
"Gak nyangka ya, ternyata Qinara di jebak, kasian juga si Eneng malam ini harus tidur kedinginan di sel. Coba gue diijinkan menemaninya, gue bakal siap jadi guling yang akan menghangatkannya sepanjang malam," ucap Raja
"Jangan mimpi!" seru Indra menghadang mereka.
Ketiganya seketika saling bertatapan saat Indra menyatroni mereka bersama kawan-kawannya dengan baton di tangannya.
"Dia lagi," Raja hanya menghela nafas melihat Indra di hadapannya
"Haish, siap-siap kita tawuran guys," ucap Deddy menyingsingkan lengan bajunya
"Pasti tekanan batin banget tuh Qin punya cowok baj*ngan kaya dia, which is kaya terpenjara dalam sangkar emas," sambung Herman
"Yoi, literally apapun yang dia lakukan selalu dikepoin deh sama doi, maklum lah gak laku dia wkwkwkwkwk," ejek Raja menertawakannya
"Ikan hiu pergi ke Dupan, mana ada cewek mau sama cowok macam orang utan," imbuh Deddy
"Jaga bacot kalian!" hardik Indra meradang
"Uh, takut!!" ejek Raja
"Purwokerto kota mendoan, Jakarta kota metropolis. Kalau lo emang jagoan, hadapin dulu jagoan aye bang Kumis!" tantang Raja
"Dih, ngapa gue Ja!" seru Herman melotot
"Lah kan emang lo Jagoannya Man, kalau gue kan cuma figuran," jawab Raja mengedikkan alisnya
"Ikan hiu makan Cue, dasar lo Sue!!" hardik Herman
"Kalau cuma lawan Om-om berkumis doang mah satu anak buah gue udah cukup, paling sekali pukul juga langsung rontok tuh kumis wkwkwkw!" ejek Indra disambut gelak tawa teman-temannya
"Wah sekate-kate lo, meremehkan temen gue, belum pernah di hajar sama cucunya Si Pitung ya," hardik Raja menyingsingkan lengan bajunya
"Bodo amat, mau Si Pitung kek, Si Jampang kek, maju semua sini!" tantang Indra
"Gas Man, hajar tuh Si Indra anak mamah!" sahut Raja
"Kok gue!" ucap Herman meliriknya
"Lo duluan aja Man, tar kita nyusul kalau lo udah mengibarkan bendera putih," sahut Deddy
"Astoge, mati dong gue," celetuk Herman
"Hahahaha!!"
"Dasar temen kampret!" cibirnya saat Raja dan Deddy menertawakannya
"Maju lo kumis!" seru Indra
"Ikan bawal ikan teri, lo jual gue beli," jawab Herman kemudian melangkah mendekati Indra dan rekan-rekannya
Indra segera menyuruh anak buahnya untuk bertarung melawan Herman. Pertarungan yang lumayan sengitpun berlangsung. Alih-alih menyemangati Herman, Raja dan Deddy justru asyik bertaruh untuk kemenangan Herman.
"Herman pasti menang," ucap Raja segera memberikan uang taruhannya
__ADS_1
"Pasti Indralah, secara dia kan cowok super licik," sahut Deddy menyerahkan uang taruhannya
"Nambah cepek tetep, gue jagoin si Kumis," imbuh Raja
"Nambah bini, gue jagoin Si Brengsek Indra," jawab Deddy
"Dih parah, malah dukung musuh daripada temen sendiri,"
"Namanya juga taruhan dudul, kalau gue dukung si kumis ya namanya bukan taruhan tapi tambahan," cetus Deddy
"Hahahaha, sa ae lo, dasar lampu taman!" sahut Raja terkekeh mendengar jawaban Deddy
"Sambil nungguin Herman, kita mabar nyok?"
"Kuylah," jawab Raja segera membuka aplikasi game onlinenya
"Woii, jangan ketawa aja, bantuin gue!" seru Herman saat Indra dan teman-temannya mengeroyoknya
"Kaya ada suara Ded," ucap Raja
"Abaikan saja, paling tukang sumbangan," sahut Deddy
"Oh...."
