Operation Love

Operation Love
Menjadi Menantu Kesayangan


__ADS_3

Pagi mulai menyapa dua insan yang masih setia dalam mimpi. Suara kicauan burung di luar sana seolah nyanyian bagi mereka yang saat ini semakin mempererat pelukan mereka.


Hujan di pagi hari membuat mereka enggan bangkit dari tempat tidur. Rasanya berada terus di balik selimut tebal dan dalam dekapan pasangan begitu nyaman.


Alarm berbahaya berbunyi ketika Rein merasakan sesuatu di bawah sana bergerak. Rein membuka mata nya lalu bergegas bangkit dari atas tempat tidur sebelum suami nya kembali menerkam nya pagi ini.


" Sayang," panggil Kean dengan nada manja.


Rein hanya menjawab panggilan Kean dengan menjulurkan lidahnya.


Hari ini ia akan memulai aktivitas nya sebagai menantu keluarga Adhitama dan kembali bekerja. Oleh karena itu ia tidak boleh terlambat,apabila ia terus melayani Kean sudah di pastikan ia akan kembali tidak bekerja hari ini.


Rein bergegas berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Kean tertawa melihat tingkah lucu istrinya di pagi hari. Pagi ini Rein akan lepas dari kejaran Kean,tapi tidak untuk malam nanti.


Setelah selesai dengan ritual mandi nya, Rein masuk ke dalam walk in closet untuk berganti pakaian. Di dalam walk in closet milik Kean kini sudah tersedia pakaian yang di siapkan oleh Bunda Nichole untuk Rein.


Kean pun memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri. Jam menunjukkan pukul setengah tujuh ia pun harus bersiap untuk kembali ke rumah sakit.


Setelah selesai berpakaian Rein menyiapkan pakaian untuk di pakai oleh Kean. Ia senyam-senyum sendiri melakukan ritual pagi yang sering dilakukan oleh pemeran utama wanita yang selalu ia baca dalam novel.


Ia tidak menyangka ia akan merasakan seperti wanita dalam novel yang hidup bahagia dengan pria yang ia cintai.


Kean baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang. Oh astaga dada bidang suaminya begitu menggoda membuat Rein oleng seketika.


Rein yang saat ini sedang merapikan rambutnya tertegun melihat pemandangan di depan nya. Padahal ia sudah sering melihat Kean seperti ini tapi masih saja ia terpesona ketika melihat tubuh indah suaminya.


" Sayang,aku ke bawah duluan ya. Aku mau membantu Oma dan Bunda menyiapkan sarapan untuk kita," pamit Rein lalu pergi meninggalkan kamar mereka setelah mendapatkan izin dari Kean.


Berlama-lama di dalam kamar membuat Rein ingin menerkam suaminya. Oh astaga mengapa kini ia yang ingin menerkam Kean? Mengapa pikiran nya kini menjadi seperti ini. Rein bergegas menuruni anak tangga, berjalan menuju dapur.


Rein melihat Oma dan Bunda Nichole yang sedang berkutat di dapur merasa malu karena ia datang terlambat.


" Selamat pagi Oma, selamat pagi Bunda,maaf Rein terlambat," ucap Rein sungkan.


" Pagi sayang, nggak apa-apa kita masak sedikit kok," jawab Oma Erika lalu tersenyum kepada Rein.

__ADS_1


Wecheese,Nggak apa-apa Rein kita paham kok pengantin baru masih seneng berada dalam dekapan. Apalagi cuaca dingin kayak gini," cerocos Bunda Nichole membuat Rein tersipu malu.


Rein lalu membantu Oma dan Bunda menyajikan makanan yang di masak oleh Oma dan Bunda. Kean baru saja turun diikuti ayah Lexy di belakangnya.


Mereka duduk di kursi ruang makan,Rein dan Bunda Nichole menyiapkan makanan untuk suami mereka.


" Pagi ini Kean seger banget ya bun?" goda Ayah Lexy yang melihat sejak tadi putra nya terus tersenyum.


Tentu saja Kean tersenyum dunia nya saat ini hanya lah Rein dan Rein.


