
Indra tersenyum bahagia saat mendengar jika anak buahnya berhasil menemukan informasi tentang Herman.
"Wah tidak ku sangka jika dia benar-benar konglomerat, pantas saja Qinara mendekatinya dan meninggalkan aku. Ternyata ada ikan yang lebih besar rupanya," ucapnya menyeringai
"Aku bersumpah tidak akan membiarkan gadis itu Bahagia karena telah mencampakkan aku, lelaki yang sudah membantunya selama ini. Kau pikir siapa dirimu tanpa aku Jelita?"
**************
Seumur hidup baru kali ini ada lelaki yang memperlakukan aku begitu manis.
Qinara tersenyum-senyum sendiri mengingat perlakukan Herman padanya sore tadi.
Apa aku mulai menyukainya??. Ah tidak boleh, ingat Qin lo gak boleh jatuh cinta padanya. Kamu harus mendapatkan sesuatu yang selama ini kau perjuangkan dengan gigih..
Tidak lama kemudian gadis itu mulai memejamkan matanya.
*Tok, tok, tok!!
Baru saja ia terlelap sejenak, tiba-tiba terdengar suara pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.
"Eh sudah pagi ternyata,"
Qinara segera beranjak dari ranjangnya dan membuka pintu kamarnya.
Di depan pintu terlihat Herman tersenyum simpul sembari membawa bucket mawar merah.
__ADS_1
"Ah....om membuat aku kaget saja," jawabnya sembari menggaruk-garuk kepalanya
"Kenapa kaget Neng?" tanya Herman
"Gak papa sih, cuma kaget aja lihat Om pagi-pagi sudah ganteng, bawa bucket mawar lagi, emangnya ada apa Om?" tanya Qinara bertanya-tanya ada apa gerangan lelaki itu pagi-pagi buta sudah membangunkannya.
"Ikan hiu makan nasi sebakul, Neng Qinara I Love you Full!" seru Herman memberikan bucket mawar merah padanya.
Qinara begitu terkejut saat Herman menyatakan perasaannya pagi itu.
"Ikan hiu makan getuk Sokaraja, btw ini cius apa prank aja?" sahut Qinara
"Burung Dara begitu elok bulunya, ya serius dong Neng Qinara. Masa sih hati kok dimain-mainin," sahut Herman
"Aku kira Om becanda, abis masih pagi buta sudah nyatakan cinta kan jadi shock Qinara, mana nyawa belum ngumpul lagi,"
"Iya Om, makasih atas semua kebaikan Om selama ini, tapi maaf Qin masih belum bisa menjawab sekarang. Ada hati yang perlu ditata, ada rasa yang belum terbiasa, Insya Allah jika sudah waktunya gue pasti akan menjawabnya. Karena Qin gak bisa gegabah memberikan jawaban karena ini menyangkut hati. Untuk apa mendapatkan kebahagiaan semu namun akhirnya berpisah hanya karena salah menerka isi hati. Lebih baik sejenak menunggu untuk memantapkan hati agar bisa tahu apa benar Om lelaki yang selama ini Jelita cari,"
"Ikan Hiu minum soda gembira, aduh Neng Qinara kata-kata mu bikin gue makin cinta aja," sahut Herman
"Btw kamu tak perlu menjawabnya sekarang Qin, jangan terlalu terbebani. Aku hanya ingin menyampaikan perasaan ku saja. Karena cinta itu seperti kentut, dinyatakan bikin malu apalagi kalau di tolak. Tapi kalau dipendam malah bikin sakit perut, so aku nyatakan saja hari ini, karena aku gak kuat Qin. Mules!" imbuh Herman membuat Qinara terkekeh seketika
"Hahaha, dasar Om Gila!" seru Qinara.
*************
__ADS_1
Sementara itu Qinara begitu kesal saat ia tahu pihak mall memutuskan hubungan kerja dengannya.
Ia menerima surat pemberhentian kontrak kerja dari pihak HRD.
"Sebenarnya ada apa sih Pak, kok sampai kontrak kerja saya tidak diperpanjang," tanya Qinara menemui pihak HRD
"Kami terpaksa mengurangi karyawan untuk mengurangi pengeluaran agar mall ini bisa terus survive dan bangkit dari keterpurukan,"
"Lalu kenapa hanya saya yang tidak diperpanjang pak, why??, apa saya ada salah??" tanya Qinara
"Maaf, kalau soal itu tanyakan saja pada BOS besar, karena dia yang memberikan keputusan ini," jawab Kepala HRD
Qinara terpaksa kembali pulang dengan perasaan kecewa.
Bukan hanya di tempat kerja, ia juga mendapati beberapa komentar miring tentang dirinya di media sosialnya.
"Ada apa sih hari ini, kenapa semuanya menyudutkan gue!" ucapnya terisak.
Gadis itu hanya bisa mengeluarkan isi hatinya dibawah pohon mangga seorang diri.
"Bagaimana jika Herman percaya dengan semua berita ini, apa dia juga akan menuduhku sebagai seorang parasit. Yang hanya menempel untuk mendapatkan sesuatu darinya. Kalau sudah begini bagaimana aku bisa kembali ke rumah itu. Aku sudah tidak punya nyali untuk menemuinya,"
"Kenapa kau tidak kembali saja, toh aku tidak akan pernah percaya begitu saja terhadap semua berita hoax tentang dirimu. Apapun kata mereka aku yakin kau bukan wanita seperti itu. Dan misalkan itu benarpun aku tidak akan pernah menyalahkan dirimu, dan perasaan ku tidak akan pernah berubah padamu," ujar Herman membuka kedua tangannya
Dan seketika Qinara menghambur kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Thanks Om,"