OM Jangan Gila

OM Jangan Gila
Gadis yang kuat


__ADS_3

Qinara berjalan mengendap-endap memasuki halaman rumahnya. Gadis itu sengaja melepas alas kakinya saat masuk kedalam rumah agar langkahnya tak terdengar oleh Sang ayah


Tiba-tiba gadis itu merasakan perih saat seseorang menjambak rambutnya.


"Awww!" teriaknya sembari memegangi kepalanya


"Darimana saja kamu, jam segini baru pulang!" hardik Bima dengan wajah sangarnya


"Nginap di rumah teman Yah," jawab Qin meringis


"Bagaimana bisa seorang anak gadis menginap di rumah orang lain tanpa ijin kepada orangtuanya, mau jadi apa kamu!" seru lelaki itu kemudian menampar Qinara.


Kali ini Qinara tak bisa diam saja, dia tidak mau terus-menerus di salahkan oleh ayahnya.


"Apa salah jika aku memilih menginap di rumah teman untuk menyelamatkan harga diriku daripada harus tidur di hotel dengan pria brengsek yang ingin merenggut kesucian ku," jawab Qinara menoleh kearah Indra


"Jadi kau lebih memilih tidur dengan pria lain daripada dengan calon suamimu sendiri," sahut Bima semakin berang


"Jadi ayah tahu kalau Indra akan meniduri ku?" tanya gadis itu membuat Bima bungkam


"Apa kau sengaja menjadikan aku sebagai umpan agar kau bisa mendapatkan uang untuk berjudi???, apa kau belum puas menjadikan aku sebagai alat pembayar hutang-hutang mu kepada Indra!" seru gadis itu dengan mata berkaca-kaca


"Kenapa gak sekalian aja, ayah menjual ku ke rumah bordil, agar bisa melunasi semua hutang-hutang ayah kepada Indra. Apa tidak cukup selama ini aku berjuang mati-matian bekerja membanting tulang untuk menghidupi keluarga kita dan mengumpulkan uang untuk melunasi hutang ayah yang setiap bulan selalu bertambah bunganya!" imbuh gadis itu berapi-api


"Kalau kau tidak ingin aku berhutang lagi kepada Mas Indra, maka beri ayah uang," sahut lelaki itu


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memberimu uang untuk berjudi," Gadis itu segera melepaskan tangan Bima dan masuk kedalam kamarnya.


*Brakkk!!


Ia sengaja membanting pintu kamarnya untuk meluapkan kekesalannya.


"Sudahlah Om, jangan dipikirkan. Om sudah melakukan hal yang benar. Ingat jangan pernah luluh dengan air matanya, karena itu akan membuat ia semakin merasa benar. Jangan khawatir aku akan mengirimkan sejumlah uang ke rekening Om, jadi jangan gusar," ucap Indra membesarkan hati Bima


"Tidak perlu Mas Indra, sepertinya sekarang kamu tidak usah memberiku uang lagi," jawab Bima menolak dengan halus


"Kenapa??, apa kau merasa bersalah kepada Jelita?" tanya Indra


"Tidak juga, aku hanya tidak ingin merepotkan mu saja," sahut Bima mencoba menyembunyikan kegundahannya.

__ADS_1


"Santai saja Om, aku tidak pernah merasa direpotkan. Sudah menjadi kewajiban aku sebagai calon menantu untuk membuatmu bahagia bukan?" jawab Indra menepuk pundak lelaki itu.


Dasar brengsek, sampai kapanpun kau tidak akan bisa melunasi hutang ayahmu, kecuali kau mau jadi istriku.


Indra segera membuka ponselnya saat menerima notifikasi pesan masuk.


Senyumnya mengembang saat melihat isi pesan singkat dari Jelita.


Cih, jadi dia benar-benar ingin melunasi hutang-hutang ayahnya. Aku tidak bisa diam saja melihat kupu-kupu cantikku akan terbang meninggalkan diriku. Mari kita lihat apakah kau bisa melawanku atau tidak??


Siang itu Qinara dikejutkan dengan kedatangan polisi yang menyatroni kediamannya.


Gadis itu hanya pasrah saat pihak kepolisian menangkapnya karena terlibat dalam judi online.


"Kalau Anda keberatan silakan sampaikan di kantor, dan Anda bisa meminta bantuan dari pengacara Anda," ucap seorang polisi segera menggelandangnya


Bima segera mengejar putri semata wayangnya itu dengan tatapan penuh kegetiran.


