OM Jangan Gila

OM Jangan Gila
Kejutan


__ADS_3

"Kenapa harus dia, apa tidak ada lagi kandidat lainnya,"


"Hanya dia yang terbaik sejauh ini, analisisnya selalu akurat dan tidak pernah meleset, aku yakin kita bisa memanfaatkannya,"


"Tapi Nisa sudah lama meninggalkan profesinya sebagai trader, apalagi aku dengar dia mengalami depresi pasca ditinggalkan oleh kekasihnya,"


"Bagi orang yang mahir bersepeda pasti akan bisa mengendarainya meskipun ia sudah lama tak menaikinya bukan??"


"Baiklah aku akan menghubunginya dan meminta dia datang besok,"


********


Pagi itu Nisa terlihat begitu bersemangat, ia begitu antusias saat memilih pakaian mana yang akan digunakannya untuk menghadiri pertemuan dengan para trader yang merupakan reuni baginya.


Bagaimana tidak, Sahila Khoirun Nisa adalah seorang master trader terbaik sebelum ia memilih berhenti menjadi seorang trader setelah kekasihnya meninggal. Rasa depresi dan kesedihan mendalam membuatnya memilih untuk menenangkan diri dan menutup diri dari semua kesibukannya.


Bukan tanpa alasan jika Nisa yang sudah memutuskan untuk berhenti menjadi trader, mengiyakan saat seorang mengajaknya kembali bergabung dalam komunitas trader forex dan mengundangnya untuk hadir dalam pemilihan master forex.


Gadis itu menarik nafas panjang saat tiba di depan hotel. Ia mengumpulkan keberanian dulu sebelum melangkah masuk kedalam hotel.


"Nisa??"


Herman terkejut saat melihat Nisa berjalan memasuki lift.


Nagapain dia kesini??.


Karena penasaran Herman buru-buru menyusulnya memasukinya lift.


"Kamu Nisa bukan?" tanyanya memastikan


Gadis itu hanya mengangguk pelan dengan ekspresi datar.


"Kamu sendirian?" tanya Herman lagi


Lagi-lagi Nisa hanya mengangguk tanpa menjawab.


"Memangnya ada perlu apa kamu ke sini sendirian, kalau butuh bantuan katakan saja, aku pasti bantu kamu," ucap Herman


Lagi-lagi gadis itu tak menjawab pertanyaan Herman, ia lebih memilih diam hingga membuat pemuda itu makin penasaran.


Bagaimanapun ia khawatir dengan Nisa yang masih depresi. Ia khawatir gadis itu kabur dari rumahnya hingga terus mengikutinya. Entah kenapa ia begitu peduli padanya apalagi setelah mendengar cerita dari Zahra. Tapi yang membuatnya semakin penasaran dengan gadis itu adalah ekspresi wajahnya yang berubah penuh dendam.


Tidak ada lagi raut wajah gusar apalagi sendu seperti saat ia pertama kali bertemu dengannya.


Nisa menoleh kebelakang saat Herman terus membuntutinya.

__ADS_1


"Kamu gak usah khawatir, aku tidak akan melakukan hal-hal konyol di sini, aku hanya ingin menemui seseorang saja," jawab Nisa membuat Herman tercengang


Siapa, apa dia kekasihnya yang meninggalkannya?


Herman semakin khawatir setelah mendengar ucapan Nisa, ia takut gadis itu akan membalas dendam kepada mantan kekasihnya.


Herman semakin tercengang saat melihat Nisa masuk ke ballroom hotel tempat dimana para trader berkumpul.


Apa mantannya seorang trader??.


Seorang lelaki tampan segera berdiri dan menyambut kedatangan Nisa.


Lelaki itu kemudian mempersilakan wanita itu duduk di sampingnya.


"Siapa dia??" tanya Qin kepada Yuda


Yuda yang terkejut dengan kedatangan gadis itu segera beranjak dari duduknya dan menghampiri Nisa.


"Maaf, kursi ini hanya untuk para master jadi silakan duduk pindah ke kursi yang sudah disediakan untuk para anggota," ucap Yuda


Nisa menatap sejenak pemuda itu sebelum beranjak dari duduknya.


Namun lelaki yang disampingnya segera menahannya saat gadis itu akan meninggalkan kursinya.


