
Herman merapikan kamar tamu sebelum di pakai oleh Qinara.
"Biar gue aja yang rapiin kamarnya Om," ucap Qinara menyusul Herman
"Biar gue aja Neng, lo duduk manis aja sambil makan camilan. Kapan lagi ye kan dilayani sama pria tampan se Jakarta Selatan yang ketampanannya melebihi suaminya Raisha," jawab Om dengan bangga
"Iya deh Om Hamish, makasih ya." sahut Qinara
"Iya Neng masama,"
"Tara, Ikan Hiu manjat pohon cemara, Kamarnya sudah bersih Neng, selamat istirahat ya," ujar Herman
"Sekali lagi makasih banyak ya Om udah bantuin Qinara. Bingung bagaimana cara balasnya," sahut gadis itu lieih
"Ikan Hiu makan jeruk Nipis, kalau gak keberatan bagi aja Om Kiss," jawab Herman malu-malu
Mendadak wajah Qinara berubah seketika membuat Herman langsung beranjak dari duduknya.
"Ikan ****** naik ke dada, Ikan Mas Koki lompat ke Pipi, Kissnya lain kali aja, takut bisul gue pecah lagi," sahut Herman kemudian lari meninggalkanya.
Tentu saja Qinara terpingkal-pingkal melihat tingkah kocak Herman.
"Dasar si Om gila," umpat gadis itu.
*********
Base Camp Trio GGS.
"Lama-lama bosen juga ya kita tiap hari ini. Gak ada perubahan, mana sekarang trading lagi lesu mulu, hampir seminggu ini aku belum WD (withdraw) sama sekali," ucap Raja
"Apa kita banting stir aja yuk," sahut Herman
"Jadi apa dong?" tanya Raja
"Youtuber, kayaknya profesi ini yang paling menjanjikan saat ini," sahut Herman
"Bener sih, tapi kan kita harus punya konten yang bagus dan followers yang banyak untuk bosa mendapatkan income Man. Gak sembarangan loh," jawab Deddy
"Bagaimana kalau kita bikin konten prank, kan lagi trend tuh. Dan bisa cepet booming," ucap Herman
"Prank apa nih??" tanya Raja penasaran
"Prank Sultan jadi rakyat jelata gitu, nanti endingnya bagi-bagi duit," sahut Herman
"Terus siapa nih yang mau jadi pemeran utamanya?" tanya Raja
Tiba-tiba saja keduanya langsung menatap kearah Deddy.
"Gue tahu gue Ganteng so jangan pada ngiri. Terus ngapain masih lihatin gue!" ucap Deddy
"Nah itu dia Ded, karena diantara kita bertiga lo yang paling genteng, so... lo yang paling cocok buat jadi tokoh utama dalam prank ini," ucap Raja
"Sial, tapi gue bukan sultan bor, jadi orang mana kenal gue. Kenapa gak Herman aja, sudah ketahuan kan di Crazy Rich Jagakarsa, lah kalau gue cuma Crazy Rich di tingkat keluarga, so si Kumis lebih memiliki nilai jual tinggi. Soal penampilan mah gampang, tinggal bawa ke MUA papan atas , dijamin deh Lo si Anak Sultan Jakarta Selatan akan berubah menjadi gelandangan masa kini," sahut Deddy
"Oklah," sahut Raja
"Gak ok," Jawab Herman
__ADS_1
Ketiganya segera menuju ke sebuah pusat kecantikan ternama di kawasan Jakarta Selatan.
Selama di make over Herman selalu mewanti-wanti agar para make over tidak menyentuh kumisnya.
"Ikan hiu keselek jahe, please jangan sentuh kumis gue," ujarnya sembari menutupi kumisnya.
"Ok, santai aja Cin. Toh aqiqah juga paling suka cowok berkumis, apalagi kumis tipis. Unch jadi gemes pengin narik," jawab seorang stylish dengan gaya bicara khas waria
"Awas kalau berani, gue kempesin tar perut lo,"
"Ih si Om kok lucu banget sih, kirain mau kempesin anu eh ternyata... bikin anu aja deh Om," jawab sang stylish menggodanya
"Sudah selesai Om," ucap lelaki itu
"Bujuug!" seru Herman saat menatap wajahnya di depan kaca.
Lelaki itu benar-benar tak menyangka jika dirinya akan berubah menjadi sejelek itu.
"Gimana Om, udah puas belum dengan hasil make over saya?"
"Gak puas karena gue jadi jelek!" sahut Herman
"Wkwkwk, Om ada-ada saja. Justru semakin jelek semakin Ok dong Om karena gak ada yang ngenalin," jawab lelaki itu
"Awas aja kalau terjadi sesuatu sama gue, lo yang harus tanggung jawab," ucap Herman
"Dih gitu,"
Herman kemudian segera keluar dari ruangan untuk menemui Raja dan Deddy.