" Iya lah pengantin baru," Bunda Nichole ikut menggoda mereka.


" Oma jadi nggak sabar menunggu cicit dari kalian," celetuk Oma Erika.


" Iya Oma tentu saja,Kean akan bekerja keras untuk mewujudkan keinginan kalian semua," jawab Kean terdengar horor di telinga Rein. Sudah pasti ia akan terus mendapatkan serangan oleh Kean di manapun.


Setelah selesai menikmati sarapan mereka pamit untuk pergi ke rumah sakit. Oma Erika dan Bunda Nichole sebenarnya menginginkan Rein menjadi ibu rumah tangga saja. Urusan mencari uang urusan para pria,namun sebelum Rein hamil ia ingin berkerja bersama Kean di rumah sakit.


Beberapa menit kemudian pasangan pengantin baru telah sampai di area rumah sakit. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan seolah menunjukkan kepada dunia bahwa mereka pasangan teruwuw.


" Terimakasih," jawab Rein sambil menerima bucket bunga yang di berikan oleh Dona kepada nya.


Kean hanya menjawab dengan senyuman,mereka melangkah kan kakinya menuju ruangan Kean. Rein menaruh tasnya di dalam kamar pribadi Kean. Ia lalu mengambil snelli miliknya yang ia taruh di dalam lemari Kean.


" Aku ke ruangan ku ya sayang, peralatan ku semua ada di sana," pamit Rein lalu mencium pipi suaminya.


" Iya,nanti siang makan bareng di sini," ucap Kean dan disetujui oleh Rein. Rein keluar dari ruangan Kean, Kean saat ini sedang mengecek riwayat pasien yang baru datang ketika ia tidak ada.


" Hai Rein!" sapa Sidney ketika mereka berpapasan di koridor rumah sakit.


" Hai,apa kabar?" tanya Rein masih merasa canggung berbicara dengan mantan kekasih suaminya.


" Santai aja Rein nggak usah canggung sama aku,aku mau izin kepada Kean untuk cuti beberapa hari ke London," ucap Sidney.


" Apa ada keluarga mu di sana?" tanya Rein pemasaran.

__ADS_1


" Aku hanya ingin berlibur,oh iya selamat ya atas pernikahan kalian," ucap Sidney tulus kepada Rein. Rein pun tersenyum kepada Sidney,ia lalu memeluk Sidney.


" Terimakasih kau mau berbesar hati melepaskan Kean,aku doakan kau akan mendapatkan jodoh yang lebih baik," sahut Rein lalu mengurai pelukannya.


" Terimakasih atas doa nya Rein,aku izin dahulu ya," pamit Sidney lalu berjalan menuju ruangan Kean.


Sidney mengetuk pintu ruangan Kean,ia lalu masuk kedalam ruangan Kean setelah mendapatkan izin dari nya untuk masuk.


" Kenapa?" tanya Kean.


" Aku mau izin libur ya,dua minggu? " ucap Sidney.


" Lama banget,mau kemana?" tanya Kean selidik.


" Mau healing lah,aku mau ke London kayaknya kalau seminggu kurang deh," kata Sidney lalu terkekeh.


" Oke,kamu berangkat kapan?" tanya Kean.


" Sebentar lagi,aku sengaja nunggu kalian datang baru pergi," ucap Sidney tanpa dosa.


" Terus ngapain izin kalau akhir nya pergi juga?" cetus Kean kesal.


" Formalitas pak," ucap Sidney lalu tergelak tawa.


Setelah berpamitan dengan Kean, Sidney pun pergi ke bandara. Ia tidak membawa banyak barang karena bagi nya yang terpenting bawa banyak uang saja cukup,barang bisa di beli di negara itu.


Setelah lama dalam perjalanan Sidney kini sudah sampai di bandara. Ia merentangkan kedua tangannya ketika ia sudah sampai di London.


Sidney berjalan menuju arah pintu keluar namun tanpa sengaja koper nya menabrak koper orang lain membuat Sidney menatap pria itu.


" Kau??" ucap mereka bersamaan.


...........


Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗

__ADS_1


__ADS_2