
Hai Hai epribadeh mati kita kebut kebutan ..bantu aku kreji up dengan kreji like komen dan vote bestie π
Terimakasih banyak buat kamu kamu yang selalu dukung karya ku dari awal..tanpa kalian semua aku hanyalah remahan rengginang di kaleng khonguan yesπ€£
Have a nice dayπ€
πππ
Happy Reading π
Hari demi hari berlalu sudah hampir satu bulan Kean berusaha membujuk ayah Rein agar ia mengizinkannya menikah Rein namun masih tak kunjung ia dapat.
Kean merasa frustasi entah cara apalagi agar ia dapat mendapatkan restu dari calon ayah mertua nya.
Rein saat ini sedang melakukan operasi bersama Sidney karena Kean saat ini sedang membantu Kavin menyelamatkan Kimmy.
Sebenarnya Rein merasa khawatir,setelah ini sudah dapat di pastikan kekasih nya itu akan kembali terluka seperti tempo hari ketika Kimmy di culik oleh Arsyila.
Sebenarnya ada sedikit rasa cemburu di hati Rein ketika Kean terus menerus membela Kimmy. Namun ia ingat ucapan Kean yang mengatakan bahwa kepada Kimmy, Vallerie dan Cinta ia hanya menganggap nya sebagai adik perempuan nya. Karena selama ini ia tidak mempunyai adik perempuan yang ingin ia jaga.
Belum lagi ini adalah wujud solidaritas para the K yang harus selalu siap membantu satu sama lain.
Rein baru saja keluar dari ruang operasi setelah berjam-jam berada di ruang operasi. Sidney memberikan minuman dingin kepada Rein ketika mereka beristirahat di ruang jaga.
" Terimakasih" ucap Rein lalu membuka minuman itu kemudian meminumnya.
" Kau sedang mengkhawatirkan Kean kah?" tanya Sidney yang melihat raut wajah Rein yang sejak tadi terlihat begitu cemas.
" Iya,aku tidak bisa membiarkan nya kembali terluka," jawab Rein jujur.
" Tenang saja, percayalah mereka akan kembali dengan selamat," Sidney mencoba menenangkan Rein.
" Masalahnya pertempuran mereka kali ini Kaivan tidak ikut serta dengan mereka," jawab Rein yang terlihat begitu frustasi.
__ADS_1
Ia begitu takut sesuatu terjadi kepada Kean,apalagi Kean mengatakan apabila mereka akan pergi ke sebuah pulau yang letak nya sulit untuk di temukan.
" Percayalah dengan kuasa Tuhan pasti akan melindungi mereka," sahut Sidney menepuk pelan pundak Rein.
" Aku yakin Kai pasti akan menyusul mereka," sambung Sidney lagi.
Rein merasa sedikit lega setelah mendengar ucapan Sidney. Ia berharap Kaivan datang tepat waktu membantu Kean,Key dan Kavin.
Hari sudah larut malam Rein saat ini tidur di dalam ruangan pribadi milik Kean. Ia sejak tadi menunggu Kean kembali,ia berharap Kean kembali dengan selamat. Namun karena rasa kantuk melanda membuat nya terlelap di dalam kamar pribadi Kean.
Pintu ruangan tiba- tiba saja terbuka,Kean sengaja ke rumah sakit setelah mengantarkan Kimmy ke mansion. Ia begitu malas mendengar ocehan Bunda Nichole yang terlalu berlebihan ketika melihat nya terluka.
Kean terkejut ketika ia melihat Rein tertidur di dalam ruangannya. Mendengar suara pintu terbuka,Rein membuka mata nya. Ia terkejut ketika melihat Kean babak belur seperti sekarang.
Lagi- lagi pria nya terluka,dan ia tidak suka melihat nya. Rein merasa sedih ketika ia harus melihat Kean terluka seperti ini.
Rein melihat jam di dinding menunjukkan pukul tiga dini hari. Ia bangkit dari tidurnya menghampiri Kean. Kean menghela nafas panjang,niat nya ingin menghindari Bunda Nichole kini ia malah mendapatkan tatapan tajam dari Rein.
Kean menghapus air mata Rein yang baru saja jatuh membasahi pipinya. " Maaf kan aku sayang, maafkan aku membuat mu khawatir," ucap Kean lalu mengecup kening Rein.
