
Kean begitu senang akhirnya ia kembali bersama dengan Rein. Ia dapat memeluk istri tercinta nya lagi. Saat ini Kean sedang duduk di belakang bersama Rein.
Sejak tadi ia tidak hentinya menangis seperti anak kecil,ia sangat mencemaskan istrinya yang sedang hamil. Dan kini sang istri sudah berada di dekat nya membuatnya mengeluarkan tangis bahagia.
Key dan Kavin yang berada di depan terkekeh melihat si bungsu Kean yang menangis seperti itu. Kean selalu nampak kalem dan cuek,namun kali ini ia terlihat rapuh karena sejak tadi mengkhawatirkan istri nya.
" Ish lo enggak malu mbee,suara tangisan lo di dengar tuh sama anak biri-biri lo," celetuk Key menyebalkan.
Rein mendelik mendengar ucapan Key,dengan cepat ia menarik telinga Key membuat Key meringis kesakitan. Kean dan Kavin yang melihat nya tertawa.
" Sakit Rein,galak banget sih," protes Key sambil mengusap telinganya yang panas karena ulah Rein.
" Masih mending enggak gue bedah mulut lo tuan Wijaya," sarkas Rein membuat Key terdiam seribu bahasa.
Ternyata Rein lebih menyeramkan dari Kimmy,dulu ia pun mengatai anak yang dalam kandungan Kimmy sebagai anak soang. Untungnya Kimmy masih bisa di ajak bercanda,berbeda dengan Rein yang langsung mengancam membedahnya.
" Jangan marah ya nyonya Adhitama,mulut gue kan gini kalau ngomong suka asal jeplak," kilah Key berharap Rein tidak lagi marah.
" Amit-amit," ucap Rein ketika melihat wajah Key.
" Kok amit-amit Rein? gue ganteng banget lho. Lo liat face gue sama Kean enggak jauh beda,secara kita kan anak para orang tua peri," cerocos Key tidak terima.
" Amit-amit lah,lo kan nyebelin," cetus Rein sambil bersidekap dada.
" Rein,jangan benci sama si konci? nanti anak kalian mirip dia," seloroh Kavin sambil fokus menyetir.
__ADS_1
" Bagaimana bisa mirip si konci kan yang bikinnya gue?" protes Kean tidak terima.
" Ish kalian kenapa sih protes kalau mirip gue,gue tajir,gue ganteng apa coba yang kurang di diri Key Alexander Wijaya," cerocos Key memuji dirinya sendiri.
Kean dan Rein malas mendengar ucapan absurd yang keluar dari mulut Key. " Big No!" tolak mereka bersamaan.
" Aku heran kenapa si Lope mau sama si konci?" tanya Rein sambil memijat pelipisnya yang sedikit pusing.
" Lo enggak tau kalau gue paling perkasa di antara mereka,tembakan kedua gue langsung mencetak tiga sekaligus," sombong Key dengan bangga.
Rein malas mendengar ocehan Key,ia lebih memilih untuk memejamkan kedua matanya. Sepertinya tidur lebih baik daripada beradu argumen dengan Key.
Key menoleh ke kursi belakang,ia mendengus kesal ketika melihat Rein tertidur. " Ish..! Rein malah tidur,gue penasaran kenapa Dante melepaskan dia gitu saja?" tanya Key penasaran.
" Biarin dia istirahat dulu Key,nanti kita tanya saat ia udah enakan," sahut Kavin terdengar sangat bijak.
Sementara itu Janson saat ini sedang menatap Dante yang masih terlelap. Ia sudah menduga bahwa Rein akan menjadi kelemahan bagi Dante. Entah mengapa ia tidak menyukai cinta,karena ketika seseorang mulai jatuh cinta ia akan menjadi bodoh.
" Untuk apa kau terus berdiri di situ Janson?" tanya Dante dengan mata yang masih terpejam.
" Aku menunggu anda terbangun tuan," ucap Janson.
" Apa kau ingin protes dengan apa yang kulakukan Janson?" tanya Dante membuka matanya lalu mulai duduk di atas ranjang.
" Tidak tuan,semua keputusan hanya ada padamu," jawab Janson merasa gugup.
__ADS_1
" Aku sangat berbeda dengan suaminya, suaminya mengajarkan istri nya untuk tetap menjadi orang baik meskipun kepada musuhnya sekali pun," jelas Dante.
Janson terdiam,ia memang salut dengan Rein yang mau menyelamatkan Dante. Padahal Dante dengan kejamnya membuat ia terpisahkan dengan suaminya.
Kean dan yang lainnya saat ini baru saja sampai di rumah besar milik Morgan. Ia mempersilakan Kean dan yang lainnya untuk masuk. Kean menggendong Rein yang masih tertidur, sepertinya istri nya kurang tidur selama beberapa hari ini.
Kean membawa Rein memasuki kamar yang di tunjukkan oleh Morgan. Sementara yang lain saat ini sedang menikmati jamuan yang di sajikan oleh pelayan nya.
" Terimakasih Morgan," ucap Kaivan lalu meminum minuman dingin yang tersaji di meja.
" Sama-sama tuan," balas Morgan lalu duduk di samping Key.
" Jadi bagaimana? apakah kita akan melanjutkan menyerang Dante?" tanya Kaivan kepada yang lain.
" Tidak perlu,Rein menginginkan tidak ada lagi pertempuran diantara kita," sahut Kean yang baru saja kembali bergabung dengan mereka.
" Kalau begitu kalian istirahat saja di sini, perjalanan tadi cukup melelahkan kan?" tawar Morgan dan disetujui oleh Kean.
" Ya,Morgan ada benarnya sebaiknya kalian beristirahat dahulu," ucap Kean.
" Tau gini gue ajak Lope kesini,bisa sekalian honeymoon kan," seloroh Key.
Kai dan Kavin bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju kamar kosong di sana. Sementara Key langsung melakukan panggilan video dengan istri tercintanya.
..........
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