
Aldi dan Audrey ikut bergabung makan malam bersama mereka. Rein dengan telaten mengambilkan ikan dan nasi untuk suaminya. Audrey melihat apa yang dilakukan oleh Rein ikut melakukan nya untuk Aldi.
" Ciee..cie belajar menjadi istri soleha ya?" goda ibu kepada Audrey.
" Bukan soleha dia mah bu,tapi solehot," canda Rein lalu mengambil sambal untuk nya..
" Bumil ngeledek gue terus,nanti anak lo mirip gue lho," cetus Audrey tidak mau kalah.
" Mana ada mirip lo,yang buat kan gue sama Kean," celetuk Rein membuat Kean merasa malu dengan ucapan absurd istri nya.
" Nak Kean,nak Aldi maaf ya,mereka kalau baru bertemu suka seperti ini. Sebenarnya mereka saling kangen cuma gengsi mengungkapkan saja," cerocos ibu panjang lebar.
Kean dan Aldi hanya tersenyum,Rein menepuk pundak Aldi. " Dia walaupun gesrek dan menyebalkan tapi dia itu sahabat rasa saudara gue. Jadi jangan pernah berani untuk menyakitinya ya dokter Aldi," sahut Rein.
Audrey merasa terharu mendengar ucapan sahabatnya Rein,ia lalu memeluk Rein membuat Rein bergidik ngeri di peluk oleh Audrey .
" Sweet banget sih bumil," seloroh Audrey dengan nada manja.
" Ih lebay lo," protes Rein sambil mengurai pelukan Audrey kepada nya.
" Jadi kita bantu apa?" tanya Kean kepada Aldi.
" Bantu doa dan juga cuan dokter Kean, insyaallah semua akan berjalan dengan lancar," sahut Audrey membuat Kean terkekeh.
" Ish,jangan yank. Duit Audrey banyak enggak usah di kasih cuan," protes Rein mencebik.
" Ish,ibu negara pelit banget sih," cibir Audrey sambil mengerucutkan bibirnya.
" Kalian ribut terus enggak malu sama ayah ibu ngeliatin dari tadi," protes Aldi akhirnya membuka suara.
__ADS_1
" Enggak apa-apa nak Aldi,kita udah biasa melihat mereka seperti ini," jawab Ayah Rein sambil mengambil lagi ikan bakar yang di buat oleh nya dan juga Kean.
" Ayah memang terbaik," ucap Audrey sambil memberikan dua finger love kepada ayah Rein.
Kean melihat sedekat apa Audrey dan Rein,pantas saja Rein mau menjadi dirinya saat itu. Dan Audrey melakukan kebohongan itu agar Rein menemukan jodohnya.
Lama mereka berbincang sambil menikmati makan malam bersama. Setelah selesai makan Audrey dan Aldi pamit untuk pulang karena hari sudah larut malam.
Rein saat ini sedang sibuk membantu ibu nya di dapur, tiba-tiba ia merasa perut nya seperti kram. Kean melihat perubahan raut wajah Rein dengan cepat ia menghampiri istrinya.
" Kamu enggak apa-apa sayang?" tanya Kean selidik.
" Perut ku kok sakit ya?" tanya Rein. Kean dengan cepat menggendong Rein,ia berpamitan kepada ibu dan juga ayah untuk pergi ke dokter.
Karena hari sudah larut malam,Kean melajukan mobilnya menuju kediaman dokter Ayu. Ia berharap semoga bayi nya tidak kenapa-kenapa.
Lama berkendara kini mereka sudah sampai di rumah dokter Ayu. Dokter Ayu mempersilahkan mereka masuk ke dalam ruangan khusus untuk pasien darurat yang ia tangani di sana.
Dokter Ayu pun mulai memeriksa Rein,Rein dan Kean sangat cemas. Mereka takut sesuatu terjadi kepada calon bayi mereka.
" Alhamdulillah enggak terjadi apa-apa ya,Rein hanya. terlalu kelelahan. Di jaga baik-baik ya,jangan terlalu kecapekan," saran Dokter Ayu.
Kean dan Rein merasa bersyukur,calon bayi mereka tidak kenapa-kenapa. Kean akan lebih protektif lagi menjaga Rein dan calon bayi nya.
Setelah mendapatkan obat penguat kandungan dan vitamin Kean dan Rein kembali pulang ke rumah ibu. Ketika mereka sampai di depan rumah Kean melarang Rein keluar dari mobil. Ia keluar terlebih dahulu lalu berjalan memutari mobilnya,Kean membuka pintu mobil lalu menggendong Rein.
" Ya ampun sayang,aku bisa jalan sendiri," protes Rein. Kean mengetuk pintu,tak lama kemudian ibu membukakan pintu untuk mereka.
" Bagaimana Rein nak?" tanya Ibu merasa khawatir.
__ADS_1
Kean mendudukkan Rein di sofa ruang tamu," Rein terlalu kelelahan Bu, Alhamdulillah bayi kami tidak kenapa-kenapa," jawab Kean.
" Alhamdulillah,ibu kan sudah bilang Rein enggak usah bantu ibu," protes ibu kesal.
" Abis Rein bosan Bu," kilah Rein sambil mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil.
" Pokoknya kamu harus nurut enggak boleh protes lagi," ucap Kean tegas.
" Iya ayah emesh," jawab Rein dengan senyum yang di paksa. Kean dan Rein pun pamit untuk masuk ke dalam kamar.
Ibu merasa senang melihat betapa sayangnya Kean kepada Rein. Terlihat seperti saat ini saking lebay nya Kean menggendong Rein masuk ke dalam kamar.
Sejak saat itu Kean menjadi lebay dan protektif kepada Rein. Seperti hari ini mereka sudah kembali ke mansion Adhitama. Saat ini Kean mengumpulkan para asisten rumah tangga untuk melarang Rein membantu mereka.
" Baik den," ucap seluruh asisten rumah tangga ketika mendapatkan perintah dari tuannya.
Siang ini Kean sengaja sudah pulang dari rumah sakit lebih cepat karena ia tidak memiliki jadwal operasi. Malam hari ia akan kembali ke rumah sakit,Kean melihat Rein yang berjalan menuju ruang tamu ketika bibi pelayan mengepel lantai. Dengan cepat Kean mengendong Rein,Rein terkejut ketika ada seseorang yang menggendong nya.
" Kamu ish,aku pikir siapa?" protes Rein memukul dada suaminya.
" Kamu nakal ya,aku bilang hati- hati itu lantai masih licin nyonya Adhitama," Kean mulai seperti seorang mertua yang memarahi menantu nya.
" Iya maaf," Rein hanya menjawab dengan senyum selebar mungkin. Ia memutar kedua bola matanya jengah, semakin hari Kean semakin lebay. Tempo hari ia mengendarai mobil sangat pelan,ia takut sang bayi mengalami goncangan ketika ia melajukan mobilnya dengan cepat.
Perjalanan dari rumah Rein sampai ke mansion membutuhkan waktu dua jam karena Kean mengendarai mobilnya sangat pelan. Pokoknya Kean selalu melarangnya melakukan ini dan itu membuat Rein merasa pergerakan nya di batasi oleh suaminya.
.....
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
__ADS_1