
Setelah berpamitan dengan keluarga Adhitama,Rein dan Kean kini berkunjung ke rumah Rein. Kean dan Rein saat ini sedang duduk lesehan di gazebo halaman belakang rumah Rein. Di halaman belakang rumah Rein terletak sebuah gazebo dekat dengan kebun bunga milik ibu Rein.
" Ayah sebaiknya tidak perlu lagi bekerja biarkan saya yang mencukupi kebutuhan kalian," ucap Kean terlihat ragu mengatakan nya,ia takut apabila ayah Rein tersinggung dengan perkataan nya.
Namun ia ingin meringankan beban dalam pikiran istrinya yang selalu memikirkan kesehatan ayah nya yang selalu lembut hingga malam hari. Lagi pula sekarang kedua orang tua Rein adalah orang tua nya juga. Jadi sudah menjadi tanggung jawab Kean juga membahagiakan mereka.
" Tidak usah repot-repot nak Kean, ayah tidak mau menyusahkan kalian," jawab ayah Kean sungkan.
" Kean tidak merasa kerepotan ayah,ayah,ibu dan Hegar sekarang adalah bagian dari keluarga Kean. Sudah seharusnya bagi anak membahagiakan kedua orang mereka," balas Kean membuat Rein merasa beruntung memiliki suami tampan dan baik hati seperti Kean.
Bukan hanya menyayangi dir nya saja,tapi Kean pun menyayangi keluarganya. Kean pun terlihat begitu menyayangi Hegar adiknya.
Ayah Rein merasa senang melihat Kean begitu menyayangi putri nya. Mereka saat ini sedang makan siang bersama dengan keluarga Rein.
" Kakak mau pergi ya sama kakak ipar? " tanya Hegar kepada Rein.
" Iya,kamu jangan nakal ya selama kakak nggak di rumah. Jagain ayah sama ibu," sahut Rein menasehati Hegar.
" Iya,jangan lupa oleh- oleh buat adek," goda Hegar dengan senyum lebarnya.
" Kamu mau oleh- oleh apa? nanti kakak belikan," ucap Kean kepada Hegar.
" Apa aja kak," jawab Hegar tersenyum kikuk kepada Kean.
" Ibu kalau bosan main ke butik Bunda saja atau nggak main ke salon Mom Jessica bareng Bunda," usul Kean lalu meminum minuman yang barus saja di sajikan oleh Rein.
__ADS_1
" Iya Bu mereka asyik juga di ajak ngobrol,ibu pasti suka dengan mereka," sahut Rein menimpali.
" Seru seperti nya,nanti ibu ajak ibu Budi dan Ceu Romlah juga boleh ya?" tanya Ibu Rein kepada Kean dengan antusias.
" Tentu saja Bu," jawab Kean.
Setelah selesai menikmati makan siang mereka,mereka pun berpamitan kepada ayah,ibu dan juga Hegar. Hari ini mereka akan pergi honeymoon ke Maldives menggunakan pesawat jet milik Kean.
Singkat waktu kini mereka sudah berada di dalam pesawat pribadi milik Kean. Rein merasa takjub melihat semua yang di persiapkan oleh Kean. Ia kini seperti sedang menjadi tokoh utama dalam novel yang sering ia baca, di mana ia di manjakan oleh pemeran utama pria dengan segala fasilitasnya.
" Kamu bahagia sayang?" tanya Kean kepada istrinya karena sejak tadi Rein hanya terdiam. Bukan nya tidak bahagia,namun saking senangnya ia tidak dapat berkata apa-apa.
" Aku bahagia banget sayang,ini semua seperti apa yang selalu aku bayangkan selama ini. Terimakasih atas semua ini suami ku," ucap Rein lalu memeluk Kean.
Kean tentu tahu apa yang diimpikan istrinya selama ini,karena ia pun menyukai novel yang sama dengannya. Ia pun selalu berkhayal akan hidup bahagia dengan wanita yang ia cintai seperti apa yang di ceritakan dalam novel.
