
Pagi mulai menyapa pria tampan yang masih setia dalam tidurnya. Ia masih saja terlelap meski kicauan burung terus bernyanyi berkolaborasi dengan suara indah sang istri yang sejak tadi membangunkan nya.
Kean masih setia di balik selimut tebalnya,ia baru kembali ke rumah saat dini hari. Keadaan rumah sakit kemarin sangat ramai membuat Kean harus lembur karena banyak pasien yang harus ia operasi. Rein ingin membantu nya namun ia menolak, istrinya tidak boleh terlalu capek.
Sebenarnya Kean sudah menyarankan agar Rein diam di rumah saja. Namun Rein merasa bosan apabila hanya berdiam diri di rumah saja. Sebelum mereka memiliki seorang anak Rein akan bekerja membantu Kean di rumah sakit.
" Sayang,wake up," teriak Rein yang kini sudah mulai tertular oleh Bunda Wecheese. Suasana mansion Adhitama kini semakin ramai semenjak Bunda Nichole memiliki koalisi baru.
Rein saat ini hendak mandi setelah selesai membantu Bunda memasak di dapur bersama Oma. Namun ia melihat suaminya masih tertidur, sementara jam menunjukkan pukul tujuh pagi. Ia naik ke atas tempat tidur,ia menciumi pipi suaminya kiri dan kanan agar ia terbangun dengan tingkah nakal nya.
Mendapatkan serangan di pagi hari dari sang istri membuat Kean merasa seperti mendapatkan lampu hijau untuk menikmati makanan pembuka sebelum sarapan.
Kean memeluk Rein sangat erat agar ia tidak dapat melarikan diri. Kucing nakal satu ini selalu memiliki akal licik untuk melarikan diri dari santapan sang suami.
" Sayang,ini sudah siang," ucap Rein terbata ketika tangan nakal Kean asyik bermain di balik pakaiannya. Oh my God mulut Rein menolak namun tubuhnya begitu menikmatinya.
" Bunda,tolong aku di perkosa!" teriak Rein membuat Kean terkekeh.
" Sejak kapan ada pemerkosaan kepada istri sendiri?" Kean tergelak tawa mendengar ucapan absurd istri nya.
Niat ingin membangunkan Kean untuk bekerja kini Rein malah menjadi santapan Kean. Keduanya saat ini sedang menikmati olahraga pagi sebelum memulai sarapan mereka. Bunda Nichole yang hendak menyusul mereka ke kamar ,menghentikan langkahnya ketika mendengar suara aneh yang berasal dari kamar putranya.
Mereka bener- bener kejar setoran...
Bunda Nichole terkekeh sambil berjalan perlahan menuju lantai bawah. Sementara Kean dan Rein melanjutkan permainan mereka di bawah guyuran air di dalam kamar mandi. Keduanya seolah tidak mengenal lelah mengabaikan suara perut mereka yang sejak tadi berdemo meminta asupan gizi.
" Kean sama Rein mana Bunda?" tanya ayah Lexy ketika melihat Bunda Nichole turun dari lantai atas sendiri tanpa Rein dan Kean.
__ADS_1
" Mereka sedang buatin aku cucu," celetuk Bunda Nichole apa adanya.
Oh astaga istrinya itu kalau bicara tidak pernah di filter. Dan ayah Lexy hanya menggelengkan kepalanya,ia tidak menyangka putranya yang kalem menjadi seganas itu.
Satu jam kemudian Kean dan Rein baru saja turun ke lantai bawah untuk memulai sarapan mereka yang tertunda. Untungnya pagi ini keduanya tidak memiliki jadwal operasi, sehingga mereka dapat dengan santai pergi ke rumah sakit.
Rein dengan telaten menyiapkan makanan untuk suaminya. Kean tersenyum manis kepada sang istri," Terima kasih sayang," ucap nya dengan lembut.
Suasana itu terlihat indah dipandang oleh dua wanita berbeda generasi. Oma dan Bunda Nichole berharap kebahagiaan selalu bersama mereka. Mereka berharap kekuatan cinta mereka akan semakin kuat seperti ini,meski banyak godaan yang menerpa nanti nya.
