Operation Love

Operation Love
Mencoba move on


__ADS_3

Sidney tidak menyangka pria yang kini menjadi suaminya itu sangat menghargai pernikahan mereka. Meski belum adanya cinta namun ia berniat akan membahagiakan Sidney. Menjadikannya satu- satunya ratu dalam hidupnya.


Aku nggak nyangka di balik sikap galak nya ia menyimpan kesedihan seperti yang ia rasakan. Menunggu jodoh orang itu rasanya membuat dada ini sesak.


" Setelah ini kau harus meninggalkan pekerjaan mu,tugas mencari nafkah biar aku saja. Kalau kamu bosan kamu bisa mengunjungi mom," usul Reyhan.


Sidney mulai bimbang,menjadi seorang dokter bedah adalah cita-citanya sejak dulu. Namun setelah menikah ia dilarang untuk menjadi dokter.


" Kau tahu? menjadi dokter adalah cita-citaku sejak dulu. Aku selalu ingin dapat menyelamatkan orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Tapi sekarang kau malah melarang ku untuk melakukannya," protes Sidney sambil merenggut.


" Baiklah istriku,apabila itu maumu. Tapi ingat ketika kamu hamil kamu harus berhenti dari pekerjaan itu," tegas Reyhan membuat Sidney terkekeh.


" Terimakasih,karena kau sudah pengertian kepada ku," ucap Sidney. Reyhan mengecup kening istrinya,ia lalu merapikan peralatan makan bekas makan Sidney kemudian membawanya kembali ke dapur.


Sidney merasa tidak enak, seharusnya ia yang melayani Reyhan. Namun ini malah dia yang di layani oleh suaminya itu.


Namun ia sungguh tidak dapat bangkit dari tempat tidur,kakinya terasa lemas Reyhan benar-benar sudah ketagihan dengan tubuh istrinya.


Sidney berharap ia dapat melupakan Kean dan mulai belajar mencintai Reyhan suaminya. Reyhan saat ini sedang mencuci piring,ia terkekeh mengingat ia yang kini sudah candu dengan tubuh Sidney.


Apakah kini ia sudah bisa move on dari Cleo? Memang sulit untuk melupakan orang namun Reyhan akan berusaha agar ia tidak menyakiti Sidney kedepannya.


Berbeda dengan Sidney dan Reyhan,saat ini Aldi sedang di ospek oleh kakak ipar nya eh salah calon kakak ipar.


Aldi meminta cuti untuk tidak bekerja selama beberapa hari kedepan. Ia saat ini sedang di kerjain oleh Andre kakak Audrey. Seharian ini ia harus bolak-balik naik turun tangga hanya untuk meminta tanda tangan dewan direksi dan para senior lainnya.


Andre terkejut ketika Audrey memperkenalkan calon suami kepadanya. Pria itu pria menyebalkan yang tempo hari marah- marah tidak jelas di depannya. Ia ingin melihat sebesar apa cinta pria yang ingin menikahi adiknya tersayang.


" Ini laporannya bang,semua sudah sesuai dengan apa yang Abang suruh," ucap Aldi sambil ngos-ngosan. Bagaimana tidak,ia berkali-kali naik turun tangga membuat nafasnya tersengal.


Kalau bukan karena cintanya kepada Audrey begitu besar,ia akan melambaikan tangan mengatakan tidak sanggup. Pria ini begitu perfeksionis membuat Aldi harus lebih teliti darinya. Kesalahan sedikit saja,ia pasti akan dapat menemukannya.

__ADS_1


Andre menutup berkas yang baru saja ia baca,tidak ada satupun kesalahan yang dapat ia cari untuk mengerjai pria yang kini berada di hadapannya.


" Baiklah,sudah jam makan siang kau boleh berisitirahat," ucap Andre membuat Aldi dapat bernafas lega.


" Baiklah kalau begitu aku permisi,Audrey sudah menunggu di bawah," pamit Aldi kepada calon kakak iparnya.


Andre mengangguk,kemudian Aldi pergi meninggalkan ruangannya. Ia berjalan menuruni anak tangga untuk bertemu dengan pujaan hatinya yang menunggunya di kafe depan perusahaan.


