
"Aku melihat dua orang lelaki membunuh Rico, dan salah seorang dari mereka adalah yang menemui mu saat polisi datang ke TKP. Kalau kamu memang bersimpati padaku, maka bantulah aku mengungkap siapa pembunuh Rico,"
Nisa begitu berharap Qinara akan membantunya, namun gadis itu tak bergeming. Ia tetap membisu dan tak menjawab ucapan Nisa
Melihat reaksi Qinara, Nisa tak melanjutkan ucapannya, ia kemudian berpamitan dan meninggalkan gadis itu.
Qinara merasa trenyuh mendengar ucapan Nisa, bagaimana tidak salah satu Lelaki yang dibicarakan Nisa adalah seseorang yang sangat dekat dengannya. Bagaimanapun ia tidak bisa menjebloskan Kekasihnya ke penjara.
Namun melihat wajah putus asa Nisa membuat gadis itu sedikit berubah pikiran, apalagi mengingat kelakuan buruk Indra yang memanfaatkanya. Yuda yang berubah kasar setelah ia resmi menjadi kekasihnya. Indra padanya.
Qinara akhirnya memantapkan hatinya untuk membantu Nisa melaporkan siapa pembunuh Rico kepada polisi. Meskipun terlambat setidaknya Qinara bisa membalas sakit hatinya terhadap Indra dan Yuda.
*Kantor Yuda
"Jika hari itu kau benar-benar ada di TKP harusnya kau bisa mengenali siapa yang membunuh kekasihmu itu, bukankah ada dua orang yang membunuh Rico, so bukan hanya aku pelakunya bukan??" jawab Yuda menyeringai
"Tentu saja, aku melihat mu dan temanmu menganiaya Rico dan membunuhnya," jawab Nisa
"Hahahaha, memangnya ada bukti??. Kalau hanya keterangan darimu saja tidak akan cukup untuk menangkap ku,"
"Sebaiknya kau jaga sikapmu jika tidak ingin aku melakukan hal yang sama padamu seperti yang ku lakukan pada kekasih mu," imbuh Yuda
Tidak lama dua orang polisi datang menyambangi ruangan itu dan menangkap Yuda.
"Saudara Yuda, anda kami tahan atas tuduhan pembunuhan Rico lima tahun silam," ucap polisi menunjukkan surat perintah penangkapan padanya
"What, di tahan??. Yang benar saja pak polisi itu fitnah, aku tidak pernah membunuh Rico!" seru Yuda meronta mencoba melepaskan diri saat polisi membekuknya
"Sebaiknya kau jelaskan saja nanti di kantor, dan silakan hubungi pengacara mu untuk membantu mu," Polisi segera menggiring Yuda keluar dari ruangannya
"Kau akan menyesal karena sudah salah menangkap orang Nisa!" seru Yuda
Nisa terkejut saat melihat polisi datang dan menangkap Yuda.
"Apa dia berubah pikiran??"
Nisa segera keluar dari ruangan itu, untuk memastikan jika Qinara yang melaporkan Yuda ke polisi. Namun baru saja ia keluar dari ruangan itu seseorang langsung membekapnya.
Melihat Nisa dibawa pergi oleh seseorang, Herman segera mengejarnya.
Pria itu segera melesatkan mobilnya mengikuti kemana lelaki itu membawa Nisa pergi.
Apa aku harus lapor polisi???
Herman kemudian menghubungi Raja dan Deddy agar menyusulnya, tak lupa ia juga meminta dua sahabatnya untuk menghubungi polisi.
Herman menghentikan mobilnya didepan sebuah ruko tua .
Ia segera masuk, menyusul sang penculik.
*Bruuugghhhhh!!!
"Awww!!" Nisa meringis saat Indra mendorong gadis itu hingga membentur dinding ruangan.
__ADS_1
Indra menarik gadis itu dab kemudian membenturkan kepalanya ke tembok berulang-ulang.
"Inilah akibatnya kalau kau mencoba mengusikku, dasar jal*ng sialan!" seru Indra kembali membenturkan kepala Nisa ke tembok hingga gadis itu tak sadarkan diri.
Ia kemudian menyeret Nisa menuju ke gudang. Pria itu kemudian mengikat Nisa dan Zahra.
"Sebentar lagi aku akan mengirim kalian ke Neraka," ucap Yuda kemudian menuangkan bensin ke gudang itu.
Sementara itu beberapa orang anak buah Indra menghadang Herman saat memasuki Ruko.