"Kuy lanjuuut!" seru Deddy
"Oii, teman-teman gue di keroyok ini!" seru Herman melemparkan sepatunya kearah Deddy dan Raja
"Simpan aja, kali aja lo bisa dapet jodoh karena sepatu itu,"
"Kaya Cinderella donk,"
"Yoi,"
"Dasar kampret lo semua!" seru Herman kembali melemparkan sepatunya hingga mengenai kepala Deddy
"Sue, gak sopan amat ya lempar sepatu ke kepala gue. Gak tahu apa nih kepala di fitrahin tiap tahun!" cibir Deddy
"Bodo amat!" sahut Herman berusaha menghindari serangan anak buah Raja
"Wah Herman dalam bahaya, gimana nih Ded?" tanya Raja
"Bentar Ja, nanggung dikit lagi gue win,"
"Awas aja lo pada, gue sumpahin kutuan tujuh turunan kalau gak nolongin gue!" sahut Herman
"Dih amit-amit deh, yaudah gas Ja!" seru Deddy
"Gas apa nih Ded?" tanya Raja menatapnya
"Gas bantu si kumislah, Herman gue sama lo ganteng-ganteng kok lola ( loadingnya lama)!" seru Deddy segera mengambil pukulan satpam yang terselip di balik bajunya
"Wah untung gue selalu bawa nih senjata kemana-mana!" ucapnya kemudian mencium baton kayu itu.
__ADS_1
"Dih si Deddy bikin gue anxiety (deg-degan) aja," ucap Raja
"Anxiety kenapa lo?" tanya Deddy
"Liat pentungan lo Ded, hitam, panjang dan besar," jawab Raja segera menutup mulutnya
"Kalau gak besar gak enak Ja," sahut Deddy
"Bukan pentungan yang itu Ded!" seru Raja menahan lelaki itu saat ia akan melangkah pergi
"Terus??"
"Pentungan yang onoh," sahut Raja menunjuk ke risleting Deddy yang terbuka.
"Wah bahaya, kalau si udin dah keluar kandang macan," jawab Deddy segera menarik risletingnya
"Bahaya kenapa Ded?"
"Kepo aja lo, mending sekarang kita tolong si Kumis dulu kasian kan mak Siti kalau dia sampai End, bisa nikah lagi dia," ucap Deddy segera melompat ke tengah-tengah pertempuran
"Ikan hiu makan pecak gurame, jangan main keroyokan, sini kalau berani lawan ane!" tantang Deddy segera melemparkan jas yang dipakainya
"Wih keren!" seru Raja
"Dasar tua Bangka, hajar bor!" seru Indra memberikan komando kepada anak buahnya
"Hajar!" seru Raja merangsek maju melawan anak buah Raja
Pertarungan berlangsung sengit, kubu Herman yang dipelopori oleh Deddy sang Jawara dari Setu Babakan dengan mudahnya menjatuhkan satu persatu anak buah Indra.
Pertarungan harus berakhir imbang setelah dibubarkan oleh pihak keamanan kafe.
"Ah sial, dasar brengsek, awas aja lo kalau ketemu lagi gue laporin Baba gue lo!" seru Raja memegangi pipinya
"Diantara kita bertiga cuma Lo yang mengalami luka paling serius Ja," ucap Herman menghampiri Raja
"Ini karena Si Indra berantemnya kaya cewek, gak asik banget tuh bocah, masa mainnya cakar-cakaran, jambak-jambakan kan gak elite banget ya. Mau dibawa kemana wajah ganteng gue kalau babak belur gini," terang Raja
"Bawa aja ke ketok magic dijamin mulus lagi wajah lo Bor," sahut Deddy
"Nah Cakep tuh Ded. Mobil gue aja hancur bisa balik cling lagi kaya baru lagi pas keluar dari ketok magic, gimana dengan wajah lo pasti gak kalah sama Lee Minho, itu sih cuma In My humble opinion ( saran) saja ya, lo gak usah Fear of Missing out ( takut ketinggalan tren) gitu Bor, trust me dijamin lo gak bakal nyesel," tutur Herman dengan bahasa gaul khas anak Jakarta Selatan eaaaa.
"Beda emang kalau ngomong sama Sultan Jagakarsa, udah mirip aja lo sama Si Oza Rangkuti," sahut Deddy membuat Herman langsung terkekeh mendengarnya.
"Rasanya gue pen banget tonjok noh mulut si kumis kalau lagi denger dia pakai bahasa alay kek gitu, literally kaya lihat bule KW gitu," celetuk Raja
"Lo jangan social awkward (kudet/culun ) gitu dong Ja. Jujurly gue tuh toxic positivity ( dukung) banget sama lo, makannya gue saranin itu ke lo. So sekali-kali main apa ke tongkrongan gue di LA biar lo bisa social butterfly ( gaul) sama anak-anak Jaksel yang hedon gitu." sahut Herman
"Ikan patin nyemplung di empang, Si Herman keknya kesurupan abis kena tendang," sahut Deddy membuat Raja langsung tertawa
Jangan lupa like komen dan Favoritkan ya guys,
Jalan-jalan Ke Jagakarsa, Jangan lupa beli pepaya. Gue hanya minta dukungan kalian aja lempar gift atau vote bisa kali ya ...💋💋💋
__ADS_1