Operation Love

Operation Love
Menghadapi Pelakor dengan Elegan


__ADS_3

Manik mata Bagas membulat ketika ia tanpa sengaja menyentuh dua benda sensitif wanita itu. Sumpah demi apa ia sangat malu, banyak mata yang melihat kejadian tadi. Terlebih wanita itu memanggilnya dokter CABULLL, rasanya Bagas ingin bersembunyi di planet lain.


Bagas menutup mulut Briana yang sejak tadi mengumpat dirinya. Ia tidak mau semakin banyak yang mendengar ucapan wanita itu.


" Hey ! siapa juga yang mau nyentuh dada rata seperti punyamu," ejek Dokter Bagas kesal.


Briana membelalakkan kedua matanya, ia sangat kesal terhadap dokter menyebalkan didepannya ini. Bisa-bisanya ia mengatakan bahwa dadanya rata, bukannya ia barusan merasakan benda kenyal miliknya. Bagaimana bisa ia mengatai bahwa miliknya rata.


" Kau?" gertak Briana tidak terima dengan ucapan dokter Bagas.


" Kau lihat kan tadi itu murni kecelakaan, kalau bukan karena tidak sengaja saya tidak sudi memegangnya," sarkas dokter Bagas lalu pergi begitu saja meninggalkan Briana dan putrinya.


" Dokter itu benar-benar menyebalkan, mama enggak mau ketemu dia lagi," ucap Briana kesal.


" Ayo ma! kita kembali ke ruangan," ajak Sheina kepada ibunya. Mereka pun kembali ke ruang rawat Briana.


Bagas memijat pelipisnya yang semakin pusing ketika ia masuk kedalam ruangannya. Sumpah demi apa ia tidak ingin bertemu lagi dengan wanita tadi.


" Tuhan, ku mohon jangan pertemukan aku lagi dengan wanita gila tadi," gumam Bagas sambil memejamkan kedua matanya.


Tak lama kemudian Dirga masuk ke dalam ruangan dokter Bagas. Dokter Bagas yang baru saja memejamkan kedua matanya, kembali terbuka karena kedatangan Dirga.


" Dokter ada masalah apa sama pasien tadi?" tanya Dirga kepo.


" Apa sih lo?" elak Bagas kesal. Ia tidak ingin kembali teringat dengan kejadian memalukan tadi.

__ADS_1


" Dokter ngapain dia?" tanya Dirga semakin menyebalkan.


" Amit-amit tadi enggak sengaja gue," kilah Dokter Bagas sambil mengetuk-ngetuk meja.


" Amit-amit nanti imut-imut lho,sekarang aja ogah nanti bucin," goda Dirga membuat Dokter Bagas semakin kesal.


" Kok doa lo enggak enak banget," ketus Bagas.


" Dokter kan jones, nah pasien tadi jendes cocok kan kalian," ejek Dirga tergelak.


Bagas bangkit dari duduknya lalu mengusir Dirga dari ruangannya.


" Gue berkata sejujurnya dokter, taruhan yuk!" teriak Dirga dari luar ruangan.


Dengan cepat dokter Bagas menutup pintu ruangannya. Sementara Dirga hanya terkekeh melihat tingkah laku dokter jones satu itu.


" Malam dokter, saya boleh ikut duduk di sini?" tanya Briana dengan senyumannya.


Belum sempat Kean menjawab namun Briana sudah duduk begitu saja di depan Kean. Kean hanya terdiam saja, Briana terus menatap wajah tampan Kean.


Tak lama kemudian Rein datang membawa makanan untuk nya dan juga Kean. Ia tersenyum sinis ketika melihat ada tamu tak di undang duduk di dekat suaminya.


" Ternyata ada orang lain ya," ucap Rein dengan anggun.


Rein duduk di samping suaminya sambil memberikan satu porsi steak untuk suaminya dan satu untuknya. Senyum Briana memudar ketika melihat Rein yang ternyata masih berada di rumah sakit.

__ADS_1


" Kau pasien yang tadi kan?" tanya Rein pura-pura ramah.


" Iya," jawab Briana singkat.


" Kau sepertinya senang sekali berdekatan dengan suamiku," celetuk Rein membuat Kean yang sedang makan tersedak.


uhukk!! uhukk!!


Rein dengan cepat memberikan Kean minum, Kean pun meminum minuman dari istrinya.


" Dokter Kean dokter yang mengoperasiku, ia yang sudah banyak membantuku. Jadi aku selalu ingin mengucapkan banyak terima kasih kepadanya," jawab Briana dengan senyum malas.


" Kau tahu apa pekerjaanku sebelumnya?" tanya Rein sambil menatap Briana. Sementara Briana hanya menggelengkan kepalanya, ia tidak peduli apa pekerjaan istrinya Kean.


" Aku seorang dokter bedah," ucap Rein sambil menacapkan pisau steak mengenai daging. Briana terkejut ketika melihat Rein yang terlihat seperti psikopat saat mengurus daging didepannya.


" Aku membelah organ tubuh manusia, lalu..," belum sempat Rein melanjutkan ucapannya Briana dengan cepat pamit undur diri. Ia bergidik ngeri membayangkan bagaimana jadinya apabila ia diiris seperti daging tadi oleh Rein.


Kean tergelak tawa melihat tingkah wanita itu, ia sangat kagum dengan apa yang dilakukan oleh istrinya yang tetap anggun menghadapi wanita yang berusaha mendekati suaminya.


" Padahal aku belum lanjutin ngomong lho, lalu aku mengobati mereka," sahut Rein ikut tertawa.


" Keren kamu Yank, dia sampai ngabur kayak tadi," seloroh Kean masih tertawa mengingat tingkah Briana yang auto kabur ketika melihat Rein memainkan pisaunya.


Rein hanya tersenyum, Kean tidak tahu saja ia mendapatkan ajaran seperti ini dari mom Alexa dan Bunda Nichole.

__ADS_1


.........


Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗


__ADS_2