OM Jangan Gila

OM Jangan Gila
GALAU


__ADS_3

Para Trader muda terlihat berkumpul di sebuah ballroom hotel berbintang lima. Indra begitu percaya diri mengangkat kepalanya ketika memasuki ruangan itu.


Semua mata menatap kearahnya, membuat lelaki itu semakin besar kepala.


Sekarang kau bisa lihat Qin, bagaimana aku terus survive tanpa lo. Dan gue pastikan lo bakal nyesel karena sudah mencampakkan gue.


Indra terus menatap lekat kearah Qinara yang duduk berdampingan dengan Herman.


*Buuuggghhh!!


*Gubrak!!


Seketika semuanya tertawa saat melihat Indra terjatuh saat menuruni tangga.


"Ikan sepat makan kue bola, Aduh kasian Bang Indra, pasti sakit ya!" ejek Raja


"Makan roti enaknya pakai susu!"


"Cakep!"


"Makannya kalau jalan jangan Meleng Mulu, nyugsep kan lo wkwkwkw!" imbuh Deddy disambut gelak tawa yang lainnya


"Sok-sokan sih jadi gitu deh, kena kurma," umpat Raja lagi


"Ish gak boleh gitu, justru orang yang sedang kena musibah harus kita tolingin, bukan di syukurin," sahut Herman

__ADS_1


"Wah mulia sekali hatimu anak muda, akh sampai trenyuh mendengarnya," ucap Deddy


"Thanks Ded,"


Herman kemudian bergegas menghampiri Indra dan membantu memapahnya.


"Thanks Bro," ujar Indra


"Lo baik-baik aja kan?" tanya Herman


"Alhamdulillah baik, hanya hati gue yang gak baik," sahut Indra


"Yes I know, udin ikhlaskan saja Qinara buat gue. Lagipula kalau jodoh gak akan kemana kan. Ibarat kata pepatah, kalau ada sumur diladang bolehlah kita menumpang mandi, kalaulah Neng Qinara bukan jodoh bang Indra sudah pasti jodohnya Herman sang pecinta sejati eaaa," jawab Herman


"Dih bukannya kasih empati malah gitu," gerutu Indra


"Cakep, tapi awas nih kalau ujungnya gak enakin gue," potong Indra


"Dengerin dulu bro belum kelar ini," jawab Herman


"yaudah Lanjut,"


"Beribu bintang yang ada di langit, hanya satu yang bercahaya, beribu-ribu cewek cantik di kota Jakarta, so jangan terus mengharapkan neng Qinara,"


"Tapi cintaku dah mentok sama dia Bro, susah buat move on,"

__ADS_1


"Belokin lah, mentok lama-lama bisa benjol loh. Apa perlu gue bantu lo buat dapetin pengganti Neng Qinara, atau kita ke dukun saja biar lo cepet move on dari neng Jelita?" sahut Herman


"Dih ogah banget, gue mah orangnya anti sama perdukunan, kecuali kalau kepepet," jawab Indra membuat Herman teryawa


"Sue, itumah sama saja dudul. Dahlah gue mau kembali bersanding dengan sang pujaan hati. Jan iri ya Bro," ucap Herman berpamitan


"Ya Allah sakit banget lihat lo sama Qin, tega amat sih lo Herman!" ucap Indra lirih


Acara kemudian dimulai dan semua trader menantikan sang Master baru yang akan menjadi Narasumber sekaligus mahaguru yang akan memberikan ilmunya kepada mereka.


"Deg-degan gue, kira-kira siapa ya suhu kita yang baru," ucap Qinara


"Paling dia lagi," sahut Herman


"Gak mungkin, Indra sudah dilengserkan," jawab Qin


"Kok bisa??" tanya Raja


"Biasalah, semuanya tergantung tingkat kesuksesan dan juga prediksi terkuat," jawab Qin


"Kasian sekali si Indra sudah jatuh tertimpa Mercon pula, gosong kan tuh," sahut Raja


"Yah begitulah hidup, kadang kita diatas kadang kita dibawah. Seperti roda yang berputar, untuk itulah kita perlu mensyukuri setiap nikmat yang Allah berikan kepada kita. Karena kita tidak tahu kapan nikmat itu akan diambil lagi dari kita, betul tidak?" tanya Herman


"Tidaaakkk!!"

__ADS_1


"Dih Sue!" cibir Herman


__ADS_2