
Beberapa bulan kemudian, usia kandungan Rein sudah mendekati hari persalinan. Sang ayah siaga menjadi lebih protektif kepada Rein. Kemana pun Rein melangkahkan kakinya ia pasti akan mengikuti.
Staff di rumah sakit sekarang sudah semakin bertambah sehingga Kean dapat memantau mereka dari rumah. Rumah sakit ia percayakan kepada Dokter Edo. Ia hanya akan ke rumah sakit apabila dalam keadaan urgent.
Kean menjadi sangat lebay, ia selalu melarang Rein ini dan itu. Terkadang Rein merasa kesal dengan tingkah laku suaminya. Namun suaminya selalu senantiasa mengusap dan ingin direpotkan olehnya. Ia tidak mau sesuatu yang buruk terjadi kepada bayi mereka.
Kean tidak pernah lelah ketika ia harus selalu mengusap punggung Rein, ketika Rein tidak dapat tidur. Rein saat ini sulit untuk bergerak dengan tubuhnya yang semakin membesar. Terkadang ia merasa insecure melihat tubuhnya yang sekarang. Namun suami tercintanya selalu memberi nya semangat dan pujian sehingga Rein tidak bersedih lagi.
Bukan Kean saja yang bertingkah lebay, Bunda Nichole dan Oma Erika serta kedua orang tuanya pun selalu menasehati Rein agar ia berhati-hati. Rein merasa senang dicintai semua orang seperti ini.
Malam ini Kean yang sedang tertidur merasa terusik, oleh Rein yang bolak-balik membenarkan posisi tidurnya. Kean mengusap lembut punggung istrinya, biasanya Rein tidak dapat tidur apabila punggung atau perutnya tidak di elus oleh suaminya.
" Sayang, perutku kenapa sakit sekali?" tanya Rein sambil meringis kesakitan.
Kean bangkit dari tempat tidur, ia membuka selimut yang menutupi tubuh gempal Rein. Ia melihat cairan bening merembes dari pangkal kaki Rein. Kean bergegas menggendong Rein, ia tidak peduli saat ini ia masih mengenakan piyama tidur.
Kean keluar dari kamar bertepatan dengan Bunda Nichole yang terbangun di malam hari untuk mengambil minum. Bunda Nichole terkejut ketika ia melihat Kean keluar dari kamar mereka sambil menggendong Rein yang sedang meringis kesakitan.
" Rein, mau melahirkan ya?" tanya Bunda Nichole terlihat gugup.
" Iya Bunda, kami akan ke rumah sakit sekarang," jawab Kean lalu berjalan keluar mansion.
Bunda Nichole bergegas masuk kedalam kamar mereka lalu mengambil perlengkapan bayi mereka. Bunda Nichole pun menyusul Kean masuk kedalam mobil.
Bunda Nichole berpesan kepada satpam mereka untuk memberitahu Oma Erika dan Ayah Lexy bahwa mereka pergi ke rumah sakit. Bunda Nichole pun menghubungi besannya memberitahu bahwa Rein akan melahirkan.
Sepanjang perjalanan Rein mengganggu konsentrasi Kean yang sedang menyetir. Rein terus menerus memegangi tangan suaminya dengan keras dari kursi belakang.
" Kean, sebaiknya kita bertukar tempat," usul Bunda Nichole.
Kean pun menyetujuinya, Kean memberhentikan kendaraannya di tepi jalan. Mereka lalu bertukar tempat, kini Bunda Nichole yang menyetir. Sepanjang perjalanan Rein terus berteriak kesakitan. Kean berdoa meminta di lancarkan segala kepada yang Maha Kuasa.
Ia berusaha tetap tenang, berdoa sambil mengusap lembut perut Rein. Rein sedikit lebih tenang setelah suaminya berdoa sambil mengusap lembut perutnya.
__ADS_1
Bunda Nichole tersenyum melihat sikap tenang putranya menghadapi istri yang hendak melahirkan. Berbeda dengan ayahnya Lexy yang malah pingsan ketika ia melahirkan Kean dahulu.
Bunda Nichole tersenyum ketika ia kembali teringat masa itu, kini ia yang menyaksikan putranya yang beberapa tahun lalu ia lahiran kini berusaha menenangkan istrinya.
Beberapa menit berlalu mereka sudah sampai di rumah sakit Adhitama. Para ahli medis sudah menunggu di loby ketika mereka di kabari bahwa istri pemilik rumah sakit akan melahirkan.
Kean keluar dari mobil lalu menggendong istrinya, menaruhnya di atas brangkar yang sudah mereka siapkan. Kean dan yang lainnya mendorong brangkar menuju ruang persalinan.
Bunda Nichole menunggu di depan ruangan, tak lama kemudian ayah Lexy dan Oma Erika yang baru sampai di rumah sakit menghampirinya.
