OM Jangan Gila

OM Jangan Gila
Galau 2


__ADS_3

*Tak, tak, tak!


Terdengar suara derap langkah seseorang memasuki ruangan ballroom hotel, membuat semua yang ada disana langsung menoleh kearahnya.


Semua tampak tertegun melihat sosok lelaki tampan dengan tuxedo hitam. Wajah khas suku jawa dengan alis tebalnya tak ayal membuat para kaum hawa berdegup saat menatap wajah tampannya.


"Yudha!" Qinara tak menyangka jika lelaki itu akan menjadi the next Master Trading menggantikan posisi Indra.


"Tidak mungkin, bagaimana bisa dia menjadi master dan menggantikan Indra. Pasti ada yang tidak beres," sangkal Qinara


"Sudah ku bilang padamu bukan, kalau Yudha itu penuh tipu daya, kau akan lebih terkejut lagi jika tahu siapa dia sebenarnya," ujar Indra sengaja mendekati Qinara


"Memangnya kenapa dia?" tanya Herman


"Dih Kepo!" sahut Indra kemudian meninggalkannya


"Kenapa sih dia jadi nyebelin, ikan hiu baca koran, gue sumpahin lo kutuan," umpat Herman


Tiba-tiba Yudha menghampiri Qinara.


"Apa kabar Qin?" sapanya lirih


"Baik Yud," jawab Qinara singkat


"Kamu yakin lebih memilih si kumis daripada gue?" tanya Yudha melirik kearah Herman


Sial, bagaimana dia tahu kalau gue sama Qinara lagi deket?.


"Gue sama Om Herman cuma teman gak lebih," sahut Qinara membuat Indra seketika tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Sukurin lo Man, emang enak gak dianggap sama cewek sendiri, hahahaha!" goda Indra menertawakannya


"Bukan gak dianggap Ndra, tapi emang aku sama Qinara gak ada hubungan apa-apa," sahut Herman dengan entengnya


Mungkin dari sekian banyak orang yang hadir di sana hanya Deddy dan Raja yang tahu betapa terpukulnya perasaan Herman meskipun ia mencoba menutupinya.


Kedua lelaki itu langsung menepuk pundaknya untuk memberikan kekuatan padanya.


"Sans aja Bro, jan ambil hati," ujar Deddy


"Yoi, thanks Ded,"


"Yakin kok lo pasti kuat," sambung Raja


"Thanks Bro,"


Keduanya kemudian berjalan menuju tempat yang sudah di sediakan. Acara berlangsung khidmat dengan menunjuk seorang master bary lengkap dengan para pengurusnya.


Selama acara berlangsung Herman hanya bisa menatap Qinara yang begitu dekat dengan Yudha.


Meskipun kau mengatakan tidak ada hubungan apa-apa dengan Yudha dan hanya menganggapnya sebagai teman saja, tapi matamu mengatakan yang sebaliknya. Aku tahu kau menyukainya,


Herman segera meninggalkan ballroom hotel setelah acara usai tanpa menunggu Qinara.


Raja dan Deddy segera mengejarnya.


"Daripada galau mending kita ke BKT aja Man cari hiburan, siapa tahu dapat gebetan. Iya gak Ded?" tanya Raja mendekatkan motornya dengan Herman


"Yoi, ikan Nila makan jambu biji, mending kita cari janda kali aja ada yang mau dicoba eaaa!" sahut Deddy

__ADS_1


"Dih mulai nular nih virus Baginda Raja. Jangan sering-sering mabok Janda Ded, ingat anak istri di rumah. Jangan sampai gara-gara Janda lo kehilangan orang-orang yang kamu sayangi,_" sahut Raja


"Tentu saja Baginda Raja," sahut Deddy


Ketiganya kemudian menghentikan motornya didepan BKT.


"Wah asyik nih Rame," ujar Raja


"Yoi, gimana kalau kita request lagu bua sahabat kita yang lagi broken heart," ujar Raja


"Serah lo aja," sahut Deddy


"Btw lo mau lagu apa Bro?" tanya Raja lagi


"Serah lo aja dul," sahut Herm


"Wah asyik nih, kuylah gas kita nyawer!" seru Deddy


"Ikan sepat dalam kuali, yuklah kita hobah sampai pagi,"


"Wah encok gak tuh kalau hobah sampai pagi!" celetuk Raja menggoda Herman


Tiba-tiba ketiganya dikejutkan saat melihat Qinara dan Yudha datang bergandengan ke tempat itu.


"Ikan Nila makan Kuaci, Dih Qinara kamu bener-bener tega sih!" seru Raja


"Ikan Nila dalam Jelaga, sudahlah Man lupain dia dan cari cewek lain yang lebih dari dia!" seru Deddy


"Iya bro semangat!" sahut Raja

__ADS_1


__ADS_2