
Semenjak Nisa koma, Herman selalu menemani Zahra menjaga gadis itu di rumah sakit.
Kesetiaan Herman membuat gadis itu semakin memantapkan hatinya untuk menjadi istrinya.
"Neng, menurut kamu kita nikah duluan apa emak duluan?" tanya Herman
"Emak aja duluan Om, sans aja aku selalu setia menunggumu kok," jawab gadis itu tersipu
"Tapi aku juga udah gak sabar mau menjadi imam kamu Neng,"
"Sebaiknya kita jangan buru-buru, nikmati aja masa pacaran kita," jawab Zahra
"Ikan hiu makan buah mangga, kalau neng udah bicara begitu aku bisa apa,"
"Sabar ya sayang, orang sabar di sayang pacar," jawab Zahra
"Kuy," ucap Herman memberikan pipinya
"Diih apaan sih!"
"Katanya mau disayang??" jawab Herman
"Bukan sayang itu om,"
"Terus,"
"Di sayang lah pokoknya," jawab Zahra
"Oh gitu, padahal sayangkan harus ada bukti,"
"Ada kok buktinya," jawab Zahra
"Mana??" tanya Herman
Zahra kemudian menampar wajah Herman, membuat lelaki itu langsung terkejut.
"Kok ditampar sih Neng, sakit tahu," jawab Herman dengan mimik sedih
"Sakit itu keliatan gak om?" tanya Zahra
"Gak,"
"Nah betul, sama seperti rasa sakit yang tidak terlihat tapi bisa dirasakan. Begitupun rasa sayang, tidak terlihat namun bisa dirasakan. Karena sayang itu dari hati maka hanya bisa dilihat oleh hati," terang Zahra
"Wah super sekali, aku sampai terpukau mendengarnya," jawab Herman
"Ah abang bisa aja,"
"Bisa dong, apa sih yang gak buat Zahra, eaaa!"
Karena waktu sudah malam Herman kemudian pamit pulang.
Setibanya di rumah, Siti sudah menunggunya di depan pintu.
"Ikan Hiu baca koran di beranda, gimana neng apa jawaban neng zahra?" tanya Siti
"Ikan Nila mandi kecebur got, dih emak gak sabar amat!" sahut Herman
"Iya nih, gak sabar nunggu kabar bahagia,"
"Dih segitunya,"
"Ikan hiu makan manisan mangga, maklum mak udah gak sabar melepas status janda,"
"Dasar ganjen, orang mah aku ditawari makan dulu baru di tanya, lah ini baru juga nyampe udah di interogasi,"
"Yaudah ayok makan dulu,"
Siti kemudian menggandeng Herman menuju ruang makan. Setibanya di sana herman terkejut saat melihat Bang Bri ada disana.
__ADS_1
"Ikan ****** nempel di pipi, nih ngapain kang semen ada dimari!" cibir Herman
"Ikan sepat di masak gulai, tentu saja menemani emak yang aduhai,"
"Astoge, dari tadi kalian berduaan??" tanya Herman terkejut
"Kata siapa kita berdua, bertiga kali," sahut Bridav
"Yang ketiga emang siapa bang?" tanya Siti
"Hantu yang tersipu malu karena melihat kemesraan kau dan aku eaaaa," jawab Bridav membuat siti tertawa
"Dih alay!" cibir Herman
"Ikan cue enaknya dibikin pesmol, gak masalah gue alay asal dicintai janda bahenol,"
"Siapa yang bahenol??" tanya Herman membulatkan matanya
"Guelah masa siapa lagi," jawab Siti tersipu-sipu
"Bahenol darimananya, kaya pernah lihat aja!" cibir Herman
"Udah dong," sahut Bridav membuat Herman langsung melotot
"Astoge emaaaakkkk!!" teriak Herman membuat Siti dan Bridav tertawa terbahak-bahak
**********
Keesokan harinya, Herman segera menemui Event organizer untuk memesan paket pernikahan untuk Siti.
"Benaran Mak Siti mau nikah lagi?" tanya Raja
"Beneran Ja,"
"Emangnya lo setuju?" tanya Raja lagi
"Tentu saja gue setuju jika emak bahagia," jawab Herman
"Siapa bilang gue anak sholeh, gue anak bapak gue lah sembarangan aja," jawab Herman membuat semua orang yang ada di sana tertawa mendengarnya
Keduanya kemudian segera menuju rumah sakit setelah menyelesaikan transaksi mereka.
