
Kean dan Rein saat ini sedang menemui kedua orang tua Rein yang baru saja sampai di mansion mereka. Mereka sangat cemas ketika mendengar kabar apabila Rein diculik oleh pria jahat ke Ohio.
Mereka bersyukur ketika melihat Rein dan Kean kembali dalam keadaan baik-baik saja. Rein dan Kean mencium punggung tangan ibu dan ayah Rein bergantian.
" Alhamdulillah kamu baik-baik saja nak, ibu sangat cemas," ucap ibu Rein.
" Maaf, Rein sudah buat kalian semua khawatir," sahut Rein merasa bersalah. Karena ia yang tidak mempercayai suaminya semua di mulai, andai ia mempercayai Kean mungkin Dante tidak akan berhasil membawanya pergi.
" Lain kali apabila ada masalah apapun selesaikan baik-baik Rein, pastikan dahulu kebenarannya," seru ayah Rein.
" Iya ayah," jawab Rein sambil menundukkan kepalanya.
" Sudah tidak apa-apa, yang lalu biarlah berlalu. Yang penting sekarang Rein sudah berkumpul lagi bersama kita," ucap Ayah Lexy menengahi.
" Iya, maafkan ayah ya nak. Ayah terlalu mencemaskan mu," balas Ayah Rein lalu memeluk putri nya.
" Sudah, sebaiknya kita makan malam bersama saja ya," ajak Oma Erika kepada semua orang.
Mereka pun melanjutkan obrolan mereka di meja makan, Kean menghela nafas panjang. Sudah dapat dipastikan akan berakhir lama apabila mereka sudah berkumpul seperti ini.
Keesokan harinya Kean bangun dengan wajah yang kusut, rencana pendakian menjenguk baby nya gagal total. Ibu dan ayah Rein menginap di mansion bersama adik Rein membuat Rein terus bersama dengan mereka.
" Kamu kenapa sih Yank? dari tadi muka kamu di tekuk terus?" tanya Rein ketika merapikan dasi suaminya.
" Kamu enggak peka banget, dari semalem aku ehem-ehem berapa kali enggak peka juga," sewot Kean kesal.
" Ya ampun sayang, maafkan aku. Aku beneran lupa," jawab Rein sambil menepuk keningnya.
__ADS_1
" Udahlah, aku emang enggak berarti buat kamu," Kean pura-pura merajuk agar Rein memberikan apa yang ia inginkan.
Rein memeluk suaminya dari belakang, sambil mencium leher Kean. " Kamu enggak buru-buru kan sayang?" bisik Rein dengan nada sensual nya.
Kean tersenyum sumringah ia mengajak Rein masuk kedalam kamar mandi. Ia tidak mau ada lagi yang menggangu ritual ehem-ehem nya bersama sang istri.
Tidak masalah mandi lagi asalkan ia dapat kembali merasakan lembah surgawi yang ia rindukan. Pagi itu mereka melanjutkan apa yang tertunda semalam, suara indah nan syahdu keduanya menggema. Di bawah guyuran shower mereka bercinta secara perlahan, mereka tidak ingin menyakiti bayi mereka.
Ibu Rein yang hendak berpamitan masih menunggu Kean dan Rein keluar dari kamar mereka. Karena hari sudah mulai siang mereka memutuskan untuk pulang tanpa berpamitan kepada anak mereka.
Bunda Nichole menduga mereka pasti sedang saling melepas rindu di pagi hari. " Enggak anak enggak ayahnya sama saja, suka minta jatah pagi-pagi," sahut Bunda Nichole kepada ayah Lexy.
" Kok ayah sih Bun? kalau yang jelek-jelek ayah terus," kilah ayah Lexy.
" Iya, Kean itu fotocopy kamu banget yah," pungkas Bunda Nichole.
Ayah Lexy lebih memilih diam daripada harus berdebat dengan istrinya. Saat ini mereka bersiap untuk mengunjungi Sean dan Flora di Penthouse mereka. Sean dan Flora ingin hidup mandiri, oleh karena itu mereka lebih memilih tinggal di Penthouse apartemen yang dekat dengan hotel Adhitama.
" Mama !! mama !!" jerit anak kecil itu.
Kean dengan cepat menggendong wanita itu kedalam, sementara anak kecil itu mengikutinya. Anak itu menangis histeris melihat ibunya jatuh pingsan seperti tadi.
" Ku mohon dokter, ku mohon selamat kan mamaku," pinta bocah perempuan itu kepada Kean.
Sidney yang kebetulan berada disana untuk memberikan surat pengunduran diri, tiba-tiba saja di perintahkan oleh Kean untuk melakukan operasi kepada pasien itu.
Pasien tadi mengalami gagal jantung, apabila tidak segera di tolong ia tidak akan selamat. Dirga dan yang lainnya menyiapkan ruang operasi, operasi pun dipimpin oleh Sidney karena Kean memiliki jadwal operasi yang sama dan tidak dapat ditinggalkan.
__ADS_1
Untung saja Sidney berada di waktu yang tepat, apabila tidak Kean akan kesulitan karena dokter Bagas pun saat ini belum juga kembali.
Beberapa jam berlalu operasi berjalan lancar Kean dan Sidney baru saja keluar dari ruang operasi. Mereka bertemu di koridor rumah sakit lalu berjalan menuju ruang jaga.
" Terima kasih Sidney, untung kamu datang tepat waktu," ucap Kean sambil memberikan minuman dingin yang baru saja ia ambil dari lemari pendingin.
Sidney menerima minuman tersebut lalu meminumnya, berjam-jam berada di ruang operasi membuatnya merasa haus.
" Aku hanya ingin memberikan surat pengunduran diri, suamiku melarangku bekerja saat hamil," kata Sidney membuat Kean terkejut mendengarnya.
" Tidak bisakah kau cuti saja? rumah sakit sedang kekurangan tenaga sejak Rein, dan Riska mengundurkan diri," pinta Kean.
" Tidak bisa Kean, aku harus menuruti perintah suamiku," jawab Sidney mengulas senyum.
Kean menghela nafas panjang, ia tidak boleh egois. Sama halnya dengan ia yang khawatir apabila terjadi sesuatu dengan Rein apabila bekerja. Begitu pun dengan Rey yang tidak ingin sesuatu terjadi dengan istri dan anaknya.
" Baiklah kalau begitu," jawab Kean.
Beberapa hari berlalu, Kean saat ini sedang memeriksa pasien yang beberapa hari yang lalu Sidney operasi. Bocah kecil itu tersenyum ketika melihat Kean berkunjung ke ruangan ibu nya.
" Dokter ini yang menyelamatkan mama, tampan kan?" ucap anak itu kepada ibunya.
" Terima kasih dokter sudah menyelamatkan saya," sahut wanita itu sambil tersenyum kepada Kean.
Kean hanya menjawab dengan senyuman, ia selalu seperti itu kepada orang yang baru ia temui. Kean tidak pernah banyak berbicara kepada orang baru.
Ganteng banget, cocok buat jadi papa baru Sheina.
__ADS_1
........
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