
Di sisi lain Riska begitu terkejut ketika ia mendengar apa yang di ucapkan oleh suami nya Dirga. Tiba-tiba saja ia pulang dalam keadaan mabuk dan mengajak mereka berpisah? Mengapa tiba-tiba ia menginginkan perpisahan?
Bukan kah ia yang menginginkan pernikahan ini berlanjut? Namun mengapa kini ia berubah pikiran.
" Kamu bilang apa Dir?" tanya Riska seolah masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh suami nya.
Baru saja tadi saat di minimarket mereka bercanda tawa sambil menelepon,namun mengapa kini Dirga malah meminta ingin mengakhiri semuanya.
" Kita akhiri saja semua,ada pria yang lebih baik menjadi suami mu. Lagi pula untuk apa kau terus memaksakan perasaan mu apabila tidak mencintai ku," ucap Dirga sambil menundukkan kepalanya. Ia berjalan masuk kedalam kamar mereka, Riska mengikuti langkah kaki Dirga. Ia tidak paham dengan apa yang Dirga bicarakan.
" Maksud kamu apa?" tanya Riska.
" Aku lihat kok saat kamu menangisi mantan suami kamu,dan saat ia memeluk kamu." jawab Dirga sambil menatap Riska. Ia lalu duduk di tepi ranjang mereka lalu mengacak rambutnya kebelakang.
Riska tidak mengira Dirga melihat semua itu,pantas saja ia terlambat pulang dan pulang dalam keadaan kacau balau seperti ini.
" Sesuai perjanjian kita,aku akan melepaskan mu setelah Twins lahir, apabila itu yang membuat mu bahagia aku rela," sambung nya lagi.
Riska merasa kesal mendengar ocehan Dirga yang membuat nya ingin sekali menggetok suami nya. Riska lalu membungkam mulut yang sejak tadi mengoceh tidak jelas dengan bibirnya.
Riska mencium Dirga dengan lembut, mencoba menenangkan emosi suaminya. Dirga tidak mendengar ucapannya dengan Dirly sampai selesai sehingga ia salah paham.
Ia tidak tahu bahwa kini cinta nya hanya untuk diri nya dan juga Twins. Dirga membalas ciuman Riska ketika Riska kini duduk di pangkuan nya.
Dirga merebahkan tubuh Riska ke atas tempat tidur karena ia takut mengenai Twins. Dirga mengungkung Riska sambil menatapnya dengan penuh damba.
" Katakan kau mencintaiku," ucap Dirga memastikan perbuatan Riska barusan adalah jawaban Riska bahwa ia mencintai nya.
__ADS_1
Riska tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya," Aku mencintaimu suami ku," jawab Riska tersipu malu.
Dirga merasa bahagia, seperti ada jutaan kembang api yang bersorak dalam diri nya saat ini. Ia begitu bahagia mendengar ungkapan cinta yang ia dengar dari bibir manis istrinya.
Dirga kembali mencium bibir Riska, ciumannya kini turun ke leher putih jenjang Riska. Menyesapnya memberi tanda kepemilikan seolah menandai bahwa Riska hanya lah milik Dirga seorang.
Dirga melepaskan tali dress yang di kenakan oleh Riska,ia merasa bersalah karena telah membuat istrinya menunggu kedatangannya. Terlihat Riska berpenampilan sexy untuk menyambut kedatangan nya.
Dirga kini sedang asyik bermain di tempat yang akan menjadi bagian favorit twins nanti. Tiba-tiba aja Riska merasakan perutnya sakit sekali.
Ia refleks menjambak Dirga membuat Dirga meringis kesakitan. Kepalanya merasa pening ketika hasratnya sudah berada di ubun- ubun tiba - tiba saja istrinya malah menarik rambutnya.
" Sakit Dir,kayak nya aku mau melahirkan," ucap Riska sambil berteriak. Ia mencengkram lengan Dirga dengan kuat, Dirga kembali memakai pakaiannya untuk bersiap ke rumah sakit.
