
Mobil Kean baru saja sampai di pekarangan mansion Adhitama. Rein masih tertidur seperti kucing manis ketika mereka sampai. Kean keluar dari mobil setelah memarkirkan mobilnya, ia membuka pintu mobil lalu menggendong istrinya ala bridal style. Ia menutup mobil menggunakan kakinya secara perlahan.
Kean berjalan masuk kedalam, pelayan mansion keluar untuk membukakan pintu untuk mereka sehingga Kean tidak kesulitan untuk masuk kedalam.
Kean berjalan masuk kedalam kamar mereka, ia lalu merebahkan tubuh Rein di atas tempat tidur. Kean merasa lelah, ia pun ikut beristirahat di samping istrinya.
Oma Erika menghampiri Bunda Nichole yang baru saja pulang dari butiknya.
" Mami kayak denger suara Kean pulang deh?" ucap Oma Erika kepada menantunya.
" Mereka sudah pulang?" Bunda Nichole balik bertanya kepada Oma Erika.
" Tadi mami denger suara mobil Kean, lagian mereka dari mana sih? baru juga sampai Indonesia udah pergi saja," cerocos Oma Erika.
" Rein ngidam makan di kondangan orang mi," jawab Bunda Nichole.
" Ya ampun Rein, ada-ada saja," sahut Oma Erika terkekeh.
" Lalu bagaimana dengan penculik Rein? apa dia dibiarkan begitu saja?" sambung Oma lagi.
" Jadi ketika mereka sampai di Ohio, pria itu melepaskan Rein. Sepertinya hari nya tersentuh karena Rein menyelamatkan nya saat ia kritis," jawab Bunda Nichole sesuai dengan apa yang ia dengar dari Kaivan.
" Kritis? Rein menolongnya?" tanya Oma Erika penasaran.
" Kedua lengan pria itu terkena tembakan, saat dalam perjalanan menuju Ohio Rein menyelamatkan nya," ucap Bunda Nichole.
__ADS_1
" Padahal biarin aja ya pria jahat itu mati," cetus Oma Erika kesal.
" Aku tahu mereka pun pasti ingin melakukan hal itu,namun baik Rein atau Kean pasti akan melakukan hal yang sama mam. Kedua tangan mereka sudah terbiasa mengobati bukan untuk melukai, dan Rein adalah seorang dokter tidak mungkin ia membiarkan pria itu terluka begitu saja," cerocos Bunda Nichole panjang lebar.
Oma Erika hanya terdiam mendengar penjelasan menantunya. Tak lama kemudian Kean keluar dari kamarnya, baru saja ia merebahkan tubuhnya tiba-tiba saja ia harus datang ke rumah sakit.
" Kamu mau kemana nak?" tanya Bunda Nichole ketika melihat putranya bersiap untuk pergi.
" Ada hal mendesak Bun, aku harus ke rumah sakit sekarang," jawab Kean lalu pamitan kepada Bunda Nichole dan Oma Erika.
" Hati-hati Kean," ucap Oma Erika ketika Kean keluar dari mansion.
" Kasian Kean baru saja istirahat," sahut Bunda Nichole.
Dokter Edo menghampiri Kean ketika melihat Kean berjalan kearah nya. " Maaf mengganggu waktu istirahat anda dokter, pasien ini harus segera di tangani. Sementara kamu kekurangan tenaga semenjak dokter Sidney tidak ada kabar," ucap Dokter Edo merasa sungkan.
" Tidak apa-apa Dokter Edo, ini sudah menjadi tugas ku sebagai dokter yang harus siap kapanpun," jawab Kean sambil berjalan menelusuri koridor rumah sakit bersama dengan Dokter Edo.
Di sisi lain, Sidney dan Reyhan baru saja sampai di Penthouse yang baru saja Rey beli beberapa hari yang lalu. Ia ingin Sidney melupakan apa yang sempat terjadi antara mereka dengan suasana yang baru. Sidney menutup mulut dengan kedua tangannya, ia tidak menyangka suaminya akan menyiapkan semuanya seperti ini.
Penthouse dengan nuansa klasik dengan pemandangan yang sangat indah membuat Sidney tersenyum senang.
" Kau suka?" tanya Rey sambil memeluk sang istri dari belakang.
Sidney menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, ia berbalik menghadap ke arah suaminya. " Ya, aku sangat menyukainya. Terimakasih banyak sayang," jawab Sidney sangat senang.
__ADS_1
Reyhan membungkukkan tubuhnya lalu mencium perut Sidney yang masih rata. Ia mengusap lembut perut sang istri penuh sayang. Rey berharap bayi mereka tumbuh dengan baik di dalam sana.
" Baby,maafkan daddy sehat selalu ya kamu nak," ucap Rey dengan tulus.
Rey bangkit untuk berdiri, ia lalu mendekati wajahnya dengan Sidney. Ketika ia hendak mencium Sidney tiba-tiba saja ia merasa mual.
" Kamu kenapa sayang?" tanya Sidney merasa aneh dengan sikap suaminya.
" Kok aku mual ya saat mau cium kamu," jawab Rey merasa aneh dengan apa yang dia rasakan.
Sidney terkekeh mendengar ucapan suaminya, " Sepertinya anak kita belum memaafkan kamu sayang, bersabar ya," goda Sidney sambil mengusap lembut pipi suaminya.
Reyhan mengerucutkan bibirnya, itu tandanya ia masih belum bisa melakukan kegiatan favoritnya bersama sang istri. Oh astaga hukuman apalagi ini, Rey merasa tidak sanggup dengan hukuman kali ini. Karena setiap kali ia berdekatan dengan Sidney ia akan selalu on seperti tersengat oleh listrik.
" Baiklah, daddy akan lakukan hukuman ini nak," ucap Rey terdengar lebay.
Sidney memeluk suaminya agar ia sedikit terhibur, Rey tersenyum ternyata saat di peluk ia tidak mual. Keduanya berjalan memasuki kamar, tiba-tiba saja Rey ingin memakan sesuatu yang segar dan pedas.
" Sayang kok aku pengen rujak buatan Kean ya?" celetuk Rey membuat manik mata Sidney membulat. Ia merasa saat ini Rey sedang merasakan sindrom ngidam wanita hamil.
" Apa?".
......
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
__ADS_1