OM Jangan Gila

OM Jangan Gila
Menolong Sang Queen


__ADS_3

"Ikan hiu makan kue bolu, Neng Qinara gimana kabarmu?" tanya Raja dengan senyum khasnya


"Alhamdulillah baik, thanks Ja udah jengukin gue. Makasih juga Om udah mau datang kesini," jawab gadis itu datar


"Lo yang sabar ya Neng, Abang janji bakal siapin pengacara terbaik di Jakarta buat bantuin Lo," ucap Raja mencoba menguatkan Qinara


"Gak usah Ja, gue udah nyiapin pengacara juga kok," jawab Qinara tersenyum tipis


"Yaudah kalau gitu gue bantu doa aja," sahut Herman


"Iya Om, makasih,"


"Wait ya Qin, pengacara gue lagi otw kemari," ucap Raja beranjak dari duduknya


"Gak perlu repot-repot ngurusin cewek orang, karena gue udah siapin pengacara Kondang untuk membebaskan cewek gue!" seru Indra menahan langkah Raja.


Pemuda itu datang bersama seorang pengacara yang sudah tak asing lagi bagi warga Ibukota.


"Sorry Ndra, gue udah punya pengacara sendiri. So gue gak butuh bantuan lo," ucap Qin menolaknya dengan halus


"Yakin lo gak butuh bantuan gue??. Inget Jelita, kasus lo ini berat, lo bisa mendekam di sini seumur hidup dan juga dimiskinkan karena selain terlibat judi online lo juga di dakwa kasus penipuan, so jangan terlalu percaya diri cantik. Karena yang menggugat lo bukan satu dua orang, tapi ribuan trader yang sudah lo tipu," sahut Indra menyeringai


Qinara benar-benar muak melihat wajah Indra yang sok baik di depannya. Wanita itu segera melepaskan tinjunya ke wajah Indra hingga lelaki itu langsung menjerit kesakitan


"Awww, dasar cewek binal!" seru Indra memegangi pipinya


"Masih untung gue peduli sama lo, coba kalau gue cuek sama lo, gue pastiin lo membusuk di bui dengan kesombongan lo itu!" imbuhnya kemudian pergi meninggalkan gadis itu bersama pengacaranya.


"Sorry guys, kalian harus lihat kejadian gak menyenangkan ini. anyway thanks sudah care sama gue, maaf kalau gue gak bisa lama-lama nemenin kalian karena banyak yang harus aku pikirkan untuk menyelesaikan masalah ini," ujar Qinara kemudian pamit meninggalkan Raja dan Herman.


"Sama-sama Qin, ikan hiu makan Silverqueen, yang sabar ya my queen," ucap Raja melambaikan tangannya


"Ikan ****** naik ke dada, papay Neng Jelita," sahut Herman


"Astoge gelay ngebayangin ikan ****** naik ke dada, jadi pengen!" celetuk Raja


"Dasar mesum, untung iman gue kuat jadi paling suka main sabun doang," sahut Herman disambut gelak tawa Raja.


"Wkwkwkwkw, nasib jones hanya bisa main sabun di kamar mandi," goda Raja


"Ikan hiu makan sekuteng, serah apa kata Lo yg penting gue tetep ganteng,"


"Iye, Lo emang paling ganteng Man,"


"Nah gitu dong, seratus buat lo, sejuta buat gue,"


"Btw, Qinara itu bener-bener keren ya, makin cinta gue sama dia." ujar Raja


"Jangan macem-macem deh Ja, Lo gak liat tadi lakinya kek mana. Jangan cari masalah sama si Indra, masih banyak cewek-cewek cantik di luar sana so jauhi Qinara biar gue aja yang pedekate sama dia," jawab Herman


"Dih najong, kirain larang gue deket Qinara karena peduli sama gue eh ternyata lo malah mau nikung Qinara, Herman gue sama lo. Dasar pagar makan tanaman!" cibir Raja


"Hahahaha!!" Herman tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan raja.


"Kenapa ketawa emang ada yang lucu," cibir Raja


"Ikan hiu naik menara, pagar makan tanaman lagi tren Ja wkwkwkwk,"


"Ikan hiu makan bakwan, biarin aja yg nikung Qinara ku doain kutuan," sahut Raja


"Hahahaha, biarkan kutuan asal sama Neng Jelita, gue rela," jawab Herman terkekeh

__ADS_1


***********


La Fiesta Kafe Kemang.


"Dasar cewek sialan, udah di bui masih aja sombong!" seru Indra mengeluarkan unek-uneknya


"Lagian lo ngapain sih masih bucin sama Qinara, masih banyak kali cewek-cewek yang lebih cantik dari dia yang tergila-gila sama lo." sahut seorang sahabat Indra


"Entahlah Sam, Qinara itu unik dan aku gak bisa melepaskan dia. Dia memiliki pesona yang tidak dimiliki cewek lainnya, hingga membuat aku susah move on dari dia," sahut Indra.


"Itu bukan cinta Ndra, tapi obsesi," jawab Sam kemudian melemparkan sebungkus rokok kepadanya.