"Udah kelar nih Bor, kuylah beraksi!" seru Herman menarik lengan Raja
"Gue Sultan Jagakarsa, masih gak kenal juga lo!" sahut Herman memelintir kumisnya
"Astoge, ini lo Man?" tanya Raja menatapnya dari atas kepala sampai ujung kaki
"Iye donk, siapa lagi Crazy Rich yang punya kumis sexy selain Herman yang rupawan,"
"Gila, gue beneran gak ngenalin lo sumpah!" seru Raja menyunggingkan senyumnya
"Kalau kaya gini bisa sukses ini program prank kita," imbuhnya
"Deddy kemana?" tanya Herman
"Lagi beli rokok dulu dia," jawab Raja
"Firasat gue gak enak nih Ja, gue butuh dia buat mengamankan gue. Secara cuma dia yang bisa menyelamatkan gue kalau ada apa-apa," ujar Herman
"Dih lo ngeremehin gue Man, gini-gini gue juga udah sabuk hitam lo bro, so jangan sekate-kate ama gue," sahut Indra dengan nada tinggi
"Iya deh, kita buktikan saja Baginda Raja," jawab Herman segera melangkah pergi.
Keduanya kemudian menuju ke lampu merah.
"Biar totalitas, lo bawa ini nih buat mengemis di lampu merah sono!" ujar Raja memberikan plastik bungkus permen padanya
"Ok," sahut Herman segera mengambil benda itu dari Raja.
__ADS_1
"Titi Kamal ya Bro, gue merekam lo dari sini biar gak ketahuan setingan," ujar Raja" mempersiapkan kameranya.
"Sip,"
"Kalau ada apa-apa lambaikan tangan aja atau sebut nama Deddy tiga kali," imbuh Raja
"Siap," Herman segera berjalan menuju ke lampu merah.
Lelaki itu segera beraksi saat semua kendaraan mulai berhenti karena lampu merah menyala.
Saat pemuda itu akan beraksi tiba-tiba saja seorang pengendara sepeda motor meludahinya dengan dibarengi caci maki dan umpatan kata-kata kasar padanya.
Herman mencoba sabar, dan berlalu meninggalkan pemuda yang terus mencibirnya. Namun kesabarannya seketika hilang saat pemuda itu kembali memprovokasi pengendara motor lain yang ingin memberinya sedekah.
"Dasar ******, gak bisa didiemin ini mah!" saat ia akan mendekati lelaki itu, lampu hijau menyala membuatnya tak bisa membalas pemuda itu.
"Sial, apes banget sih gue!" pekiknya sembari mengusap peluh di wajahnya
Tidak lama seorang lelaki bertubuh kekar menyekapnya dan membawa ia kesebuah gang sepi.
Herman terkejut saat mendapati dirinya berada di tengah-tengah kawanan preman.
"Hei anak baru, siapa lo beraninya ngemis di daerah kekuasaan gue. Udah ijin belum lo, udah bayar pajak belum lo!" cecar seorang lelaki bertubuh kekar memberondongnya dengan puluhan pertanyaan
"Sorry gue gak tahu bro, kebetulan gue baru datang dari kampung dan gak punya uang buat makan jadi ya terpaksa gue ngemis di pinggir jalan," sahut Herman
"Enak banget lo, emang itu daerah milik nenek moyang lo!" hardik lelaki lainnya segera mendongakkan wajahnya.
"Emang bukan sih, tapi bukan punya lo juga kali," jawab Herman
"Wah nantangin dia!" seru salah seorang dari mereka kemudian melepaskan tinjunya ke wajah Herman
*Buuggghhh!!!
"Habisi saja dia!" seru yang lain
Kali ini Herman gak tinggal diam, saat para preman itu merangsek maju, ia segera memasang kuda-kuda dan menepis semua serangan dari mereka.
Meskipun memiliki ilmu beladiri yang lumayan mumpuni, tetap saja Herman tak akan bisa menang jika melawan puluhan preman sendirian.
Tahu peluangnya hanya lima puluh persen, lelaki itupun berusaha melarikan diri dari tempat itu saat berhasil mengecoh musuh-musuhnya.
"Nah kena kau!" seru salah seorang preman saat berhasil menghadang Herman
"Asam di gunung, garam di kuali, hadeeh teman-teman pada kemana sih!" keluh Herman
Seorang lelaki menghampirinya dengan belati di tangannya.
"Sekarang tamatlah riwayat mu anak muda!"
Ya Allah tolong Herman ya Allah, kirimkanlah padaku seorang malaikat penolong. Aku janji jika dia seorang laki-laki maka akan aku angkat jadi saudara, jika perempuan baik perawan atau janda maka akan aku jadikan istri gue.
Herman masih memejamkan matanya sambil mulutnya komat-kamit membaca doa, membuat para preman itu menertawakannya.
"Kayaknya dia emang gak waras deh, jadi bunuh saja gak papa, gak bakalan ada yang nyariin dia. Jadi pasti aman!"
Saat seorang preman akan menikamnya tiba-tiba sebuah tendangan keras menghantam kearahnya hingga ia jatuh terhempas ke selokan.
__ADS_1
"Ikan hiu makan Rambutan, Yes Wonderwoman gue sudah datang!" seru Herman bahagia