
Kean baru saja keluar dari ruang operasi, ia berjalan memasuki ruangannya dengan langkah gontai. Hari ini sangat melelahkan,baru saja ia sampai di Indonesia ia harus berkunjung ke pesta pernikahan orang lain demi keinginan si jabang bayi. Baru beberapa saat ia ingin beristirahat ia harus kembali ke rumah sakit karena hanya ia yang dapat melakukan operasi ini.
Setelah berjam-jam berada di ruang operasi, Kean ingin beristirahat sejenak. Ia merebahkan tubuhnya di sofa yang berada dalam ruangan nya. Namun baru beberapa saat ia memejamkan kedua matanya lagi-lagi ia harus kembali terjaga karena tiba-tiba saja ponselnya berdering.
Kean menggeser tombol berwarna hijau dalam layar ponselnya. Ia menerima panggilan telepon tersebut dengan malas, sambil mencoba kembali memejamkan matanya.
" Hallo Kean, gimana keadaan Rein? apa ia sudah di temukan?" tanya Sidney.
Rey memberitahu Sidney cerita sebenarnya dimana foto yang ia dan Rein dapatkan adalah foto rekayasa pria yang terobsesi dengan Rein. Ia pun menceritakan tentang Rein yang diculik oleh pria itu, Sidney merasa terkejut dengan apa yang ia dengar. Oleh karena itu ia dengan cepat menghubungi Kean.
" Rein sudah kembali," jawab Kean dengan mata terpejam.
" Syukurlah, aku merasa lega," jawab Sidney. Jujur ia menghubungi Kean karena keinginan aneh suaminya juga, namun ia sedikit sungkan untuk meminta tolong kepada Kean.
" Katakan terima kasih kepada Rey yang sudah mengirim Morgan untuk membantu kami," sahut Kean sambil memijat pelipisnya yang semakin pusing karena ia kurang beristirahat.
" Oh baiklah, nanti akan ku sampaikan," balas Sidney.
" Ehmm, Kean.. sebenarnya aku ada sedikit permintaan kepada mu. Rey saat ini sedang ngidam dan ia menginginkan rujak buatanmu," sambung Sidney sedikit ragu.
" Rey ngidam? memang dia hamil?" tanya Kean semakin melantur.
Oh astaga Sidney menepuk keningnya mendengar ucapan absurd mantan kekasihnya itu. Sidney pun menjelaskan kepada Kean bahwa Rey saat ini sedang mengalami sindrom kehamilan simpatik, namun beberapa menit berlalu tidak ada jawaban dari Kean.
__ADS_1
" Oh astaga sepertinya dia tertidur," ucap Sidney ketika ia tidak mendengar ada jawaban dari Kean.
Sidney mematikan sambungan telepon lalu kembali menghampiri suaminya. Ia mendengus kesal ketika melihat Rey yang saat ini sedang menonton drama sambil menitikkan air matanya.
Oh my God! apa mereka sedang berada dalam dunia terbalik? Di mana suami yang bertingkah lebay seperti anak remaja saat menonton. Sidney merasa aneh,mengapa rasa mualnya tiba-tiba saja berpindah kepada Rey? Apa ini salah satu bentuk protes bayi mereka kepada ayahnya.
Sidney tersenyum sambil mengusap perutnya yang masih rata. Sidney melihat dimana pemeran utama wanita dan pria terpisah membuat Rey merasa terharu dengan cerita dalam drama tersebut.
" Kean kayaknya ketiduran deh waktu aku telepon," ucap Sidney ketika ia duduk di samping suaminya.
" Padahal aku pengen banget," jawab Rey dengan bibir yang mengerucut.
" Kita tunggu sebentar, dia mungkin lelah sayang. Kau kan tahu Kean dan Rein baru saja kembali dari Ohio," sahut Sidney mencoba memaklumi.
Beberapa jam kemudian Kean sudah sampai di apartemen Rey dan Sidney dengan wajah yang di tekuk. Bagaimana tidak kesal ia baru saja beristirahat sejenak, kini ia harus membuatkan rujak untuk papa ngidam.
" Lo enggak salah minta dibuatkan sama gue? gue bisanya membedah orang Rey. Mana ngerti gue buat beginian," protes Kean sambil memotong buah-buahan yang baru saja ia beli dalam perjalanan.
Sebelum Kean sampai Sidney sempat menelepon Kean untuk membelikannya buah-buahan untuk membuat rujak.
" Motong-motongnya yang bener tuan Adhitama, ini buah-buahan bukan organ tubuh yang harus lo bedah secara perlahan," sahut Rey yang gemas ketika melihat Kean memotong buah-buahan dengan perlahan.
Sumpah demi apa, ingin rasanya Kean membedah mulut suami mantannya itu saat ini karena terlalu banyak protes. Kalau saja bukan karena Rey sudah membantu nya ia tidak mau melakukan hal ini.
__ADS_1
" Bolehkah aku membedah mulutnya ?" tanya Kean kepada Sidney.
Sidney terkekeh mendengar pertengkaran antara suami dan mantannya. Rey lalu memberitahu cara membuat rujak dan Kean mengikuti arahannya. Mereka terlihat begitu kompak meskipun sesekali beradu pendapat.
" Lo kenapa beli yang asem semua, enggak ada pepaya atau buah-buah yang manis?" Rey menggerutu kesal ketika ia melihat hanya ada mangga muda dan juga buah kedondong.
" Lo tuh ngidam rujak atau salad buah? dimana-mana rujak kebanyakan asem," balas Kean.
" Yang namanya rujak itu pedas,asem dan manis dokter Kean," ucap Rey dengan nada kesal.
" Yang namanya rujak enggak ada pake buah manis tuan Salim," sewot Kean dengan tatapan tajam.
Sidney memijat pelipisnya yang semakin pusing karena pertengkaran mereka yang tidak berakhir sejak tadi. Oh astaga mengapa kedua pria ini sangat rumit seperti wanita.
" Stop!!".
...........
Bersabarlah Sidney ini ujian🤣🤣 kamu banyak-banyak amit2 saja😆.
Rujak versi kalian kayak gimana sih? kalau Bersi ku rujak buah2 an manis kayak pepaya melon semangka juga bisa karena aku enggak suka asem. Terimakasih kalian masih setia dengan Kean🤗
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
__ADS_1