Rein membawa Kean duduk di sofa yang berada di dalam kamar Kean. Ia mengambil kotak obat di ruang kerja Kean. Rein pun kembali menghampiri Kean lalu mulai mengobati semua luka nya.
Buka hanya wajah saja yang terluka namun bagian punggung pun memiliki banyak luka. " Kau besok tidak perlu bekerja,biar aku saja yang menggantikan mu," ucap Rein sambil memasang kan perban di tubuh Kean.
Awal nya Rein merasa malu ketika ia pertama kali melihat tubuh Kean apalagi perut kotak- kotak yang membuat nya ingin menyentuh nya. Namun karena ini kedua kali nya ia mengobati Kean seperti ini membuat nya tidak lagi canggung.
Kean memakai kaos yang di berikan oleh Rein setelah selesai di obati. Kedua nya merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur. Kean saat ini memeluk Rein dari belakang,ia terus menerus mengecup puncak kepala Rein.
" Ayo,kita menikah! aku ingin selalu berada di dekat mu seperti ini setiap waktu." ucap Rein.
" Aku belum mendapatkan izin dari ayah mu sayang," sahut Kean menimpali.
Rein membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Kean,ia membenamkan wajahnya di dada bidang Kean. " Aku akan membujuk ayah agar segera merestui kita," kata Rein lalu mendongak menatap Kean.
__ADS_1
Manik mata mereka saling bertemu,entah siapa yang memulai kini keduanya bibir mereka bertautan saling melumaat membelit. Kean dan Rein menghentikan ciuman mereka ketika merasakan alarm berbahaya dalam tubuh mereka .
Mereka memilih untuk tidur sebelum sesuatu yang lebih terjadi apabila ciuman tadi di lanjutkan. Kean memeluk Rein,Rein merasa nyaman berada dalam pelukan Kean. Oh astaga aku pun ingin di peluk Kean.
Pagi mulai menyapa dua insan yang masih tertidur. Key dan Kai pagi-pagi sekali datang menemui Kean. Melihat tidak ada orang ia sudah yakin Kean berada di dalam kamar nya. Mereka kembali keluar ketika melihat Kean masih terlelap bersama Rein.
" Kean kita sekarang nggak alim lagi,ajaran sesat Kavin memang berbahaya," ucap Key lalu duduk di sofa ruangan kerja Kean bersama Kai.
Rein membuka mata nya,ia lalu bangkit dari tempat tidur. Rein melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sebelumnya Rein membawa pakaian ganti yang Kean sediakan di dalam lemari nya. Mereka kini terlihat seperti sepasang suami istri sungguhan. Setelah selesai dengan ritual mandi nya Rein bersiap untuk kembali bekerja.
Kean memijat kepala nya yang sedikit pusing ketika terbangun. " Kamu istirahat saja ada aku dan Sidney yang mengurus semua nya," ucap Rein membuat Kean sedikit lebih tenang.
Rein mengecup kening Kean sebelum keluar dari kamar pribadi Kean. Namun Kean malah mengecup bibir Rein membuat Rein terkekeh. Rein pun keluar dari kamar pribadi Kean.
Ia begitu terkejut ketika melihat Key dan Kai yang tersenyum sambil melambaikan tangan kepada Rein.
" Pagi Rein ," sapa kedua nya membuat Rein merasa canggung.
" Gue mulai kerja dulu ya," pamit Rein ketika ia mengambil snelli yang ia letakkan di dekat sofa.
Rein pun keluar dari ruang kerja Kean dengan malu - malu. Key berjalan masuk ke dalam kamar pribadi Kean di ikuti oleh Kai di belakangnya.
Key merebahkan tubuhnya memeluk Kean dari belakang membuat Kai ingin sekali tertawa terbahak-bahak dengan kelakuan jahil sahabat sekaligus kakak ipar nya yang nggak ada akhlak itu.
" Apa sih sayang, kata nya mau kerja?" ucap Kean tanpa melihat siapa di belakangnya.
" Iya kan masih kangen sama kamu," jawab Key dengan suara di buat- buat seperti perempuan. Kean merasa aneh auto membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Key.
" Astoge!!" pekik Kean terkejut.
Kai tidak dapat menahan lagi,ia tertawa begitu lepas melihat kelakuan absurd sahabat nya.
Jangan lupa like komen dan vote bestie π
__ADS_1