OM Jangan Gila

OM Jangan Gila
Kena Razia


__ADS_3

Qinara berjalan gontai meninggalkan tempat kerjanya. Gadis itu hanya bisa menghela nafas panjang setelah mendengar makian dari bosnya.


"Ya ampun gini banget hidup, coba gue dulu sekolah tinggi atau jadi anak berprestasi setidaknya gue bisa dapat pekerjaan yang lebih baik dari SPG," keluhnya.


Seketika gadis itu menghentikan langkahnya saat melihat seorang pemuda di keroyok preman.


"Kebetulan nih, pas lagi kesel ada pelampiasan," ucap gadis itu tersenyum sinis


Ia segera bergegas menghampiri mereka.


Kalau biasanya Crazy Rich kalau lagi gabut ada yang beli mobil jam tiga pagi, nyawer gamer satu setengah Milyar, Liburan ke Turki cuma buat foto cosplay bungkus mie instan, nah gue kalau lagi gabut pelampiasannya hajar orang.


Gadis itu menarik nafas dalam-dalam dan mengumpulkan segala tenaga dalamnya.


"Sekarang tamatlah riwayat mu anak muda!"


Ya Allah tolong Herman ya Allah, kirimkanlah padaku seorang malaikat penolong. Aku janji jika dia seorang laki-laki maka akan aku angkat jadi saudara, jika perempuan baik perawan atau janda maka akan aku jadikan istri gue tapi dengan syarat masih muda, cantik jelita dan anak orang kaya.


Herman masih memejamkan matanya sambil mulutnya komat-kamit membaca doa, membuat para preman itu menertawakannya.


"Kayaknya dia emang gak waras deh, jadi bunuh saja gak papa, gak bakalan ada yang nyariin dia. Jadi pasti aman!"


Saat seorang preman akan menikamnya tiba-tiba sebuah tendangan keras menghantam kearahnya hingga ia jatuh terhempas ke selokan.


"Ikan hiu makan Rambutan, Yes Wonderwoman gue sudah datang!" seru Herman bahagia


"Oi, punya nayawa berapa lo berani ikut campur urusan kita!" hardik salah seorang preman mendekati Qinara


"Gak banyak sih Om, cuma satu." jawabnya enteng


"Dasar jal*ng sialan, kuy hajar!" seru lelaki itu dengan tatapan bengisnya


Semua preman-preman itu merangsek maju menyerang Qinara. Bak seorang aktor laga gadis itu tampak gesit menghindari semua serangan lawan-lawannya. Ia bahkan berhasil menjatuhkan satu demi satu preman-preman itu.


Melihat Qinara berjuang sendirian membuat Herman segera membantunya.


Keduanya kemudian bersama-sama menjatuhkan preman-preman itu satu demo satu.


"Thanks ya atas bantuannya," ucap Herman mengulurkan tangannya


"Sama-sama," jawab Qin menyambut tangannya


"Emang kenapa lo sampai di gebukin sama mereka?" tanya Qinara


"Biasalah mbak, saya kan baru datang dari kampung, dan belum punya kerjaan jadi cari uang di pinggir jalan buat makan," jawab Herman


Qinara yang tak mengenali Herman, hanya mengangguk pelan mendengar jawaban pria itu.


"Terus gimana udah dapat berapa?" tanya gadis itu


"Boro-boro mba, orang Saya baru mulai langsung ditangkap sama mereka, jadi ya belum dapat apa-apa," sahut Herman

__ADS_1


"Oh gitu, btw lo udah makan belum?" tanya Qinara


"Belum Mbak," jawab Herman singkat


"Yaudah kalau kita ikut gue, kita cari makan dulu sebelum lo mulai kerja lagi,"


Herman hanya terdiam saat mendengar tawaran wanita itu. Dia benar-benar tak mengira jika selain cantik parasnya ternyata Qinara juga pribadi yang baik hati.


Bener-bener paket komplit, tapi sayang kamu milik orang Qin.


Qinara kemudian menghentikan langkahnya di depan Gerai Mang Donald.


"Kuy masuk, jangan bengong aja!" serunya saat melihat Herman hanya berdiri didepan pintu


"Saya nunggu di sini aja Mbak, gak enak kalau ikut masuk,"


"Yaudah kamu tunggu sini ya, biar aku pesenin dulu," ucap Qinara menepuk bahunya


"Baik," jawab Herman mengangguk pelan


Tidak lama Qinara datang membawa satu kantong makanan dan diberikannya kepada Herman.


"Terimakasih Mba, tapi ini kebanyakan," jawab Herman


"Makan saja sama teman-teman kamu, gak mungkin kan lo makan enak sendirian!" sahut gadis itu menyunggingkan senyumnya


"Wah Mbak baik banget, sekali lagi terimakasih," ucap Herman sumringah


"Sama-sama," jawab gadis itu kemudian berlalu pergi meninggalkannya.


