
Sidney menatap tajam kearah pria yang saat ini sedang ia obati luka nya. Pertama kali nya ia mendapatkan pasien cerewet seperti nya. Pria itu mengatakan ia harus mencari wanita yang ia sukai sejak lama. Lalu apa urusannya dengan Sidney? Sidney tidak peduli ia ingin bertemu dengan siapa. Yang pasti saat ini ia harus menurut ketika di obati.
" Jangan galak-galak Dok,nanti Dokter nggak ada yang suka. Padahal dokter cantik lho, apalagi kalau tersenyum. Cuma sayang hati saya sudah terpatri untuk seorang Cleopatra," ucap pria itu dengan penuh percaya diri.
Pria itu adalah Reyhan Salim seseorang yang mencari Cleopatra adiknya Kavin. Sidney mendelik menatap tajam Reyhan.
" Tuan,saya tidak peduli anda mau menyukai siapa bukan urusan saya. Yang jelas jangan menghambat saya melakukan tugas saya mengerti," ucap Sidney dengan tegas.
" Lain kali kalau tidak sabar untuk di obati,obati luka anda sendiri," sambung nya lagi.
Tiba-tiba saja Sidney tersandung oleh tas milik pasien membuat nya terjatuh mengenai Reyhan. Tanpa sengaja Reyhan memeluk nya,Reyhan meringis kesakitan karena tertimpa tubuh Sidney.
Sidney bangkit untuk berdiri, " Dasar pasien mesum, maen peluk seenaknya," protes Sidney marah.
Reyhan pun membenarkan posisi nya menjadi duduk,ia menatap Sidney tak kalah kesal nya. Di sini dia yang kesakitan tapi dia juga yang di marahi.
" Hey Dokter galak! Kamu nggak sadar apa kamu yang menindih badan aku. Aku yang sakit kok kamu yang sewot," ketus Reyhan kesal.
" Kamu lagian menaruh tas kamu di mana saja," kilah Sidney.
" Kau saja yang berjalan tidak melihat," gerutu Reyhan.
Sidney memilih untuk keluar dari ruangan daripada harus terus berdebat dengan pasien itu.
Di sisi lain,Aldi merasa frustasi semenjak Audrey menjauhi nya. Tak ada lagi suara cempreng yang selalu menelepon nya pagi-pagi. Tak ada lagi canda tawa Audrey, hari - hari Aldi sungguh kosong tanpa semua itu.
Bahkan kini wanita nya tidak pernah lagi tersenyum manis kepada nya. Mungkin ini yang di rasakan Audrey dulu ketika ia selalu mengabaikan Audrey.
Namun Aldi tidak akan menyerah,Aldi terus mengejar kembali cinta Audrey. Ia sangat yakin kekasih nya itu memiliki alasan mengapa ingin mengakhiri hubungan ini. Biasanya Audrey yang melakukan hal ini,kini Aldi yang melakukan nya.
__ADS_1
Aldi datang menemui Audrey di butik milik nya,ia membawakan kopi kesukaan Audrey dengan cake favoritnya.
" Pagi sayang! aku bawa kopi dan Cake favorit kamu. Kamu pasti suka," ucap Aldi sambil menaruh kopi dan cake tersebut di meja dekat sofa yang terletak di dalam ruangan kerja Audrey.
Audrey menatap tajam ke arah pria yang ia cintai,semakin Audrey menjauhi pria ini malah semakin mendekat.
" Al,kita udah putus. Berhenti melakukan hal seperti ini," cetus Audrey sambil memalingkan wajahnya.
Ia tidak berani menatap wajah Aldi, ketika ia menatap wajah tampan pria itu ingin sekali ia memeluk nya. Mengadukan segala gundah di hati ini,namun ia tidak ingin membuat Aldi bersedih karena nya.
Untungnya hari ini Aldi sedang libur bekerja,sehingga ia dapat leluasa mengikuti Audrey kemana pun. Tiba-tiba saja Aldi melihat sebuah borgol yang entah siapa yang menaruh nya di atas meja kerja Audrey.
