
Pagi yang cerah secerah hati Herman yang sedang berbunga-bunga karena sedang terkena panah asmara Dewa Cinta. Ia terus bersenandung ria sembari bermalas-malasan di tempat tidurnya.
"Papay Maria Ozawa, sebentar lagi kita putus ya, karena Om sudah mendapatkan guling hidup yang akan menemani setiap malam-malam ku dengan penuh gelora cinta," ucapnya sembari menatap wajah idolanya
Mencium wangi aroma masakan membuat pemuda itu seketika beranjak dari ranjangnya dan menuju dapur.
"Masak apa Mak?" tanyanya sembari mengendus-endus wangi masakan mak Siti.
"Macem-macem tong, liat aja ndiri tuh di meja makan,"
Herman segera menuju meja makan dan menghitung jumlah menu yang sudah dihasilkan oleh wanita paruh baya itu.
"Banyak amat Mak menunya, emang mau ada acara apa?" tanyanya penasaran
"Ada Tamu istimewa hari ini," jawab Mak Siti dengan Santai
"Siapa Mak?"
"Ada deh," jawab Siti
"Dih gitu siapa sih mak, kan kepo jadinya?" tanya Herman sedikit memaksa
"Ikan hiu makan kue semprong, ih jangan kepo dong,"
"Emang ikan hiu doyan kue semprong mak?"
"Banget,"
"Dih jangan ngadi-ngadi mak, sejak kapan Hiu jadi omnivora?" cibir Herman
"Sejak emak jadi janda eeaaa," jawab Siti tertawa
"Ikan Lele makan Jamur, dih ngawur," jawab Herman disambut tawa Emaknya
Tak lama terdengar suara ketukan pintu membuat Siti segera merapikan penampilannya dan berlari membukakan pintu.
Siapa sih tamunya, jadi kepo kan??
Herman pun bergegas mengikuti Siti diam-diam, lelaki itu sengaja mengintip dari balik kamarnya siapa yang datang berkunjung kerumahnya.
Wajahnya seketika berubah muram saat melihat sosok lelaki berkumis dengan pakaian khas Betawi.
Njir, ngapain Cang Mamat kemari??. Pasti ada udang dibalik balado kentang.
Herman segera keluar dan menyambangi lelaki itu.
"Pagi Cang, apa kabar?" sapanya kemudian mencium punggung tangan lelaki itu
"Beli Kenari di pasar pagi," ucap Cang Mamat
"Cakep...."
"Beli baju di Thamrin City,"
"Cakep...."
"Bagaimana mau dapat bini, kalau pagi-pagi belum mandi,"
"Gak cakep," jawab Om melengos
"Yaelah tong, kapan lo berubah sih."
"Bentar lagi Cang, tunggu aja kalau kepompong jadi kupu-kupu dijamin Cang bakalan tersipu-sipu,"
"Ngapain jadi Kupu-kupu yang hanya bisa menghisap madu tanpa mendapatkan sang Bunga. Kamu tuh sudah cukup lama berkelana dalam dunia asmara dan sudah saatnya untuk mengakhiri semuanya,"
"Jadi maksud Cang kita putus nih," sahut Herman dengan wajah polosnya
"Sekarang sudah saatnya aku akan memutuskan untuk menjodohkan mu dengan putri temanku,"
"Nooooo!!" teriak Herman sembari menjambak rambut sendiri
"Please jangan jodohkan aku dengan Yati Cang, lagipula aku udah ada calon kok jadi sans aja, ok ... oklah...ok dong," imbuhnya menarik lengan lelaki itu
"Ikan Sepat makan Roti Mari, kalau lo emang udah ada calon bawa tuh cewe kemari," jawab Mamat
"Otw Cang, nanti sore pasti Herman ajak kemari,"
"Ikan Bawal makan sepatu," tukas Mamat
"Keselek gak tuh makan sepatu," celetuk Herman
"Hmm,"
Seketika Mamat memelototi Herman membuat pemuda itu seketika diam seribu bahasa.
"Yaudah lanjutkan Cang,"
"Ikan Bawal makan sepatu, gue laper makan yuk,"
"Astoge kirain apa ternyata laper, sue!"
"Yaudah ayo makan Bang, lagipula Siti udah masakin masakan kesukaan Abang," ucap Siti
Herman kemudian mengajak lelaki itu menuju meja makan.
__ADS_1
"Gue lupa bilang ke lo, kalau sore ini ada rapat sama pemegang saham. Kalau bisa cewek lo suruh datang sekarang aja, takutnya aku gak bisa lama-lama juga. Maklum orang sibuk," ucap Mamat
"Yaudah tar Herman usahain Cang," jawab Herman segera duduk di kursinya
Herman segera menyelesaikan sarapannya dan kemudian bergegas mandi.
Setelah rapi ia berpamitan dengan Siti dan juga Cang Mamat.