Herman seketika keheranan saat melihat beberapa pedagang kaki lima di trotoar jalan segera berlari meninggalkan barang dagangannya.


"Ada apa sih kok jadi pada lari-lari gini!"


"Cepat amankan barang dagangan kalian, SATPOL PP datang!" seru seorang lelaki memberikan peringatan


"Oh ada POL PP toh," ucap Herman tanpa berpikir panjang.


Tiba-tiba ia meronta-ronta saat seorang satpol PP menangkapnya.


"Apa-apaan ini!" serunya mencoba melepaskan diri


"Jangan melawan atau aku akan memborgol mu!"


"Eh Bang, gue bukan pengemis atau gelandang, gue ini Herman Kalla Senja Crazy Rich Jagakarsa!" seru Herman mencoba menjelaskan jati dirinya


"Mana buktinya!" tantang Sang Pol Pp


"Wait," ucap Herman kemudian merogoh kantong celananya.


Buseet, gue lupa ponsel sama dompet gue titipkan sama si Raja. Ah sial banget deh, gimana caranya gue melepaskan diri dari mereka. Gak lucu dong masa gue harus di gelandang ke Cipayung sih,

__ADS_1


"Bang, boleh pinjem hpnya buat nelpon emak gue?" ucap Herman


"Lah katanya Crazy Rich masa handphone aja kagak punya, gimana gue percaya coba,"


"Swear Bang gue gak bohong, ponsel sama dompet gue dibawa temen, karena gue lagi bikin konten prank di lampu merah. Nah kalau gue pengemis mana mungkin gue bisa beli makan siang di Mang Donald," sahut Herman


"Wah kalau itu sih bisa aja, wong pengemis itu duitnya lebih banyak dari saya. Sudahlah jangan banyak bicara, kalau mau nelpon orang tua lo di Cipayung saja ya," sahut Sang Petugas kemudian menggelandangnya ke mobil Patroli.


Setibanya di pantai sosial Cipayung.


"Lo dari mana sih sampai KTP aja gak punya. Padahal penduduk musiman aja ada punya masa lo gak ada sih," cibir petugas Dinas Sosial


"Kan sudah aku bilang tadi Bang, gue lagi nyamar. Dompet sama ponsel gue titipkan sama teman." jawab Herman dengan Nada tinggi


"Ok mari kita buktikan, kalau kamu punya keluarga dan bisa menebus lo. Baru deh kamu kami keluarkan,"


"Yaudah berikan telponnya," sahut Herman


Petugas itu kemudian mempersilakan Herman menelpon keluarganya.


Satu jam kemudian Siti datang mengunjunginya bersama gebetannya Om Bridav.


"Mak!" seru Herman langsung berjalan menghampirinya


"Astagfirullah, maaf tong gue bukan Emak lo, lo salah orang kali," sahutnya kemudian melipir pergi meninggalkan Herman


"Mak Siti Jamilah ( Janda milenial nan Soleha), gue Herman anak semata wayang lo yang gantengnya melebihi Hamish Daud!" seru Herman membuat Mak Siti seketika menoleh kearahnya.


"Masa sih lo anak gue, perasaan anak gue itu ganteng banget deh kenapa tiba-tiba berubah jadi hancur gini," ucap Siti meraba-raba wajah Herman


"Gue kan lagi nyamar Mak, lah kalau gue tampan mah mana ada satpol PP yang nanggkep Herman. Yang ada tante-tante girang oada minta jadi gebetan eaaaa!" sahut Herman


"Ikan Patin makam gorengan, kalau lo beneran Herman coba buktikan," tantang Siti


"Ika Hiu makan Soto Kuali, masa Emak gak percaya sama anak sendiri," sahut Herman


"Bentar, Kalau beneran lo emang Herman anak kesayangan gue, coba sebutkan artis Idola Herman?" tanya Emak


"Miyabi," bisik Herman


"Ikan Hiu masuk kedalam nampan, gak salah lagi emang lo Herman," ujar Siti memeluknya


"Ikan hiu naik ke puncak, kenapa baru sadar sekarang sih emak!" sahut Herman


"Abis gimana, pikuran emak selalu bercabang kalau ada bang Bri Sayang, eaaa!"


"Ikan ****** naik ke dada, ih Neng bikin abang deg-degan aja," sahut Bridav


"Ikan ****** naik ke atas kasur, abang juga selalu bikin Neng gak bisa tidur," sahut Siti


"Ikan hiu makan kue moci, idih mulai bucin lagi," ucap Herman

__ADS_1


"Ikan Hiu makan ketan, sekali-kali bucin boleh dong Man," sahut Siti


"Ikan Hiu nyemplung ke sumur, Idih emak inget umur!" cibir Herman


__ADS_2