Setelah selesai sarapan mereka berpamitan kepada Oma Erika dan juga Bunda Nichole. Ayah Lexy sudah pergi menemui para sahabatnya di mansion Wijaya. Sekarang ayah Lexy sudah melepaskan tanggung jawab penuh semua aset nya kepada kedua putranya Kean dan Sean.
Jadi urusan rumah sakit, hotel dan juga sekolah biarlah mereka yang mengelola. Ayah Lexy dan Bunda Nichole sedang menikmati masa tua mereka. Terkadang mereka mengunjungi sahabat mereka atau berjalan-jalan kemanapun mereka mau.
Beberapa menit kemudian Kean dan Rein baru saja sampai di rumah sakit Adhitama. Ketika mereka keluar dari mobil mereka berpapasan dengan Dokter Bagas. Pria itu masih saja berani tersenyum manis kepada Rein meski saat ini Rein bersama dengan suaminya.
" Pagi Dokter," jawab Rein singkat ia hanya tersenyum tipis ketika melihat raut wajah suaminya yang berubah masam ketika bertemu Dokter Bagas.
" Kami duluan ya Dokter," ucap Rein lagi pamit berjalan terlebih dahulu sambil menggandeng tangan suami tercintanya.
Oh astaga Kean saat ini sangat menggemaskan ketika sedang cemburu. Baru beberapa langkah mereka menjauh dari Dokter Bagas,tiba- tiba mereka di kejutkan oleh seseorang yang memberikan bucket bunga kepada Rein.
Rein mendongak menatap pria tampan berwajah oriental itu sedang tersenyum manis kepada Rein. Seumur hidup Dante tidak pernah melakukan hal bodoh seperti ini. Namun demi menarik perhatian Rein ia rela melakukan nya.
Pria itu benar- benar datang ke Indonesia untuk mengejar cinta Rein. Ia benar-benar mengibarkan bendera perang kepada Kean yang saat ini menatapnya dengan sorot mata tajam.
" Good morning dokter cantik," sapa Dante dengan logat nya yang masih belum lancar berbahasa Indonesia.
__ADS_1
" Mengapa anda berada di sini tuan?" tanya Rein penasaran.
" Aku baru saja pindah ke Indonesia demi dirimu," jawab Dante sungguh tidak tahu malu.
" Ck,tuan apa anda tidak tahu bahwa wanita yang sedang anda rayu sudah bersuami?" Kean berdecak marah,ia marah ketika ada pria lain mendekati wanita nya.
" Aku tahu," jawab Dante singkat jelas dan padat.
" Lalu kenapa kau ingin mendekati istri ku," sewot Kean yang ingin sekali memukul Dante apabila tidak di tahan oleh Rein.
" Mr.Smith kau takut sekali aku merebut istri mu," seloroh Dante lalu tertawa.
" Jauhi istri ku apabila kau tidak mau bermasalah dengan kami," ancam Kean dengan tatapan membunuh.
Rein membawa Kean menjauh dari Dante, sementara Dante terus tersenyum tanpa dosa kepada mereka .
" Aku Andante pasti akan berhasil mendapatkan mu Reina,kita akan lihat sebesar apa kekuatan cinta kalian," gumam Dante tersenyum menyeringai.
Janson datang menghampiri lalu memberi hormat kepada tuannya. " Mansion untuk anda sudah siap tuan," ucap Janson sopan.
" Baiklah aku mau beristirahat,aku baru saja sampai untuk menemui nya tapi dia cuek sekali kepada ku," gumam Dante sambil berjalan masuk ke dalam mobilnya.
" Mengapa jatuh cinta membuat orang menjadi bodoh, bahkan seorang Andante pun membuang- buang waktu mengejar cinta istri orang," gumam Janson dalam hati.
Dante yang terkenal kejam dan sadis menjadi bodoh karena cinta. Ia rela membuang-buang waktunya untuk datang ke Indonesia demi Rein. Janson khawatir Rein akan menjadi kelemahan bagi ketua nya nanti.
........
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