"Baiklah, kita lihat saja, apa dia masih bisa menganalisa dengan tepat setelah ditinggal kekasihnya," sindir Yuda


Nisa hanya diam dengan ekspresi datar, gadis itu tidak menyaut apalagi menanggapi ucapan sinis Yuda yang merendahkannya.


Melihat Yuda yang mengintimidasi Nisa membuat Herman benar-benar geram, dan menghampirinya.


"Dimanapun berlian berada ia akan selalu bersinar terang, tak peduli di tempat kotor bahkan ia akan tetap bersinar dan memukau orang-orang dengan kilaunya. So kamu tidak keberatan kan duduk bersama trader biasa seperti diriku," ucap Herman mengulurkan tangannya


Nisa segera meraih jemari Herman dan berjalan di sampingnya.


"Memang kau lebih pantas duduk bersama para pengemis signal seperti mereka!" cibir Yuda


Herman langsung mengepalkan tangannya saat mendengar hinaan lelaki itu, saat ia akan membalikkan badannya Nisa langsung menahannya dan menenangkan pemuda itu.


Ia hanya tersenyum sambil menepuk-nepuk bahu Herman hingga membuat pemuda itu mengurungkan niatnya untuk menghajar Yuda.


"Ikan hiu makan roti buaya, eh gadis berkerudung biru siapa namanya?" ucap Raja menyapa gadis itu


"Nisa," jawab gadis itu datar


"Wah lo tahu aja kalau ada cewek cantik, langsung main tarik aja tanpa memikirkan jiwa jomblo ku yang meronta-ronta," ucap Raja membuat Nisa tertawa

__ADS_1


"Ish, jangan ngegembel sama Nisa, cari aja cewek lain sana!" cibir Herman


"Tumben wafer lo, biasanya juga sans aja kalau gue gombalin cewek lo," sahut Raja


"Ish, dah jangan kepo. Berikan kesempatan pada yang lebih tua," ucap Deddy menengahi keduanya


"Sue lo Ded, kirain mau bela gue eh malah ngatain gue!" sahut Herman


"Wkwkwkwk, sorry Man, gue orangnya gak bisa berdusta, biar tidak ada yang terluka diantara kita eaaa,"


"Eaaaa," sahut Raja terpingkal-pingkal melihat wajah cemberut Herman


Ketiganya seketika berhenti tertawa saat host mulai membuka acara.


Ketiganya tampak antusias mendengarkan presentasi dari masing kandidat master.


Tidak lupa mereka juga menyalin signal dari para master dan mulai trading bersama untuk melihat siapa yang memiliki analisis paling tepat siang itu.


Semua trader dibuat tercengang saat terjadi floating harga emas yang naik signifikan diluar dugaan.


Banyak dari para trader yang dibuat stres dengan pergolakan pasar yang tak terkendali hingga membuat banyak trader yang mengalami MC ( Margin call yaitu peringatan dari broker kepada investor untuk menambah modal).


Saat situasi semakin memanas dan para master tidak bisa memberikan solusi, Nisa kemudian mengambil laptop Herman dan membawanya ke depan.


Gadis itu dengan berani mengambil alih meja presentasi dan mengambil pengeras suara dari sang Pemandu acara.


Saat beberapa orang sekuriti hendak mengamankannya maka Yuda dengan sinis mempersilakan gadis itu untuk memberikan paparan singkatnya.


"Kita lihat saja, apa wanita gila ini bisa memberikan signal lebih baik dariku??"


Tanpa menghiraukan ucapan Yuda Nisa segera melakukan analisis yang di depan para trader. Dengan lugas gadis itu memberikan paparan yang membuat semua trader tercengang. Yang lebih menyenangkan lagi adalah saat semua trader melihat semua layar mulai membiru saat mengikuti signal dari Nisa.


"Wah Luar Biasa!!" seru Deddy


"Benar-benar master trader sejati," ucap Raja memujinya


Tentu saja Yuda menjadi geram saat para trader mengelu-elukannya.


"Sial, bagaimana gadis gila itu bisa menganalisa dengan tepat," keluhnya dengan ekspresi kesal


"Tidak ada trader lain yang bisa menyamai kemampuan analisisnya, so siapa yang layak jadi master trader kalian!" seru seorang master membuat semua trader bersama-sama menyerukan nama Nisa.


"Nisa!!"


"Sial!" pekik Yuda kemudian meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2