Audrey saat ini sedang menunggu Aldi yang sedang bekerja di perusahaan Daddy nya. Ketika ia sedang duduk sendiri tiba-tiba seorang pria tampan menghampirinya.


" Hai cantik,boleh aku duduk sini?" tanya pria itu. Audrey mendongak menatap pria yang kini berada di depannya. Pria itu ternyata Willy,Willy tanpa sengaja melihat Audrey duduk sendirian oleh karena itu ia menghampirinya.


Belum sempat Audrey menjawab tak lama kemudian Aldi datang menghampiri. Ia duduk di kursi yang hendak Willy tempati tadi. Aldi tersenyum tanpa dosa kepada pria itu, sementara Willy menatapnya dengan tatapan tidak suka.


" Hai,tuan Willy! Ada keperluan apa anda menemui calon istriku?" tanya Aldi dengan nada tidak bersahabat.


Calon istri? Willy terkejut ketika mendengar ucapan Aldi yang mengklaim Audrey sebagai calon istri nya.


" Ya sudah,kalau itu mau mu sini bergabung bersama kami," ajak Aldi membuat Audrey tercengang mendengarnya. Namun ia tahu sepertinya Aldi merencanakan sesuatu oleh karena itu ia mengajak Willy untuk bergabung.


Willy duduk di samping Audrey sementara Aldi duduk di di depan Audrey. Mereka memesan makanan masing- masing.


" Kau yakin tetap ingin menjadi setan diantara kami?" tanya Aldi tersenyum menyeringai.


" Enak saja,aku manusia bukan setan," gerutu Willy kesal.


" Kau tahu kan ketika ada orang sedang berpacaran yang ketiga setan," sarkas Aldi sambil menatap tajam kearah Willy.


Tak lama kemudian makanan mereka telah sampai,Aldi dan Audrey makan saling menyuapi. Mereka benar-benar mengabaikan Willy yang berada di antara mereka.


" Kamu suka ini nggak sayang?" tanya Aldi sambil menyuapi Audrey.

__ADS_1


" Suka banget," jawab Audrey mengulas senyum.


Aldi mengusap noda saus di bibir Audrey membuat Will kesal melihat kemesraan mereka.


" Sengaja banget belepotan gini? minta di sun ya? ada orang lain sekarang?" terlihat seperti berbisik-bisik namun suara Aldi terdengar oleh Willy.


Willy mendengus kesal,ia saat ini seperti saksi bisu kisah cinta mereka. Ia dengan malas menaruh sendok dan garpu di atas makanan yang sejak tadi belum di sentuh.


" Aku pamit duluan,nanti aku yang bayar makanan nya," ketus Willy kesal lalu bangkit dari tempat duduknya.


" Nggak usah,aku masih mampu kok buat bayar semua bahkan buat beli resto ini untuk calon istri ku," elak Aldi terdengar sombong.


Willy malas berdebat ia memilih pergi meninggalkan mereka. Aldi dan Audrey terkekeh melihat tampang Willy yang kesal.


" Kamu emang ada uang buat beli restoran ini?" tanya Audrey penasaran.


" Nggak ada,sombong aja dulu urusan duit nya bisa di cari," balas Aldi membuat Audrey tergelak.


" Iya ya kamu benar sayang," Audrey lalu menyuapi kekasih nya itu.


" Tadi kak Andre nyusahin kamu ya?" tanya Audrey selidik.


" Nggak kok,lagian kan ini awal buat aku," jawab Aldi. Ia tidak mau menceritakan apa yang Andre perbuat kepadanya. Urusan Andre biarkan menjadi urusan nya, Audrey tidak perlu mengetahuinya.


" Kalau kamu nggak sanggup bilang aja,nanti aku bilang sama Daddy kalau kamu lebih menyukai menjadi dokter daripada kerja di kantor," ucap Audrey serius.


" Serius nggak apa-apa,ini akan menjadi pengalaman buat ku. Kau tidak perlu khawatir,kakak mu melakukan semua ini demi kebaikan kita," bela Aldi.


Audrey tersenyum senang ia bersyukur Aldi tidak takut atau mundur hanya karena sang kakak.


.......

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗


__ADS_2