"Rapi amat kek mau kondangan tong?" tanya Siti
"Iya dong mak, kan mau jemput calon menantu idaman jadi kudu keren kan?"
"Sa ae Lo neng. Ikan Hiu makan Tomat, yaudah semangat!" sahut Siti menyemangatinya
"Ikan Hiu main di semak-semak, Makasih ya Mak," jawab Herman
Ia kemudian melesatkan motornya meninggalkan halaman Griya Si Pitung menuju kawasan Pondok Indah.
Setengah jam kemudian Herman menghentikan motornya didepan sebuah rumah mewah di kawasan Pondok Indah.
Ia segera turun dari motornya dan menekan bel rumah tersebut.
Tidak lama seorang wanita cantik datang dan menghampirinya.
"Maaf untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, bisa anda sebutkan passwordnya?" tanya wanita itu membuat Herman kebingungan
"Password??. Password apaan?" jawabnya balik bertanya
"Ucapkan sesuatu yang bisa meyakinkan saya jika anda adalah orang baik-baik bukan garong atau tukang todong," jawab gadis itu datar
"Sue, tampang ganteng gini di bilang garong kampret lo!" cibirnya
"Bodo amat, emang aturannya gitu," timpal wanita itu menatapnya sinis
"Astoge untung lo cantik kalau gak udah gue kirim ke pluto."
"Dasar cowok buaya, selalu lihat cewek dari tampangnya," jawab gadis itu sinis
Astagfirullah, lama-lama bikin nih cewek bikin jiwa mafia ku kumat.
Herman hanya mengusap dada saat mendengar ocehan wanita itu.
Sabar, Om sabar orang sabar.
"Sampaikan sama Mela kalau Om Herman yang ketampanannya melebihi Rio Dewanto dan kekayaannya melebihi Indra Kenz datang untuk menemuinya," ucap Herman memberikan perintah
"Ok Om, wait...tapi Mela siapa ya disini gak ada yang namanya Mela Om." jawab gadis itu seketika membuat Om melotot.
"Yang bener lo, pasti lo pembokat baru ya dimari makanya gak kenal Mela," sahut Om
"Namanya Melati Jingga nih orangnya," ucap Herman menunjukkan foto Melati dari ponselnya.
"Maaf gak kenal, dan disini gak ada yang namanya Melati ataupun cewek yang Om cari, sekian terima nasib," jawab gadis itu kemudian melengos meninggalkan Herman.
"Perasaan semalem gue anter Mela ke sini deh, masa iya sih gue rabun. Apa jangan-jangan semalam yang aku antar itu hantu, dih ngeri!!" ucap Herman kemudian bergegas kembali ke motornya.
Baru saja ia akan menyalakan motornya tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggilnya.
"Om Herman!"
Lelaki itu segera menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya.
"Mela??"
Gadis itu langsung melambaikan tangannya dan kemudian bergegas menghampirinya.
"Om darimana mau kemana?" tanyanya sumringah
"Dari tadi nyariin kamu," jawabnya singkat
"Ya ampun kenapa nyari aku disini?" tanya Mela tersipu
"Kan semalam gue anter lo kemari, makannya gue datang lagi buat ajakin lo hang out,"
"Dih Om amnesia, rumah Mela tuh yang nomor 22 Om bukan ini," jawab gadis itu tertawa kecil
"Masa sih, perasaan semalem aku berhenti disini deh, ya sudahlah intinya gue boleh gak main ke rumah kamu," kata Herman menggaruk-garuk kepalanya
"Boleh dong, btw om mau ajak hang out kemana emang?" telisik Mela
"Ikan hiu naik sepeda, pasti kepo ya wkwkwk,"
"Banget Om,"
"Bukan keliling dunia, apalagi pergi nonton motor GP ke Mandalika, tapi aku akan perkenalkan engkau kepada calon mertua," jawab Herman mengedikkan alisnya
"Uunnchh so sweat banget si Om, jadi mau deh ketemu calon mertua," jawab Mela sembari memukul-mukul manja dada bidang Herman.
"Hadeh Neng, coba mukulnya di tempat berbeda pasti tambah bahagia deh gue,"
"Emang Om maunya dimana?" goda Melati
"Tabok pipi Om pakai bibir sexy lo,"
"Dih Om nakal deh," jawab Mela mencubitnya manja
__ADS_1
"Nakal dikit gak papa kan, lagipula aku cuma nakal sama kamu kok, swear."
"Iya Om, aku percaya kok sama kamu,"
"Alhamdulillah kalau gitu, jadi makin terpesona sama Neng Mela," jawab Om gantian mencubit manja Meti
"Yaudah Om, mumpung sepi, merem dong biar Neng gak malu ciumnya, " ucap Mela tersipu-sipu
"Siap neng, with pleasure," jawan Herman
Ia langsung memejamkan matanya saat melihat Mela mulai memonyongkan bibirnya.