Herman Begitu bahagia saat melihat Nisa sudah sadarkan diri.
"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga Nis," ucap Herman
"Alhamdulillah, Terimakasih sudah membantu Zahra menjaga ku selama ini," jawab Nisa
"Gak usah sungkan, bagaimana keadaan mu sekarang?" tanya Herman
"Alhamdulillah sudah membaik, dokter juga sudah mengijinkan aku untuk pulang sore itu ini," jawab Nisa
"Kalau gitu sekalian aja, aku akan mengantarmu pulang," jawab Herman
Ia kemudian membantu membereskan barang-barang Nisa dan mengantar gadis itu pulang ke rumahannya.
Herman kemudian memberikan undangan kepada keluarga nisa untuk datang ke pernikahan ibunya.
"Insya Allah kita datang kok Man,"
"Terimakasih Ibu, semoga bulan depan aku dan Za segera menyusul ya," ucap Herman
"Aamiin,"
"Tapi bukannya gak boleh ya menikah setahun dua kali?" tanya Zahra
"Kalau Herman nikah dua kali dalam setahun ya gak boleh Za, tapi kalau keluarga dia menyelenggarakan pernikahan dua kali setahun gak masalah, asal mampu," jawab Nisa
"Wah bener banget tuh Nis, setuju!" celetuk Herman
__ADS_1
"Tapi aku belum siap gimana Om," jawab Zahra
"Belum Siap apa si Neng?" tanya Herman
"Belum siap menjadi orang ketiga diantara kamu dan ibumu, eaaaa!"
"Sue,"
"Jadi gimana Neng, kamu siap apa gak?" tanya Herman
"Ikan Hiu makan selada, Tentu saja aku selalu siap menikah dengan kakanda," jawab Zahra
"Alhamdulillah akhirnya jadi juga gue nikah???" ucap Herman Begitu bahagia
"Kalau Herman nikah berarti tinggal gue dong jomblo," ucap Raja
"Biar gak jomblo gimana kalau lo sama Nisa aja," ucap Herman
"Tapi Nisanya mau apa gak sama gue," jawab Raja
"Bentar aku tanya dulu," jawab Zahra
Nisa terus menggelengkan kepalanya saat Zahra memintanya untuk menerima Raja sebagai calon suaminya. Zahra tidak putus asa, dia terus meyakinkan gadis itu agar mau menerima cintanya.
Karena khawatir merasa gagal Raja hanya menundukkan kepalanya.
"Kamu kenapa Ja?" tanya Herman
"Grogi,"
"Grogi kenapa?"
"Takut do tolak," jawab Herman
"Ikan sepat minum jamu, kalau cuma ditolak ngapain mulu. Mending lo tanya sendiri orangnya mau gak jadi istri kamu,"
"Ok, aku coba,"
"Ikan Nila makan buah markisa, Neng Nisa mau kah kamu jadi permaisurinya Raja?" tanya Raja
"Bales Nis!"
"Ikan Nila main layangan ke papua, kalau Bang Raja emang beneran ya gue sih mau aja," jawab Nisa
"Alhamdulillah, makasih Nisa, Insya allah gue beneran kok bukan boonganb," sahut Raja
"Alhamdulillah kuylah kita nikah bareng Ja!" tanya Herman
"Nah gitu kan akur, aku doakan kalian berdua semoga berjodoh dan dimudahkan segala urusannya untuk mempersiapkan pernikahan kalian,"
"Aamiiin,"
******Tamatt****"
Terimakasih teman-teman yang sudah setia membaca Novel Om Jangan Gila. Meskipun di akhir ceritanya sedikit Berbeda mudah-mudahan kalian terhibur ya.
Ikan hiu makan buah nangka, jangan lupa baca novel Zahra yang lainnya.
Kalau ada sumur di ladang
bolehlah kita menumpang mandi
Kalau ada novel baru zahra, jangan lupa kamu baca lagi.
Sekali lagi terimakasih ya semuanya, terimakasih like komennya, makasih juga vote dan giftnya.
Ikan ****** nempel di dada, Terimakasih kawan-kawan semua
Ikan Nila main sepatu Roda
__ADS_1
see u di novel zahra berikutnya ❤️❤️