dasar sue lo!" cibir Siti


"Koruptor ( Korban Rayuan pria bermotor) wkwkwkwk,"


"Dih sue, buruan bukain pintu!"


"Iya Mak, gak sabar amat pengin ketemuan sama Om Bri buaya karatan," celetuk Herman segera bergegas membukakan pintu.


Pemuda itu hanya bisa menarik nafas panjang saat melihat lelaki yang berdiri didepan pintu rumahnya.

__ADS_1


"Ikan hiu makan sapi, ada perlu apa kang panci datang kemari?" sapa Herman


"Beli panci ke pulau Bali, saya datang kemari untuk bertemu Neng Siti," jawab Dhiv


"Jauh amat belinya, emang di Jakarta gak ada Kang?"


"Bukan panci sembarang panci, panci kualitas terbaik hanya ada di bali. Bukan maksud hati mengganggu Neng Siti, tapi aku datang karena panggilan hati,"


"Dih panggilan hati, emang siapa yang manggil?"


"Beli baju ke pasar Cikini, tentu saja panggilan dari sang pujaan hati,"


"Dih alay!" sahut Herman


"Siapa yang datang tong!" seru Siti


"Kang panci!" sahut Herman


"Bang Dhiv, beneran dia yang datang??" Siti segera merapikan penampilannya dan bergegas keluar menemui tamunya.


"Jalan-jalan ke Cisarua, jangan lupa beli kemeja. Duhai Neng Siti yang jelita, bagaimana kabarnya?" sapanya begitu ramah


"Alhamdulillah Siti jauh lebih baik setelah Akang datang,"


"Emangnya Neng kenapa?" tanya Dhiv


"Siti lagi patah hati," jawabnya singkat


"Siapa yang berani bikin Neng patah hati, sini mojok biar Akang dengerin curcolnya Eneng," sahut Dhiv mengajak wanita itu duduk di beranda rumah.


"Sekarang saatnya kita Ngopi ( Ngobrol Bareng pujaan hati)," ucap Dhiv


"Hueeekkk!" cibir Herman


"Seperti ada suara kucing muntah Neng," ujar Dhiv


"Abaikan saja, biasa kucingpun suka cemburu kalau melihat kedekatan kita," sahut Siti kemudian menjulurkan lidahnya ke arah Herman


"Tadi aja katanya susah move on, giliran lihat yang klimis dikit aja langsung berpaling, dasar wanita emang susah ditebak!" ucap Herman kemudian melangkah masuk ke kamarnya.


Matanya seketika melotot saat melihat jam dinding di kamarnya.


"Astoge, hampir aja lupa mau jemput Qinara," Herman segera ganti baju dan bergegas keluar


"Mak Herman mau pergi dulu ya," ucapnya mencium punggung tangan Siti


"Mau kemana emang?"


"Mau jemput gebetan dong Mak, masa gue kalah sama emak yang punya dua gacoan," jawab Herman


"Yaudah semangka, semoga kali ini kamu tak di tinggalkan lagi," jawab Siti


"Doain aja mak, semoga Herman berjodoh dengan gebetan yang sekarang,"

__ADS_1


"Aamiin, jangan lupa cium tangan sama calon Abah Dhiv," ucap Siti menahan tawanya


"Gak ah, takut gagal lagi kalau Herman cium tangannya."


"Dasar anak Durhakim, teganya doain emak begitu,"


"Sorry Mak, Herman kan realistis, gue gak mau lihat emak patah hati lagi gara-gara si berondong kelimis," sahut Herman


"Ikan duyung main ke Jakarta, jangan menyamakan aku dengan dia, jelaslah gue pasti beda!" sahut Dhiv


"Moga aja Bor, Ikan Sepat nyemplung ke panci, ikan hiu makan kudapan, awas aja lo bikin emak gue nangis lagi, gue sumpahin jomblo sampai bangkotan," ucap Herman


"Ikan Teri makan Ayam Teriaki, trust me gue bakal bahagiain neng Siti,"


"Unncchh Abang, Neng jadi terhura," ucap Siti hendak memeluknya


"Ikan hiu makan tempura, ingat mak jaga jarak lagi corona," ucap Herman kemudian berlari pergi


"Dasar sue, Iri bilang Tong!" seru Siti


Herman hanya tertawa dan menyalakan motornya.


"Ikan Piranha makan sate madura, makannya paling enak pakai sambal petis. Assalamualaikum emak jangan lupa pakai maskerya, biar gak ketularan bengek alias bronkitis, hahahaha!" seru ga kemudian melesat pergi meninggalkan Griya Si Pitung


Hanya butuh waktu dua puluh lima menit Herman sudah tiba di depan Mall Blok M.


Tidak lama kemudian Qinara keluar bersama teman-temannya. Herman segera melambaikan tangannya kearah gadis itu.


Qinara segera membalas lambaian tangannya sembari tersenyum simpul padanya.


"Wah gebetan baru nih, emangnya lo udah berhasil putus sama si Indra?" tanya teman Qinara


"Dia bukan gebetan gue," jawabnya singkat


"Teman tapi Mesra apa Friendship with benefits?"


"Calon suami gue," sahut Qinara tersenyum tipis menatapnya


Gadis itu begitu terkejut mendengar jawaban Qinara.


"Yang bener saja, masa lo rela melepaskan Crazy Rich seganteng Indra hanya demi seorang Om-om berkumis yang tak punya apa-apa," sahut gadis itu


"Kata siapa, asal lo tahu aja, motor butut yang ia pakai adalah motor termahal yaitu NORTON buatan tahun 1952 dan hanya ada beberapa unit di Indonesia. Satu lagi...asal lo tahu Herman adalah Crazy Rich Jagakarsa. Selain kaya dia juga baik hati, so apalagi yang membuat gue gak jatuh hati sama anak Raja Batubara dari Makasar," sahut Qinara kemudian melengos pergi.


"Masa sih," ucap gadis itu tidak percaya


"Gue harus kabari Raja, lumayan juga kan dapat komisi sebagai lambe lamis," imbuhnya kemudian segera mengambil ponselnya.


Laporkan saja sama Indra, biar dia tahu kalau gue sudah bisa move on dari dia,


Qinara kemuy menghampiri Herman dan sengaja memeluknya.


"Bujug, ada angin apa nih tiba-tiba dapat pelukan hangat dari seorang Qinara," ucap Herman masih mengangkat tangannya.

__ADS_1


Jujurly pria itu begitu bahagia saat Qinara seketika memeluknya erat. Ada rasa ragu saat ia akan melingkarkan tangannya ke tubuh gadis itu. Denyut jantungnya berdegup dua kali lebih cepat saat merasakan hangat pelukan sang pujaan Hati.


Tak bisa di pungkiri meskipun ia sempat gemetaran, namun disisi lain ia begitu bahagia karena dirinya semakin yakin jika Qinara perlahan membuka hati untuknya.


__ADS_2