Mereka langsung menyerang Herman dengan menggunakan senjata tajam, membuat lelaki itu langsung bersiaga.
"Ikan Hiu makan gulali, Lo jualan aku yang beli," ucap Herman kemudian menyerang anak buah Indra
Herman berhasil menjatuhkan satu persatu musuhnya. Saat Herman merasa sudah menang, puluhan anak buah Indra yang lain mulai berdatangan.
"Ah sial, kalau banyak gini mana bisa menang," keluh Herman
"Ikan ****** makan sesaji, Jangan menyerah Man, kan ada kami yang siap menyemangati!" celetuk Deddy memasuki ruko
"Buseeet deh, kalau cuma mau menyemangati gak usah datang kemari!" cibir Herman
"Yaudah kalau gitu kita pulang aja Ja," jawab Deddy mengajak Raja pergi
"Dih dasar lampu taman, baperan lo!"
"Abis wafer enak sih!"
"Dih Sue!!" seru Herman melemparkan musuhnya kearah Deddy
"Ikan pari makan Indomie, gak nyangka Deddy sakti!" ucap Raja memujinya
"Ikan lele makan pepaya, udeh dari dulu kali Ja," sahut Deddy
Ketiganya akhirnya berhasil menjatuhkan semua anak buah Indra.
"Ikan ****** mandi di empang, abis perang enaknya ngerokok sambil makan nasi Padang," ucap Deddy
"Ikan hiu makan kue bolu, nantilah makannya setelah neng Zahra ama Nisa ketemu," jawab Herman
"Padahal gue laper ini,"
"Sama Ded," sahut Raja
"Sabar ya, aku janji abis ini kita makan-makan di restoran Padang,"
"Emangnya sabar bisa kenyang Man?" tanya Deddy
"Bisa dong,"
"Hadeeh,"
"Sebaiknya kita bagi tugas, gue sama Raja mengecek gudang, lo naik ke lantai dua," ucap Herman
__ADS_1
"Kenapa gue sendirian sih!" seru Deddy
"Itu karena lo dilarang mendua Ded, ingat yang di rumah!" celetuk Herman
"Sue!!" jawab Deddy kemudian segera naik ke tangga.
Herman dan Raja segera bergegas menuju ke gudang.
Saat melihat Herman Indra berusaha kabur namun Herman dengan cepat segera menariknya.
"Sebaiknya kau cepat lepaskan aku dan selamatkan kekasihmu, sebelum ia gosong dan menjadi debu," ucap Indra tertawa
"Sial!" Herman segera melepaskan lelaki itu dan menuju ke gudang
"Pintunya terkunci!!" seru Raja
Indra menyeringai dan memamerkan kuncinya kepada mereka.
Saat Raja mengejarnya, Indra kemudian melarikan diri.
"Dasar brengsek!!" Deddy segera melompat dari tangga dan membenturkan kepalanya kepada Indra hingga pemuda itu langsung tak sadarkan diri.
"Ikan Hiu makan soto kuali, wah gak nyangka lampu taman Deddy juga tak kalah sakti," puji Raja
"Iya dong, gue gitu loh!!" Deddy segera mengambil kunci dari tangan Indra dan menyusul Herman
*Buuggghhh!!!
Herman berhasil mendobrak pintu gudang dan segera menggendong Zahra keluar. Raja segera menggendong Nisa membuat Deddy terdiam menganga.
"Sue, masa gue harus gendong si Indra???" keluh Deddy
"Syukuri aja Ded, siapa tahu kamu dapat hadiah dari polisi karena sudah menangkap penculik kelas kakap!" goda Raja
"Aamiin!"
************
*Rumah sakit Harapan Baru
Herman terlihat gelisah menunggu didepan ruang UGD.
Ia segera bangun dari duduknya saat melihat dokter keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana keadaan calon istri saya dok?" tanya Herman
"Alhamdulillah masa kritisnya sudah selesai dan sebentar lagi kami akan memindahkannya ke ruang perawatan,"
"Alhamdulillah, makasih dok," ucap Herman kemudian masuk kedalam untuk melihat kondisi Zahra
"Bagaimana keadaan mu neng?" tanya Herman saat menemui Zahra
"Alhamdulillah aku baik-baik saja, tapi sepertinya luka yang dialami Nisa cukup parah," sahut Zahra menatap Nisa yang belum sadarkan diri disampingnya
__ADS_1
"Semoga dia cepat sadar dan kembali pulih,"
"Aamiin,"