
Malam semakin larut,Kavin dan yang lainnya hendak pamit namun tiba-tiba Bunda mengatakan bahwa Rein tidak ada. Kean terkejut ketika mendengar berita itu.
" Tadi ia bersama kami,namun entah sejak kapan ia tidak ada. Di dalam kamar pun tidak ada," ucap Bunda Nichole terlihat ketakutan.
Kean mendadak ketakutan ia takut ketakutan nya selama ini terjadi. Kean mencari ke sekeliling mansion bersama para the K,namun keberadaan Rein tidak ia temukan.
Kean merasa cemas,ia begitu ketakutan apabila Rein di culik oleh Dante. Ketika Kean masuk menuruni anak tangga ia melihat dalam kegelapan di lantai bawah. Seseorang yang ia cari sejak tadi berjalan ke arahnya sambil membawa kue ulangtahun dengan lilin di atasnya.
" Happy Birthday Day To You...Happy birthday day...happy brithday... Happy birthday to you..," Rein bernyanyi diiringi para ibu peri dan Oma di belakang nya.
Kean bernafas lega ketika ia melihat istri tercinta nya baik-baik saja. Ia menatap Rein dengan wajah kesal,bisa- bisa nya Rein membuat dia cemas seperti tadi.
" Kamu nakal Rein," ucap Kean merasa terharu.
Rein memberikan kue yang ia pegang kepada Kai,ia lalu memeluk suaminya yang masih kesal karena sempat shock ketika mengetahui istrinya tidak berada di mansion.
" Selamat ulang tahun sayang," ucap Rein sambil mengusap lembut punggung suami tercintanya.
" Jahat kamu ya,aku udah shock berat," protes Kean menggerutu.
" Si embek udah mau nangis tadi," ejek Kavin tergelak.
" Dih apaan lu soang," protes Kean kesal ia mengurai pelukannya lalu melemparkan bantal sofa kepada Kavin.
" Jadi kalian juga tau?" sahut Kean lagi.
" Kita sih ikutan apa kata Bunda," elak Key ketika melihat tatapan Kean yang hendak marah.
__ADS_1
" Wecheese..Selamat ulang tahun anak Bunda," pekik Bunda Nichole sangat bahagia.
Ia tentu sangat bahagia di hari spesial ini Kean mendapatkan hadiah istimewa yaitu hadirnya buah hati mereka di dalam rahim Rein.
" Mami terharu tau liat nya," seperti biasa mami Stella selalu mengibaskan tangannya di depan mata untuk menahan tangisnya.
Mom Alexa dan Mom Jessica pun mengucapkan selamat kepada anak kesayangan mereka. Seperti biasa anak- anak mereka akan merasa di anak tiri kan ketika melihat ibu mereka begitu menyayangi Kean.
" Anak kesayangan ulang tahun kalian rela dateng malem- malem ya para ibu peri," sindir Key membuat semua orang tergelak.
" Iya,mami nggak pernah kayak gitu saat ulang tahun gue," bahkan Kaivan pun ikut iri.
" Ish,kalian udah pada tua masih aja iri. Di sini terlihat face paling memikat itu gue," jawab Kean penuh percaya diri.
" Udah jangan ribut, sekarang giliran Kean dapet hadiahnya. Kita semua mulai makan yuk!" ajak Oma menengahi.
Kean menengok ke belakang, istri nya sudah tidak ada lagi di dekatnya. " Rein kemana lagi?" tanya Kean.
Para papa dan mama peri sudah bergabung di meja makan menikmati hidangan yang di sediakan. Kean pun begitu bersemangat ketika mendengar ucapan Kavin.
Kean menaiki anak tangga menuju kamar nya, sementara para The K ikut bergabung bersama par orang tua.
" Mereka sebaiknya pindah kamar ke kamar di lantai bawah. Nggak baik wanita hamil naik turun tangga bahaya," ucap Oma Erika mengingatkan.
" Iya Oma, pelayanan kita sedang merapikan kamar baru untuk mereka," jawab Bunda Nichole.
" Si embek pasti nyangka Rein ngajak ngamar," ejek Key.
__ADS_1
" Ish kalian ngeledek Kean terus," sahut papi Dave sambil mengambil hidangan yang tersaji di meja makan. Saat ini mereka sedang makan bersama,mereka tidak peduli hari sudah malam. Pesta ini lain dari yang lain,karena pesta ini di adakan malam hari.
Kean memasuki kamarnya,ia masih belum menemukan Rein. Ia melihat sebuah kotak yang di letakkan di atas tempat tidur. Kotak tersebut di ikat dengan pita berwarna biru dan pink.
Kean berjalan untuk mengambil kotak tersebut," Sayang?" panggil Kean namun masih belum ada jawaban dari Rein.
Kean membuka kotak tersebut,ia begitu terkejut ketika melihat isi dalam kotak tersebut. Sebuah alat penguji kehamilan dengan garis dua berada di dalam kotak tersebut. Kean menutup mulutnya ia merasa ini anugerah terindah di hati ulangtahun nya.
Rein baru saja keluar dari kamar mandi,ia berjalan menghampiri Kean. " Selamat ya suamiku,kamu akan menjadi papa untuk anak kita," ucap Rein sambil memeluk suaminya.
Kean tidak tahan lagi,ia meneteskan air mata. Air mata bahagia di mana ia mendapatkan kado terindah sepanjang hidupnya. " Terimakasih banyak sayang,terima kasih atas hadiah ini," jawab Kean hendak mencium Rein namun lagi- lagi Rein merasa mual.
Hueek!!! Huekk!!
" Kamu jangan deket-deket aku Mbing," tolak Rein mendorong tubuh Kean.
" Kok gitu sih? aku nggak bau lho," elak Kean.
" Tapi aku nggak suka sama bau parfum kamu,kamu jangan tidur dekat aku," tegas Rein lebih memilih untuk kembali keluar dari kamar mereka.
Kean mengejar Rein sambil merengek, sementara Rein mengadu kepada Oma dan Bunda.
" Malam ini aku tidur di kamar Oma ya?" tanya Rein.
" Kok gitu Rein?" tanya Kean ketika mendengar ucapan istrinya.
" No,aku nggak mau tidur sama Kean," tolak Rein membuat semua orang merasa aneh dengan Rein.
__ADS_1
........
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