
Sebuah saung dengan nuansa sunda sengaja dipilih Herman untuk mengajak Qinara makan.
Suara musik khas tanah Pasundan di iringi gemericik air mancur membuat suasana saung semakin romantis.
Herman sengaja memilih sebuah saung di tengah-tengah kolam ikan agar bisa memandangi ikan sembari menyantap makanannya.
"Enak banget ya suasana di sini, cozy banget serasa ada di Bandung," ucap Qinara menikmati pemandangan sekitar kolam ikan.
"Kamu pasti sering ya datang kesini?" tanya Qinara
"Gak juga, cuma suka aja makan disini," jawab Herman
"Kamu mau pesan apa ?" tanya Herman
"Gurame asam manis, cah kangkung, sama sop buntut, minumnya jus alpukat aja," ucap Qinara kemudian meletakkan buku menunya
"Tambah cumi saos Padang, lalapan sayur asem sama tempe mendoan ya mbak," ucap Herman
"Minumnya apa A?" tanya pelayan itu
"Air mineral dua, sama jeruk anget ya,"
"Baik, ditunggu ya," ucap sang pelayan
__ADS_1
Setengah jam kemudian semua menu yang mereka pesan pun sudah tersaji di atas meja. Tanpa malu-malu Qinara segera menyantap makanannya dengan begitu lahapnya
"Pelan-pelan Neng, awas keselek," ujar Herman menggodanya
"Hehehe, iya Om."
"Santai saja jangan buru-buru, agar aku bisa lama-lama berdua denganmu," ucap Herman seketika membuat Qinara tersedak
"Uhuukk!!"
"Sudah dibilang kan pelan-pelan Neng, santai saja gue gak bakal ninggalin lo kok," ujar Herman kemudian membersihkan sisa makanan yang menyembur di pipi gadis itu.
Qinara hanya terdiam sembari menatap lekat wajah Herman.
Sementara itu di kediaman Indra,
"Cari tahu pakai broker mana yang di pakai Herman?" Selidik Indra
"Memangnya kenapa kau begitu ingin mengetahui tentang pria itu,"
"Aku penasaran saja, bagaimana trader pemula seperti dia bisa memiliki banyak uang," ujar Indra menerawang
"Bisa jadi karena orang tuanya kaya, atau punya bisnis lain selain bermain forex," sahut sahabatnya
__ADS_1
"Aku dengar dari Qin jika dia adalah Crazy Rich Jagakarsa, tapi aku tidak terlalu yakin. Apalagi dengan penampilannya yang sedikit urakan." ujar Indra
"Dia memakai broker yang sama dengan Qinara, tapi sebaiknya kamu jangan berurusan dengan dia, jika tidak ingin tertangkap polisi," jawab pria itu
"Tidak bisa, aku harus membuat perhitungan dengannya karena ia sudah merebut Qin dariku, sampai kapanpun aku tidak akan memaafkannya sebelum ia meninggalkan Qin dan meminta maaf padaku. Aku pastikan ia akan menyesal karena sudah berurusan dengan Indra,"
*******
Malam itu Qinara tak bisa memejamkan matanya, gadis itu masih mengingat sikap manis Herman saat di rumah makan.
Seumur hidup baru kali ini ada lelaki yang memperlakukan aku begitu manis.
Apa aku mulai menyukainya??. Ah tidak boleh, ingat Qin lo gak boleh jatuh cinta padanya. Kamu harus mendapatkan sesuatu yang selama ini kau perjuangkan dengan gigih..
Tidak lama kemudian gadis itu mulai memejamkan matanya.
"Ikan hiu makan nasi sebakul, Neng Qinara I Love you Full!" seru Herman memberikan bucket mawar merah padanya.
Qinara begitu terkejut saat Herman menyatakan perasaannya pagi itu.
"Ah....om membuat aku kaget saja," jawabnya sembari menggaruk-garuk kepalanya
"Kamu tak perlu menjawabnya sekarang Qin, jangan terlalu terbebani. Aku hanya ingin menyampaikan perasaan ku saja. Karena cinta itu seperti kentut, dinyatakan bikin malu apalagi kalau di tolak. Tapi kalau dipendam malah bikin sakit perut, so aku nyatakan saja hari ini, karena aku gak kuat Qin. Mules!" seru Herman membuat Qinara terkekeh seketika
__ADS_1