*Cup!!
"Neng, kamu abis makan apa sih kok baunya bikin Om sakit kepala," ucap Om memicingkan matanya
"Buseeng deh!" seketika Om langsung mendorong lelaki yang mencium pipinya
*Bruugghh!!
"Pantesan bibirnya bau Neraka ternyata yang cium gue Jin penunggu pohon Mangga," ucap Herman segera mengusap pipinya dengan sapu tangannya.
"Amit-amit jabang bayi, mesti mandi tujuh kali pakai bunga Kamboja nih, biar gak sial" umpat Herman
"Sue lo, sekate-kate ngatain gue Jin penunggu pohon Mangga, dasar anak muda gak pernah makan bangku sekolah,"
"Emang gue gak doyan bangku sekolah Cang," sahut Herman membuat lelaki itu semakin Berang dan mengeluarkan goloknya
"Waduh bahaya ini," ucap Herman segera mundur
"Sabar Beh, sabar. Maafin Abang Herman beh, dia gak sengaja," ucap Melati mencoba meredam emosi ayahnya
"Emang siapa tuh bocah!" tanya lelaki itu
"Dia Herman Beh, pacar Mela," jawab Melati segera menggandeng Herman
"Anak sultan mana lo berani macarin anak gue,"
"Maaf Om aku bukan anak sultan Beh, tapi anaknya Pak Hari Rusli," jawab Herman membuat Melati tertawa
"Dasar dodol, maksud gue punya banda apa lo sampai berani anak perawan gue!" tanya lelaki itu
"Oh itu, selow aja Beh, dijamin Babeh gak bakal nyesel kalau pilih Herman jadi menantu Babeh, swear!" sahut Herman penuh percaya diri
Seketika lelaki itu segera melirik motor butut milik Herman.
"Kalau Om gak percaya, gimana kalau Om ikut juga ke rumah Herman. Kebetulan kedatangan saya ke sini untuk mengajak Mela ke rumah Herman. Saya bermaksud memperkenalkan dia kepada orang tua saya, sebagai bukti bahwa saya serius dengannya, gimana Beh?" tanya Herman
"Ikan Hiu makan yoghurt, oklah siapa takut,"
Sembari menunggu Mela dan Ayahnya berganti pakaian Herman segera mengambil ponselnya dan menghubungi Ibunya.
"Halo Mak, bentar lagi Herman datang ke rumah sama Mela dan Babenya. Emak jangan lupa dandan yang cantik, dan pakai semua fashion branded yang Herman belikan kemarin. Kalau perlu pakai semua perhiasan emas yang emak punya," ucap Herman
"Beres tong, lihat aja tar, pasti lo kaget lihat toko berjalan,"
"Maksudnya Mak?" tanya Herman sedikit bingung
"Ikan hiu makan permen, liat aja mak bakalan tampil keren!" seru Siti kemudian mematikan ponselnya.
*************
Griya Si Pitung.
Mamat terkagum-kagum melihat rumah mewah Herman.
"Silakan masuk Cang," ucap Herman membukakan pintu untuknya
"Emang lo kerja apa tong, sampai punya rumah semegah ini?" tanya lelaki itu
"Sekuriti Om, kebetulan kalau rumah ini mah milik orang tua aye. Tapi gak usah khawatir aye anak tunggal kok jadi semua ini pasti bakal jadi milik Herman,"
"Sip deh kalau gitu, ngomong-ngomong dimana Nyak Babeh lo?" tanya ayah Mela
"Nah itu Nyak," ucap Herman segera menarik Siti menuju ruang tamu.
"Mak, kenalin dia Mela dedemenan Herman, dan itu Cang Ahmat babenya Mela," ucap Herman memperkenalkan mereka pada Siti
"Kenalkan aye Siti Aminah, Janda terkaya di komplek ini," Ucap Situ tersipu
Mereka pun kemudian langsung mengobrol untuk mengenal lebih dalam satu sama lain. Tiba-tiba Obrolan berhenti saat Mamat memasuki ruang tamu.
"Ehemm!" seru Mamat membuat semuanya terdiam
Melati segera memalingkan wajahnya saat beradu pandang dengan lelaki itu.
"Jadi dia calon bini lo!" seru Mamat menatap nyalak kearah Melati
"Iya Cang, gimana cantik kan, Cang setuju kan?" tanya Herman berbinar-binar
"Kagak, gue kagak setuju kalau lo pacaran sama tuh cewek, asal lo tahu aja tong kalau Mela itu istri siri Encang!" serunya membuat Herman dan Siti Seketika langsung pingsan mendengar ucapan Mamat.
IKAN HIU MAKAN SAYUR REBUNG
SEGINI DULU YA MASIH BERSAMBUNG
__ADS_1