"Bodo amat, gue gak peduli. Yang penting apapun akan gue lakuin demi mendapatkan Jelita. Btw gue kayaknya harus kasih pelajaran tuh dua cowok yang coba deketin Qin deh, aku takut jika mereka terlalu deket dengannya Qinara akan luluh hatinya,"


"Jangan terlalu possesif gitu Ndra, gue tahu Qin itu cewek seperti apa. Dia bukan tipe cewek yang mudah membuka hatinya kepada pria yang baru dikenalnya," jawab Sam


"Tapi setegar-tegarnya karang pasti akan retak juga jika terus ditetesi air bukan??" ucap Indra menyunggingkan senyumnya


"Terserah lo aja Ndra,"


**********


Lapas wanita Pondok Bambu


Qinara berjalan pelan menemui seseorang yang menjenguknya.


Siapa lagi sih yang datang,


Wajahnya menerawang memprediksi siapa yang datang mengunjunginya.


Seketika senyumnya mengembang saat melihat seorang pemuda menunggunya di ruang khusus.


"Apa kabar Je?" tanya pemuda itu sumringah


"I'm bad," jawabnya muram


Pemuda itu segera memeluk Qinara untuk menguatkannya.


"Semuanya akan segera berakhir, yakinlah akan ada pelangi setelah hujan," bisik lelaki itu


"Bagaimana kalau hujannya tak kunjung reda?" tanya Qinara berkaca-kaca


"Maka nikmatilah hujan itu, sesekali kau juga boleh mandi hujan, toh hal itu juga menyenangkan," jawabnya kemudian mengusap lembut air mata Qinara


"Thanks Abang, emang cuma kamu yang paling ngertiin gue," jawab Qinara merasa lega


"Jadi ada kabar apa Bang?" tanya gadis itu lagi


"Aku sudah tahu kenapa lo sampai di masuk kesini," jawab lelaki itu


"Apa itu Bang?" tanya gadis itu begitu penasaran


"Sepertinya ada yang sengaja menjadikan dirimu sebagai kambing hitam." jawabnya menghela nafas


"Maksudnya??"


"Ada trader tertentu yang tidak suka dengan dirimu, ia sengaja menyebarkan hoax tentang penipuan signal yang kau kirim kepada para member mu."


"Sial, apa buktinya aku menipu mereka??" tanya Qinara


"Mereka sengaja mengajak para followersmu trading bareng dan memperlihatkan signal berbeda-beda dari broker yang sama,"

__ADS_1


"Hahahaha," Qinara hanya tertawa mendengar penjelasan lelaki itu


"Dasar bodoh, mana ada signal forex bisa dimanipulasi, kecuali judi online di aplikasi sebelah baru gue percaya," sahut Qinara


"Itulah sebabnya kita harus menyelidiki, siapa trader culas itu,"


"Kalau bisa gue minta tolong sama Abang buat cari tahu siapa dia, please bantu gue bang?" ucap Qinara penuh harap


"Aku tidak bisa Qin, mereka pasti gak akan mengajak aku untuk trading bareng, apalagi dia tau gue temen deket lo. Mereka biasanya mencari mangsa trader-trader pemula atau yang belum mereka kenal. Sebaiknya minta tolong saja sama folloewrs kamu,"


Qinara terdiam sejenak mencari siapa yang bisa membantunya kali ini.


Senyumnya seketika mengembang saat gadis itu teringat dengan Herman dan juga Raja.


"Sepertinya aku tahu siapa yang bisa membantuku," sahut Qinara


"Siapa??" tanya lelaki itu


Qinara kemudian memberitahu pemuda itu tentang Herman dan Raja. Ia juga memberikan alamat dan nomor ponsel kedua pria itu pada sahabatnya.


"Semoga mereka bisa membantumu Qin," ucap pemuda itu sebelum meninggalkan Qinara


"Aamiin,"


Tidak lama Lelaki itu segera menghubungi Raja dan Herman dan mengajak kedua pria itu bertemu di sebuah kafe.


Gerai Kopi Kenangan Mantan.


"Halo bro, kenalin gue Yuda temannya Jelita alias Qinara," ucap Yuda menyambut kedatangan Herman dan kedua sahabatnya


"Herman,"


" Gue Raja,"


"Deddy,"


Setelah menyalami satu persatu, Yuda mempersilakan ketiga pria itu duduk dan memulai perbincangan dengan mereka.


Ia kemudian menjelaskan tujuannya mengundang ke tiga pria itu.


"Jadi kalian paham kan apa yang gue jelasin tadi??" tanya Yuda


"Kalau gue sih Yes, gak tahu si kumis sama Deddy," celetuk Raja


"Gue juga Yes," sahut Deddy


"Tiga yes, plus satu kiss dari Om, biar Qinara masuk babak spektakuler," jawab Herman


"Bukan main emang kembarannya Anang Hermansyah, ck, ck, ck," sahut Raja menggelengkan kepalanya


"Ok, thanks buat kesediaan kalian, jadi gue bakal share waktu dan tempat dimana kalian bisa ikut trading bareng sama para Master itu,"


"Ok, siap!"


Setelah selesai berbincang dengan mereka, Yuda kemudian berpamitan dan pergi meninggalkan ketiganya.


"Gak nyangka ya, ternyata Qinara di jebak, kasian juga si Eneng malam ini harus tidur kedinginan di sel. Coba gue diijinkan menemaninya, gue bakal siap jadi guling yang akan menghangatkannya sepanjang malam," ucap Raja


"Jangan mimpi!" seru Indra menghadang mereka.


Ketiganya seketika saling bertatapan saat Indra menyatroni mereka bersama kawan-kawannya dengan baton di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2