Ketika Audrey sedang sibuk membuat sketsa Aldi memakai kan borgol itu ke tangannya dan juga tangan Audrey.
Audrey membelalakkan kedua matanya,seolah de Javu kini mereka kembali terikat bersama oleh sebuah borgol.
" Kau??" sentak Audrey kesal.
" Hari ini aku harus bertemu klien penting Al," ucap Audrey berdecak sebal. Ia mendelik menatap pria yang saat ini tersenyum tanpa dosa .
" Biar aku temani sayang," ucap Aldi dengan senyum manisnya berharap pertahanan Audrey runtuh. Aldi rela di apakan oleh Audrey asal kan ia kembali seperti semula tidak jutek dan dingin lagi kepada nya.
Audrey kesulitan untuk bergerak karena salah satu tangannya terikat dengan Aldi. Sementara ia tidak sempat mencari kunci borgol itu. Ia tidak habis pikir,kenapa dulu ia menaruh benda seperti itu di dalam ruangannya.
Aldi mengambil kesempatan untuk memeluk Audrey dari belakang,ia merindukan pelukan wanita ini. Sudah beberapa hari ini ia tidak mendapatkan vitamin cinta yang selalu ia berikan.
Siang ini Audrey kedatangan tamu VIP,dia adalah seorang pria tampan yang selalu mengidolakan Audrey. Willy Davidson pengusaha di bidang fashion yang selalu mengirimi Audrey bunga.
" Selamat siang nona Audrey," sapa Willy dengan senyum mengembang,namun senyuman nya memudar ketika ia melihat seorang pria tampan berdiri di dekat Audrey.
__ADS_1
Bahkan uluran tangan Willy pria itu yang menerima nya bukan Audrey.
" Siang tuan Willy," balas Audrey tersenyum kikuk.
" Anda siapa ya?" tanya Willy kepada Aldi.
" Saya Calon suami nona Audrey," jawab Aldi santai.
" Calon suami? really?" tanya Willy seolah tidak percaya dengan ucapan Aldi.
" Kau tidak percaya? lihat lah bahkan Audrey tidak ingin berpisah dengan ku," jawab Aldi sambil menunjukkan kedua tangan mereka yang di borgol bersama.
Pria itu mendelik menatap Aldi tidak suka,sama hal nya dengan Aldi menatap pria itu dengan sorot mata yang tajam.
Merasa suasana semakin mencekam Audrey memulai obrolan mereka membahas tentang pekerjaan. Aldi hanya diam saja karena ia tidak mengerti bidang fashion. Mereka akan mengadakan fashion show bersama di Paris Minggu depan.
" Kamu mau ke Paris nggak bilang-bilang aku Yank?" bisik Aldi merasa kesal.
Audrey tidak menjawab pertanyaan Aldi,ia memilih mengabaikan nya. Ia lalu kembali membahas pekerjaan nya dengan Willy. Setelah lama berbicara akhirnya Willy pamit undur diri,karena ia malas terus-menerus di tatap oleh Aldi seperti itu.
Ingin sekali Willy mencolok kedua mata yang sejak tadi menatap nya dengan sorot mata tajam. Namun ia harus terlihat santai di depan Audrey. Audrey mendelik menatap Aldi yang sedikit mengacaukan pertemuannya.
" Ayo,kita cari kunci itu," ajak Audrey mencoba mencari kunci itu.
Namun Aldi malah memeluk Audrey ,ia merapatkan tubuhnya dengan tubuh Audrey. Jantung Audrey berdetak dengan cepat,seirama dengan sebaran jantung Aldi.
Keduanya saling memandang satu sama lain,Aldi mencium bibir Aldi dengan lembut. Awal nya Audrey tidak membalas,namun lama- kelamaan Audrey membalas ciuman Aldi.
Ya,Audrey pun begitu merindukan Aldi. Kedua nya berciuman dengan sangat mesra. Tanpa Audrey sadari ia menitikkan air matanya,ia ingin semua ini tidak berakhir. Ia tidak ingin berpisah dengan Aldi,namun penyakit nya membuat nya frustasi.
__ADS_1
.........
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