
Bagai tersambar oleh petir ketika mendengar ucapan suaminya. Bagaimana bisa suaminya berkata sekejam itu kepada nya dan juga calon bayi mereka. Ucapan Reyhan seolah meragukan kesetiaan Sidney. Bagaimana bisa ia berkata seperti itu padahal setiap hari ia selalu membuat nya menjerit kenikmatan saat berbagi peluh.
Hati Sidney sangat sakit mendengar ucapan yang hanya beberapa kata namun membuat nya merasa sesak. Reyhan tersenyum mengejek ia menunjukkan foto Sidney dan juga Kean yang berpelukan di malam hari.
Sidney terkejut ketika melihat foto itu, bagaimana bisa ada foto tersebut. Ia kembali mengingat ketika ia hampir tertabrak kemarin malam. Seperti nya ada orang jahat yang menggunakan kesempatan ini untuk menghancurkan mereka.
" Ini salah paham sayang,itu semua tidak seperti yang kamu lihat," elak Sidney sambil menggenggam tangan suaminya.
Reyhan menepis tangan Sidney,ia merasa marah melihat foto itu. Ia kembali ingat malam itu Kean lah yang mengantarkan Sidney pulang ke apartemen mereka.
" Tidak usah berbohong lagi semua sudah jelas,kamu jahat kamu berkhianat di belakang ku selama ini. Dan ini apa? kau hamil? apa kau yakin ini anak ku?" sarkas Reyhan membuat Sidney marah.
" Aku mohon keluar tuan Reyhan Salim,aku benci kepada mu," teriak Sidney marah.
Sidney sudah berusaha untuk menjelaskan namun Reyhan tidak mempercayainya. Reyhan pun keluar dari ruangan Sidney,Sidney menangis air matanya jatuh begitu saja tanpa permisi. Istri mana yang tidak sakit ketika cintanya di ragukan.
Ingin sekali ia pergi meninggalkan rumah sakit namun sebentar lagi ia harus menjalani operasi. Tiba-tiba saja pandangan Sidney memudar bersamaan dengan ambruknya dia ke atas lantai.
Dirga membuka pintu ruangan Sidney karena sejak tadi ia mengetuk pintu tidak ada yang menjawab. Betapa terkejutnya Dirga ketika melihat Sidney sudah tergeletak di lantai. Dengan cepat Dirga menggendong menuju ruang gawat darurat.
Dokter Bagas begitu terkejut ketika melihat Sidney di bawa oleh Dirga. Dirga merebahkan tubuh Dokter Sidney di atas brangkar. Dokter Bagas pun memeriksa nya,mereka merasa ada yang aneh dengan para Dokter.
Tadi Dokter Kean dan Rein yang sedang bertengkar dan hingga kini Dokter Kean belum juga kembali. Sekarang Dokter Sidney yang jatuh pingsan setelah kedatangan suaminya yang pergi begitu saja.
" Sepertinya dia sedang hamil,coba panggil Dokter Shela atau Dokter Ayu untuk memeriksa Dokter Sidney," ucap Dokter Bagas terlihat serius.
__ADS_1
Dirga pun berlari mencari Dokter Ayu atau Dokter Shela untuk memeriksa Dokter Sidney.
Di sisi lain Kean saat ini sedang mencari istri nya yang pergi entah kemana. Di mansion dan di rumah Rein tidak ada,Kean mencari Rein di mansion Cinta dan juga Vallerie namun tidak ada juga.
Kean merasa frustasi,ia penasaran siapa yang mengirimkan foto nya dengan Sidney malam itu.
Sementara Dante saat ini sedang tersenyum manis kepada wanita yang saat ini bersama nya. Ia berhasil membawa Rein ke kediamannya,ketika Rein melarikan diri dari Kean di rumah sakit tadi. Foto yang ia kirimkan untuk memisahkan Rein dan Kean berhasil. Ia pun mengirimkan foto itu kepada Reyhan suami Sidney,agar pria itu menghajar dan menghabisi Kean tanpa harus ia yang turun tangan.
" Makan yang banyak kasihan anak mu nanti," ucap Dante begitu ramah.
" Kalau kau tidak ingin pulang,kau boleh tinggal di sini untuk sementara," tawar Dante membuat Rein merasa sungkan.
Ia terpaksa mengikuti Dante karena tidak ada pilihan lain agar ia menghindar dari Kean. Kean pasti akan mencari nya ke rumah ataupun ke rumah teman- temannya.
Ia masih merasa sakit ketika melihat dengan mata kepalanya sendiri, suaminya berpelukan dengan mantan kekasihnya. Bahkan ia mendengar bahwa mantan suaminya itu sedang hamil,oh astaga mengapa ini sangat menyakitkan.
" Setelah aku mendapatkan apartemen,aku akan pindah ke sana," ucap Rein. Ia tidak mau memiliki hutang Budi kepada Dante.
Ia takut pria itu berharap banyak kepada nya, meskipun Kean menyakiti nya namun rasa cinta ini hanya ada untuk suaminya.
" Kau tidak perlu sungkan Rein,aku akan selalu ada untuk mu," ucap Dante dengan senyumannya.
Rein hanya menjawab dengan senyum tipis. Sementara itu Kean baru saja kembali ke mansion setelah lama berkeliling mencari Rein.
" Bunda stress nih Kean kamu sama ayah kamu tuh kok mirip banget,dulu ayah kamu kayak gini waktu Bunda hamil kamu," cerocos bunda Nichole sangat marah kepada putranya.
__ADS_1
" Kean cuma nolong Sidney malam itu Bun,Kean enggak tau kalau ada yang foto saat Kean nolong Sidney malam itu," jawab Kean terlihat frustasi.
" Aduh mami! Nichole pusing itu gimana keadaan calon cucu sama mantu aku," Bunda Nichole merasa khawatir karena ia tidak tahu Rein pergi kemana.
Untung nya keluarga Rein tidak mengetahui tentang ini, bisa-bisa Kean tidak dapat bertemu dengan Rein atau anak nya nanti apabila ayah Rein mengetahui semua ini.
Belum selesai masalah Kean dengan Rein tiba-tiba saja Reyhan menerobos masuk ke dalam. Ia langsung melayangkan Bogeman mentah di wajah Kean.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Bunda Nichole dan Oma Erika berteriak histeris ketika melihat putranya di pukuli oleh Reyhan. Mereka memanggil satpam keamanan yang ternyata sudah di buat pingsan oleh Reyhan. Banyak penjaga di luar sana namun Reyhan dengan cekatan melumpuhkan mereka.
" Hentikan!! hei siapa kau?" tanya Oma Erika marah.
" Saya suami yang istrinya telah dihamili oleh pria ini," sarkas Reyhan membuat semua orang terkejut mendengarnya.
" Apa? hamil?" tanya Oma dan Bunda Nichole bersamaan. Bunda Nichole merasa pusing dengan masalah yang menimpa putranya. Masalah dengan Rein belum selesai kini datang lagi masalah baru. Tiba-tiba saja pandangan mata Bunda Nichole memudar,ia jatuh pingsan karena shock berat.
.......
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
__ADS_1
"