
Suasana Mulia Building terlihat begitu ramai sehingga membuat Deddy terlihat begitu sibuk memarkirkan mobil para pengunjung gedung.
Herman terpaksa membantunya bersama Raja sebagai bukti solidaritas mereka terhadap sahabatnya itu.
"Thanks Bro, udah bantuin gue hari ini," ujar Deddy menepuk bahu kedua sahabatnya
"Sama-sama Bro, btw ada apaan sih tumben rame?" selidik Herman
"Akan ada pemugaran gedung, sesuai permintaan pemilik baru," jawab Deddy
"Emang Tante Jeniffer kenapa, kok gedung ini pindah tangan?" tanya Herman lagi
"Bangkrut, kalah judi dia." jawab Deddy mengusap peluhnya
"Buseet, sayang banget ya,"
"Ya gitu deh Man, kalau suka main judi online, dibikin bangkrut sama bandarnya, kek sengaja banget gitu. Di awal-awal dia di bikin menang terus sampai-sampai si Tante party terus. Bayangkan gue aja dikasih uang jajan sehari 5 juta, setiap abis ML sama dia," celetuk Raja
"Dih enak banget lo Ja, udah enak-enak dapat duit lagi," sahut Deddy
"Namanya juga cinta Ded,"
"Hilih cinta apaan, terus sekarang lo tinggalin si Tante Jeniffer setelah dia bangkrut ??" ujar Deddy
"Dia yang ninggalin gue Ded bukan gue
Dia sudah menemukan berondong baru dan ninggalin gue, so bukan salah gue kalau dia kena Kurma," jawab Raja mengangkat bahunya
"Ulu ulu, kasian banget adek ketiga di tendang. Cup cup, tayang tayang," ucap Herman dengan nada manja mengolok-oloknya
"Tapi gue bersyukur sih, bukannya sedih karena ternyata Jeje jatuh miskin setelah ninggalin gue, dan gue gak harus merasa bersalah atau harus bantuin dia up saat dia terpuruk," jawab Raja
"Dih jahara, jan gitu dong Baginda Raja. Jangan seperti kacang yang lupa emaknya, jangan habis manis sepah di buang. Tetap saja lo harus support dia, bantu dia jika perlu." sahut Herman
"Nah cakep tuh apa kata si Kumis, Gue setubuh sama lo Man ," sambung Deddy
"Iye Om Herman, doain aja gue dapat hidayah biar bisa bantu Tante Jennifer," jawab Raja dengan nada datar
"Aamiin," sahut Herman dan Deddy bersamaan
"Oi, itu bukannya Qin!. Mau apa dia kemari?" tanya Raja menunjuk kearah wanita cantik yang baru saja turun dari mobil Mercy.
"Bener tuh, dia sama Yuda mau ngapain ya?" selidik Herman
"Dia pemilik baru gedung ini," sahut Deddy kemudian mengambil kunci mobil Yuda.
"Buseet, yang bener aja. Lepas dari Sultan Condet sekarang dapat gandengan sultan Sudirman. Wah berat saingan gue!" umpat Raja
"Makannya cari cewek yang selevel aja Ja, biar lo gak patah hati kalau di tolak," cibir Herman
"Dih belum ada dalam sejarah Sang Baginda Raja di tolak kaum hawa,"
"Masa sih?" ujar Herman menyangsikan perkataan Raja
"Ikan sepat, ikan Kerapu, aku gak mau banyak debat lihat saja nanti benar atau Salah ucapanku," sahut Raja
"Wani piro?" sahut Deddy membuat ketiganya langsung tertawa
__ADS_1
"Eh kalian, ternyata kerja di sini?" sapa Qinara dengan wajah sumringah
"Iya Qin, gue parking Valet disini merangkap sekuriti," sahut Herman
"Yang bener Om?" tanya Qinara tak percaya
"Benerlah masa gue boong,"
"Tapi bukannya dulu Om bilang kalau Om ini sultan Jagakarsa yang kekayaannya melebihi Indra Kenz ya," jawab Qin
"Itu mah biasalah gue kalau baru kenal cewek cantik suka khilaf," ucap Om merendah
"Oh gitu,"
"Iya Neng, btw Neng ada perlu apa main ke sini?" tanya Herman lagi
"Mau ketemu sama arsitektur gedung ini, kebetulan Yuda sudah janjian ketemu di sini sekalian tanda tangan serah terima gedung," jawan Qinara
"Oh bulat, yaudah silakan masuk, anggap aja rumah sendiri," sahut Herman
"Btw gue lupa berterima kasih sama kalian tempo hari, so sebagai ucapan terima kasih gue, kalian mau kan datang ke Party gue malam ini?" tanya Qinara
"So pasti Qin!" seru Raja begitu bersemangat
"Lo gimana Om, bisa datang kan?" tanya Qinara begitu berharap
"Sebenarnya nanti malam gue ada acara, tapi demi neng Qinara aku usahain datang deh," jawab Herman
"Makasih Om, " ucap Qin
"Miyabi,"
"Emang gue sibuk Ja kalau malam jumat," sahut Herman
"Sibuk ngapain??" tanya Raja kepo
"Jadi tukang parkir di Makan Mbah Priuk," jawab Herman disambut gelak tawa Raja
"Sue lo, kirain sibuk ngapain ternyata oh ternyata,"
"Yaudah kalau gitu jangan lupa nanti malam jam 8 di Kopi Kenangan Mantan ya,"
"Siap Neng," jawab Herman dan Raja kompak
*********
Kafe Kopi Kenangan Mantan, Pondok Indah.