" Tadi Mami terbangun, Mami melihat kalian tergesa-gesa meninggalkan mansion. Jadi Mami membangunkan Lexy, " ucap Oma Erika.
" Iya, pak satpam mengatakan bahwa Rein akan melahirkan. Jadi kami bergegas menyusul kemari," sambung Ayah Lexy.
" Maaf kami tidak sempat memberitahu, Kean sangat cemas ia begitu tergesa-gesa," kata Bunda Nichole merasa bersalah.
" Nggak apa-apa Nichole, Mami paham kok," jawab Oma Erika.
" Lalu bagaimana keadaan Rein?" tanya Ayah Lexy penasaran.
Di dalam ruangan Dokter Ayu sedang memeriksa Rein, ia meminta persetujuan Kean untuk melakukan operasi Caesar. Karena tapi pusar menghalangi jalan lahir, belum lagi air ketuban yang sudah rembes sementara pembukaan belum sempurna,mengharuskan mereka melakukan tindakan operasi Caesar.
Kean pun menyetujuinya, ia dengan cepat menandatangani segala prosedurnya. Awalnya Kean merasa takut untuk menjalani operasi ini. Ia teringat ketika ia dan Rein gagal menyelamatkan Arsyila saat itu. Namun Kean percayakan segalanya kepada Yang Maha Kuasa.
Ia yakin Allah pasti akan menyelamatkan istri dan anaknya. Setelah selesai menandatangani semuanya, Rein dipindahkan ke ruang operasi. Kean bergabung bersama Bunda Nichole dan yang lainnya. Saat ini kedua orangtua Rein pun sudah berada di rumah sakit.
Kean menangis sambil memeluk Bunda Nichole, jujur ia sangat ketakutan sesuatu yang buruk terjadi kepada istrinya.
" Tenang nak, semua akan baik-baik saja," ucap Bunda Nichole sambil mengusap lembut punggung putranya.
Ayah Rein menepuk pundak Kean, seolah memberi kekuatan kepada menantunya. Ia merasa bersyukur putrinya mendapatkan suami seperti Kean yang sangat mencintainya.
Seorang laki-laki yang tidak pernah menangis, saat ini menangis karena melihat istrinya kesakitan. Melihat istrinya berjuang untuk kelahiran anak mereka, kini ia mengetahui perjuangan seorang ibu yang begitu luar biasa.
__ADS_1
Satu jam lebih mereka menunggu, Kean merasa khawatir. Hingga kini belum ada salah satu tim medis yang keluar dari ruang operasi. Kean sejak tadi uring-uringan, ia merasa frustasi. Para The K yang baru saja datang mencoba menenangkan Kean.
Mereka menyarankan agar Kean tetap tenang dan banyak berdoa demi keselamatan Rein dan anak mereka. Tak lama kemudian terdengar suara tangis bayi dari dalam ruang operasi.
Semua merasa lega mendengar suara tangis bayi, Kean merasa bersyukur. Doa-doanya dikabulkan, Kean yang sejak tadi tidak berani masuk ke dalam ruang operasi kini memberanikan diri untuk masuk kedalam.
Ia mengenakan pakaian scrub dan juga masker, ia menitikkan air mata ketika melihat Rein yang tersenyum kepadanya.
" Terimakasih sayang, terima kasih banyak," ucap Kean lalu mencium kening istrinya.
Bayi mereka sedang di bersihkan oleh perawat, Rein menghapus air mata suaminya.
" Jangan menangis sayang," sahut Rein lalu tersenyum.
" Ini tangis bahagia sayang," jawab Kean lalu terkekeh.
Tak lama kemudian Dokter Ayu membawa bayi mereka. " Bayi kalian perempuan, cantik sekali mirip ibunya," puji Dokter Ayu.
Kean menggendong putrinya, lalu mengadzani putrinya yang baru saja lahir ke dunia. Ia merasa bersyukur putrinya lahir dengan selamat.
" Selamat datang ke dunia Ratu Putri Adhitama," ucap Kean setelah ia selesai mengadzani putrinya.
Rein tersenyum bahagia, ia tidak menyangka kisah cinta yang berawal dari saling chat via online. Kini berakhir bahagia seperti dalam novel yang ia baca. Ia pun merasa bersyukur memiliki suami sebaik dan sesempurna Kean Adhitama.
............................TAMAT.........................
Hiks sedih ya Kean End🤧
Bunda kok udah end aja..? mereka udah happy ending gaess..kita tinggal menunggu bonus chapter yes..
Terus kisah Briana sama Bagas?
Kisah Briana dan Bagas kita buat beda judul oke.. tunggu cerita lain dari aku..
__ADS_1
Terimakasih calangheyo 🤗