Baru saja Kean hendak mencium istrinya ternyata Rein sudah tertidur pulas. Kean menghela nafas panjang, seperti nya Rein kelelahan setelah berkunjung dari rumah nya lalu ke rumah Rein.
Kean menggendong Rein lalu membawanya ke dalam kamar yang berada dalam pesawat. Kean merebahkan tubuh Rein di atas tempat tidur.
Perjalanan menuju Maldives membutuhkan waktu yang lama oleh karena itu Kean pun ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya.
Sementara itu Riska saat ini sedang berbelanja di minimarket dekat apartemen. Ia kehabisan bahan makanan di dalam lemari pendingin nya,karena kehamilan nya sudah semakin membesar ia sudah mengambil cuti hamil. Karena Dirga melarangnya bekerja,ia tidak ingin Riska merasa kelelahan. Ia ingin istri dan bayi nya selalu sehat, biarkanlah urusan mencari nafkah biar ia saja.
Ia rela banting tulang siang dan malam berkerja demi mereka. Walaupun Dirga berasal dari keluarga berada,namun ia tidak ingin menyusahkan mereka. Ia ingin membiayai istri dan anak nya nanti dengan hasil kerja kerasnya.
__ADS_1
Seperti saat ini Riska berbelanja sendiri sambil bertelepon dengan Dirga. Dirga akan selalu menghubungi Riska meski ia sedang bekerja. Ia ingin selalu mengetahui keadaan istri nya setiap saat.
" Sayang,masak yang enak ya aku ingin capcay seafood yang kamu buat tempo hari," pinta Dirga di sebrang sana.
Padahal Dirga sejak tadi mengikutinya dari belakang,ia khawatir ketika mendengar Riska akan pergi belanja sendiri. Oleh karena itu ia kini mengikuti Riska saat jam istirahat nya.
" Oke,aku akan masak yang enak buat kamu," jawab Riska.
Memang kini hubungan Riska dan Dirga semakin dekat,bahkan kini mereka tidak pernah lagi bertengkar seperti dulu. Namun hingga kini Dirga belum pernah mendengar ungkapan cinta yang keluar dari mulut manis istrinya.
Namun Dirga tidak pernah mempermasalahkan nya,yang penting kini mereka saling menyayangi saja sudah cukup. Walaupun Dirga sebenarnya penasaran dengan apa yang dirasakan oleh Riska,apa ia sudah mulai mencintai nya atau masih berharap kepada mantan suaminya.
Riska saat ini sedang memilih bahan makanan untuk ia masak nanti malam,ia merasa seperti ada yang mengikutinya dari belakang. Namun ketika Riska berbalik Dirga bersembunyi, Riska mengkerutkan keningnya.
Riska lalu kembali mencari apa yang ia butuhkan,ia mendorong troli menelusuri koridor market mengambil banyak bahan makanan untuk persediaan dalam lemari pendingin nya.
Saat ini nafsu makan Riska semakin meningkat membuat nya terlihat sedikit berisi sekarang. Riska terkekeh ketika ia berbelanja sambil mengobrol dengan Dirga. Pria itu seperti cenayang yang mengetahui apa yang ia lakukan saat ini. Padahal memang Dirga sedang mengawasi nya dari belakang.
" Kamu ngikutin aku ya? kok biasa tahu aku lagi milih buah-buahan?" tanya Riska lagi.
" Ikatan batin kita sayang," goda Dirga membuat Riska tersipu malu mendengar nya.
Ia lalu melanjutkan kembali aktivitas nya, tiba- tiba saat Riska hendak mengambil tissue yang berada di rak atas seseorang membantu nya. Orang itu melihat wanita hamil yang kesulitan mengambil barang itu bergegas membantu Riska.
" Terimakasih," ucap Riska ketika ia menerima tissue tersebut. Riska begitu terkejut ketika melihat siapa yang saat ini berada di depannya.
__ADS_1
...........
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