"Jangan khawatir nak, ayah akan segera meminta bantuan Mas Indra untuk mengeluarkan mu dari penjara," ucap lelaki itu berusaha menghiburnya


"Kalau ayah benar-benar sayang padaku, jangan pernah meminta bantuan Indra untuk menolong ku. Aku bisa menyelesaikan masalah ini sendiri jadi jangan khawatir," sahut Qin mencoba untuk tegar


***********


"Ikan hiu makan oncom, cemberut aja emang ada apa Om?" sapa Raja menghampiri Herman yang sedang manyun menatapi ponselnya.


"Gimana gak cemberut, sudah hampir sebulan gue trading amsyong mulu. Padahal baru semalam gue bisa dapat profit gede eh paginya langsung terjun bebas." jawab Herman gusar


"Emang pergerakan pasar lagi susah ditebak Man, salahin aja tuh invasi Rusia ke Ukraina. Karena gara-gara isu itu pasar Eropa jadi kacau." sahut Raja


"Iya bener, makannya gue milih istirahat dulu sampai kondisi benar-benar aman. Gue pilih main aman aja karena gak punya banyak modal kaya kalian," sambung Deddy


"Mulai sekarang mending lo jangan ikutin signal dari si Qin, karena prediksinya meleset mulu minggu-minggu ini. Mending lo pindah ke Mas Surya, lumayanlah bisa profit meskipun gak bisa berkedip menatap layar ponsel," sahut Raja


"Bayar berapa jadi member VIP di sana?" tanya Herman


"Murah kok, bisa gratis juga, tergantung amal perbuatan Man," sahut Raja sambil terkekeh


"Sue lo,"

__ADS_1


"Btw lo udah pada denger berita terbaru gak?" tanya Deddy


"Berita apa Ded?" tanya Raja penasaran


"Baru aja release setengah jam lalu, Qinara di tangkap polisi!" seru Deddy membuat Herman dan Raja seketika menganga


"Yang bener lo!" sahut Raja memastikan


"Beneran, lihat aja nih beritanya," sambung Deddy menunjukkan ponselnya


"Beneran Man," ucap Raja kemudian menunjukkan ponsel Deddy pada Herman


"Kenapa dia sampai di tangkap polisi??"


"Sepertinya dia terlibat judi online deh," sahut Deddy


"Masa iya sih Qin mainan kek gituan," ucap Herman tak menduga


"Gue juga gak percaya Man, insting pahlawan super gue bilang kalau Qin di jebak oleh seseorang. Dan dia sedang butuh bantuan kita, so kita harus menolongnya sekarang Bro," jawab Raja


"Gimana cara nolongnya, secara kita juga bukan siapa-siapanya dia," sahut Herman


"Lah lo kan followernya dodol, kadang suka herman gue sama lo!" cibir Raja


"Oklah, sebagai bentuk kepedulian gue sebagai fansnya, bagaimana jika kita menjenguknya di penjara hari ini," ujar Herman


"Setuju Man, sekalian gue mau bawa pengacara buat dia. Kali aja dengan begini dia bakal tersentuh sama gue dan mau jadi bini gue," jawab. Raja penuh harap


"Ikan hiu makan tahu aci, dih jangan ngarep si," sahut Herman


"Berharap mah wajar Man, yang bahaya tuh kalau orang sudah gak punya harapan , macam lo itu, siap-siap aja di jodohin sama Si Yati wkwkwkwkwk!"


"Sue, dasar kang Modus!" cibir Herman


Pukul tiga sore Raja dan Herman mengunjungi Qinara di lapas wanita Pondok Bambu.


"Ikan hiu makan kue bolu, Neng Qinara gimana kabarmu?" tanya Raja dengan senyum khasnya


"Alhamdulillah baik," jawab gadis itu datar

__ADS_1


"Lo yang sabar ya Neng, Abang janji bakal siapin pengacara terbaik di Jakarta buat bantuin Lo," ucap Raja mencoba menguatkan Qinara


"Gak perlu repot-repot ngurusin cewek orang, karena gue udah siapin pengacara Kondang untuk membebaskan cewek gue!" seru Indra menghampiri mereka dengan seorang pengacara kondang ibukota.


__ADS_2