Qinara terlihat begitu bahagia merayakan kebebasannya bersama dengan teman-temannya.
"Selamat ya Je, akhirnya lo bisa bebas juga," ucap Yuda menghampiri gadis itu
"Thanks Yud, semuanya berkat lo. Gue gak tahu apa yang bakal terjadi sama gue jika gak ada lo." sahut gadis itu memujinya.
*Buuggghhh!!
Tiba-tiba sebuah pukulan keras mendarat di wajah Yuda membuat pemuda itu sempoyongan.
__ADS_1
"Indra!" seru Qinara begitu berang melihat sikap arogan tunangannya itu
"Kenapa, lo gak terima gue hajar cowok brengsek itu!" sahut Indra balas menantangnya
"Jaga bacot lo ya, kalau bukan karena dia gue mungkin masih mendekam di penjara!"
"Cih, tentu saja dia nolongin lo, kan dia yang sudah menjebloskan lo ke penjara!" sahut Indra segera disambut bogem mentah oleh Qinara
"Dasar ******, kita lihat saja Qin, lo bakal nyesel karena lebih belain dia daripada gue. Sebejat-bejatnya gue, gue gak pernah menusuk mu dari belakang," ucap Indra
"Terserah apa kata lo, yang jelas gue gak percaya semua omongan lo!" sahut Qinara
"Ok Qin, tapi jangan menyesal jika suatu saat nanti," jawab Indra kemudian meninggalkan tempat itu
Lelaki itu dengan sengaja mengguncang tubuh Herman yang baru saja tiba di tempat itu.
"Ada apa nih ribut-ribut?" tanya Raja menghampiri Qinara
"Biasalah si Indra," sahut Qin tersenyum kecut
"Kenapa lo gak putus saja si neng sama tuh preman pasar induk,"
"Penginnya sih gitu Ja, tapi gue belum bisa lepas darinya sebelum gue bisa melunasi hutang-hutang bokap gue sama dia," sahut Qinara
"Kasian amat lo Neng, emang hutang lo berapa kalau boleh gue tahu?" tanya Raja lagi
"5 Miliar," jawab Qinara membuat semua orang yang ada di sana terbelalak mendengarnya
"Banyak amat Neng, emangnya itu duit buat apa sih?" tanya Raja lagi
"Judi," jawab Qinara tampak menyembunyikan kegalauannya.
"Judi!" seru Deddy
"Tet! jawab Herman
"Meracuni Abang Herman," sambung Raja
"Bohong, kalau keracunan pasti Abang Herman udah di makamkan!" sahut Deddy dengan suara khas menirukan suara Bang Hadji Rhoma Irama
Qinara terpingkal-pingkal mendengar kekonyolan trio GGS.
"Kalian seru ya, seneng banget deh punya temen kaya kalian," ucap gadis itu
"Iya dong Neng, makannya sering-sering aja nongkrong bareng kita, dijamin Neng gak bakalan lupa sama si Indra," jawab Raja
"Iya Ja, Insya Allah ya,"
"Jadi sekarang gue tersisih, setelah lo kenal cowok-cowok itu!" seru Yuda sedikit kecewa melihat Qinara dekat dengan trio GGS.
"Gak dong Yud, lo tetep best friend gue," sahut Qinara mengguncang tubuh pemuda itu
"Cuma temen??" tanya Yuda menatapnya lekat
"Iya, emang kamu maunya gimana?" tanya Qinara lagi
"Kita sudah berteman lebih dari lima tahun, apa waktu itu tidak cukup bagimu untuk tahu bagaimana perasaan ku padamu?" jawab Yuda balik bertanya
__ADS_1
"Uhukk, ikan hiu keselek panci, bang Yuda jangan terlalu maksa sih," sahut Raja
Seketika Yuda langsung menatap lekat kearah Raja dengan tatapan mata elangnya.