Dirga mengambil pakaian ganti untuk Riska,Dirga tidak ingin orang-orang di rumah sakit melihat istrinya memakai pakaian sexy seperti ini.
" Ganti dulu pakaian kamu,aku nggak mau orang lain ngeliatin tubuh kamu. Apalagi ada Dokter Jones kan di sana," sahut Dirga sambil membantu Riska berganti pakaian karena Riska merasa kesulitan berganti pakaian sambil menahan rasa sakit yang melanda.
Dirga melajukan mobilnya meninggalkan apartemen mereka. Sepanjang perjalanan Riska terus menangis kesakitan, pertama kalinya ia merasakan rasa mulas seperti ini.
Dirga mencoba tetap konsentrasi fokus pada jalanan meski ia tidak tega melihat Riska meringis kesakitan. Andai saja boleh ia saja yang merasakan rasa sakit itu.
Setelah lama dalam perjalanan kini mereka telah sampai di rumah sakit Adhitama. Dirga menggendong Riska lalu membawa nya ke dalam rumah sakit.
" Tolong gue,istri gue mau melahirkan," ucap Dirga kepada para tim medis.
Dokter Ayu melihat Riska datang di gendong oleh suaminya bergegas menghampiri mereka. Ia lalu mulai memeriksa Riska, seperti nya Riska harus menjalani operasi secar.
__ADS_1
Para tim medis membawa Riska ke ruang operasi diikuti oleh Dirga. Selama proses operasi berlangsung Dirga senantiasa mendampingi Riska. Ia terus mengelus puncak kepala Riska dengan penuh kasih sayang.
Setelah bersiap proses operasi pun berlangsung,Dokter Ayu pun mulai menjalankan tugas nya. Dirga merasa frustasi ia berdoa semoga Riska dan si kembar selamat lahir dengan sehat.
Tak lama kemudian terdengar suara bayi membuat Dirga tersenyum merekah. Bayi pertama berjenis kelamin pria dan bayi kedua perempuan. Dirga menghujani Riska banyak ciuman, Riska yang setengah sadar menitikkan air matanya. Air mata bahagia ketika ia mendengar suara tangis bayi mereka hadir di dunia.
Singkat waktu kini Riska telah di pindahkan ke ruang rawat dengan baby Twins. Dona merasa gemas dengan baby Twins,ia mencoba menggendong salah satu dari mereka.
" Udah cocok gendong baby belum Yank?" tanya Dona kepada Edo.
" Udah cocok Yank,kita culik aja mereka ," celetuk Edo membuat Dirga dan Riska auto mendelik menatap mereka berdua.
" Nama nya siapa Dir?" tanya Edo kepada Dirga.
" Boy Dirgantara dan Gadis Dirgantara," jawab Dirga lalu kembali menyuapi Riska makanan. Setelah selesai melahirkan Riska merasa begitu lapar,oleh karena itu saat ini Dirga senantiasa menyuapinya.
" Nama yang bagus," puji Dona lalu menaruh kembali baby Gadis ke dalam box bayi.
Dona dan Edo harus pamit undur diri,Dona harus kembali ke rumah dan Edo harus kembali bekerja. Selama Dokter Kean dan Dokter Rein honeymoon semua pekerjaan nya di limpahkan kepada Edo.
" Maafkan aku yang sempat meragukan mu," ucap Dirga merasa bersalah lalu mengecup kening istrinya.
Riska tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya, tiba-tiba saja kedua bayi mereka menangis ingin minum asi. Dirga menggendong bayi mereka satu persatu,Riska pun menyusui mereka bergantian.
Ketika Gadis sudah tertidur giliran Boy yang meminum ASI. Dirga sejak tadi memperhatikan bagian favoritnya yang kini di kuasai oleh kedua bayi nya.
" Alamat gue nggak kebagian sekarang," gumam Dirga membuat Riska tertawa. Ia tahu apa yang dipikirkan oleh suami mesum nya itu.
__ADS_1
...........
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