
"Bujug, ada angin apa nih tiba-tiba dapat pelukan hangat dari seorang Qinara," ucap Herman masih mengangkat tangannya.
"Anggap aja ini angin kemenangan buat lo, karena sudah berhasil merontokkan pertahanan gue,'" jawab gadis itu mengeratkan pelukannya.
Jujurly Herman begitu bahagia saat Qinara seketika memeluknya erat. Ada rasa ragu saat ia akan melingkarkan tangannya ke tubuh gadis itu. Denyut jantungnya berdegup dua kali lebih cepat saat merasakan hangat pelukan sang pujaan Hati.
Tak bisa di pungkiri meskipun ia sempat gemetaran, namun disisi lain ia begitu bahagia karena dirinya semakin yakin jika Qinara perlahan membuka hati untuknya.
"Hmm!, jadi benar kamu mau memutuskan hubungan kita. memangnya kamu punya apa untuk melunasi semua hutang-hutang kamu?" tanya Indra tiba-tiba berdiri dibelakang mereka
"Insya Allah semuanya akan ku lunasi besok," sahut Qin mantap
"Yakin lo?" tantang Indra
"Yakin lo bisa melunasi sisa 2M setelah kehilangan rumah kamu?" ejek Indra
Lelaki itu seperti tahu jika Qinara memang sudah tak punya apa-apa untuk melunasi hutang-hutangnya.
"Biarkan aku yang akan membayarnya," ucap Herman dengan lantang
"Gak usah Om, aku masih bisa kok." jawab Qinara
"Ternyata ini alasan kamu mendekati Herman, kamu tahu persis bagaimana cara memanfaatkan cowok, dasar cewek licik!" seru Indra
"Terserah lo mau ngomong apa tentang gue, yang jelas gue gak pernah memanfaatkan siapapun untuk membantu melunasi hutang-hutang gue." jawab Qinara
"Aku tidak pernah merasa dimanfaatkan oleh Qinara, dia juga tidak pernah menceritakan apapun padaku, jadi jangan asal bicara!" sahut Om Herman
__ADS_1
"Gue baru tahu hari ini jika Qinara punya hutang, dan sekarang gue tahu juga kenapa dia gak bisa move on ke lelaki lain. Dan itu semua karena Lo!" imbuhnya
"Wah, pintar sekali ya cewek satu ini, pura-pura lugu untuk menarik simpati banyak lelaki tajir. Emang kau benar-benar cewek luar biasa Jelita!" ucap Indra kemudian bertepuk tangan
"Terserah apa kata lo kumis, gue gak peduli. Lo akan tahu sendiri suatu saat nanti dan jangan pernah nyesel jika Lo hanya dimanfaatkan oleh Qinara," ucap Indra
"Berikan saja nomor rekening lo dan gak usah banyak bacot!" sahut Om memberikan ponselnya pada Indra
"Ok," Indra segera mengetik nomor rekeningnya dan memberikan kembali ponsel Herman
Herman segera mengetik sesuatu dan menunjukkan kepada Indra.
"Sudah aku bayar lunas semua hutang-hutang Qinara. Dan mulai sekarang stop memanfaatkan Qinara dengan alasan hutang," ujar Herman kemudian menarik lengan Qinara
"Sekarang ayo kita pulang," bisiknya
Qinara segera naik ke atas motor lawas Herman dan keduanya melesat meninggalkan Indra.
"Terimakasih banyak ya Om atas bantuannya, Insya Allah Qin pasti akan mengembalikan semua uang yang lo keluarkan buat
bayar hutang gue ke Indra," ucap Qinara memberanikan diri berbicara
"Sans aja Qin, gue ikhlas kok bantu Lo," sahut Herman
"Tapi aku gak bisa Om, menerima bantuan cuma-cuma dari orang lain," sahut Qinara
Seketika Herman langsung menghentikan motornya. Lelaki itu kemudian melepaskan helmnya dan menatap Qinara.
__ADS_1
"Apa kau masih menganggap aku sebagai orang lain?" tanyanya sedikit penuh penekanan
"Bu..bu..bukan begitu Om," jawab Qinara terbata-bata
Wanita itu kini tak bisa menjawab lagi saat pandangannya saling beradu dengan Herman.
"Kalau begitu lupakan saja soal tadi, jangan pernah bahas lagi," jawab Herman
"Btw kamu sudah makan belum?" tanyanya lagi
"Belumlah, kan baru balik kerja,"
"Kalau gitu gak keberatan kan kita makan dulu,"
"Iya Om,"
Herman tersenyum simpul dan kembali memakai helmnya.
"Jangan lupa pegangan yang erat, karena gue gak suka jalan pelan saat naik motor," ucapnya memberikan peringatan
Qin segera memeluknya erat membuat Herman langsung menyunggingkan senyumnya.
"Ada yang bulat tapi bukan tekad," ucap Herman
"Dih apaan sih Om, jangan Omes ya,"
"Ikan Hiu makan jus alpukat, Alhamdulillah sore-sore jadi semangat karena pelukan hangat,"
__ADS_1
"Ish, Om bikin aku malu aja," sahut Qinara segera melepaskan pelukannya
"Ikan Cumi makan nasi ketan, awas kalau lepas pelukan dijamin jomblo tujuh turunan wkwkwkwk!"