Operation Love

Operation Love
Terlalu Lelah


__ADS_3

Rein saat ini sudah di monopoli oleh Oma Erika dan Bunda Nichole. Untungnya mom Alexa,mami Stella dan mom Jessica sedang sibuk,apabila mereka bersatu sudah dapat di pastikan Kean akan sulit mendekati Rein.


Kean membiarkan Rein bercengkrama dengan Oma dan Bunda. Rein saat ini sedang menikmati kue buatan Oma Erika spesial untuk Rein. Bunda dan Oma Erika menyarankan agar Rein tidak menunda kehamilan. Karena sudah sejak lama mereka menunggu cucu dari Kean.


Kean saat ini sedang berbincang dengan ketiga sahabatnya Key,Kai dan Kavin. Mereka saat ini sedang berada di halaman belakang mansion.


Kai duduk dengan menyilangkan kaki nya sambil menyesap kopi yang baru saja di sajikan oleh pelayan.


" Maksud lo? Dante suka sama Rein?" tanya Kaivan memastikan.


" Iya,menurut penyelidikan Erick, anak buahnya selama ini mengawasi kemanapun gerak gerik Rein" jawab Kean menyandarkan punggungnya di kursi.


" Pria itu lebih ambisius dari Andrew,dia akan terus mengejar apa yang ia inginkan sampai dapat," ucap Kai serius.


" Wah,untung saingan gue waktu itu cuma si wafelo dan sekarang dia udah move on dari lope gue," sahut Key sambil mencomot makanan yang tersaji di depan meja.


" Gue denger Andrew juga rencananya akan nikah,dia menemukan cinta nya sekarang,jadi nggak perlu ngejar bini orang lagi," ucap Kavin.


" Sekarang lo hati-hati aja Kean,jangan sampai Mpuss kesayangan lo di embat orang," usul Key.


" Masalah sama si Bagasi aja belum kelar, sekarang nambah lagi fans istri gue," ketus Kean.


" Siapa lagi Bagasi?" tanya Kavin.


" Bukannya mantan pacar Rein udah di kirim ke penjara ya?" tanya Kai.


" Dia dokter yang naksir Rein,emang sih akhir-akhir ini dia terlihat sedikit menjauh dari Rein. Namun gue masih aja curiga dia masih berharap sama Rein," seru Kean membuat Key dan yang lainnya terkekeh.


" Saingan lo banyak juga ya," ejek Key.

__ADS_1


Mereka kembali tergelak tawa terus menggoda Kean. Sementara Rein saat ini sedang berada di dalam kamar Kean,ia merasa lelah dan kekenyangan oleh karena itu ia memilih untuk masuk ke dalam kamar.


Para The K pamit undur diri karena mereka ada urusan. Kean mencari keberadaan Rein setelah mengantarkan sahabat nya menuju pintu.


" Bun,Rein mana?" tanya Kean yang tidak dapat jauh dari Rein sedetik pun.


" Dia kayaknya kelelahan jadi Oma suruh istirahat aja," sahut Oma Erika menimpali.


" Wecheese! jangan terlalu buat menantu bunda kecapekan Kean," ucap Bunda Nichole menepuk pelan bahu putra nya.


Kean terkekeh mendengar ucapan Bunda Nichole,bukan nya ia yang sejak kemarin meminta cucu. Dan sekarang Kean sedang berusaha mewujudkan keinginannya Bunda memprotesnya.


" Ya sudah,Kean juga ke kamar ya Bun, Oma" pamit Kean kepada Oma dan Bunda nya.


" Iya sayang," jawab Bunda Nichole dan Oma.


Kean menaiki anak tangga lalu berjalan menuju kamar nya. Kean membuka pintu kamarnya,ia melihat istri cantik nya sedang tertidur pulas di atas tempat tidurnya. Seperti nya Rein benar- benar merasa lelah. Setelah sepanjang perjalanan tidur dalam pesawat kini ia kembali tidur lagi.


Sementara di apartemen Dirga dan Riska sedang kerepotan mendandani Twins. Dirga yang selalu salah mendandani Twins,sudah jelas mereka berbeda namun Dirga tidak dapat membedakan nya.


" Lihat sayang,bulu mata Gadis lentik dia yang memakai pakaian perempuan," protes Riska sambil membenarkan pakaian twins.


" Oh astaaga sayang maaf,aku lupa kalau Boy tampan seperti ku," ucap Dirga selalu mengatakan hal yang sama apabila ia salah.


Riska tidak menyangka Dirga begitu antusias mengurus Twins,ia bahkan rela begadang bergantian dengan Riska apabila twins terbangun di malam hari. Sudah satu minggu ini Dirga tidak pernah lelah membantu menjaga Twins bahkan sepulang bekerja pun ia masih sempat membantu Riska.


Dirga melihat bagaimana perjuangan Riska melahirkan dua malaikat mungil ini ke dunia. Ia tidak ingin membuat Riska kesulitan lagi,ia akan terus berusaha membahagiakan Riska dan si kembar.


Dirga selalu membersihkan diri nya sebelum menyentuh twins sepulang dari rumah sakit.

__ADS_1


" Kamu udah boleh pulang jam segini? nggak lembur emang nya?" tanya Riska lalu menidurkan Boy di dalam box bayi. Setelah meminum ASI Boy kini terlelap,kini giliran Gadis yang minum ASI. Setelah mandi mereka mengantuk, Dirga berjalan menuju dapur. Ia menghangatkan sayur yang di masak oleh Riska tadi pagi.


Dirga sudah menyarankan agar Riska mencari pembantu agar dapat membantu nya mengurus pekerjaan rumah. Namun hingga kini ia masih belum menemukan pembantu untuk membantu nya. Oleh karena itu mereka melakukan pekerjaan rumah bersama.


Orang tua Riska dan Dirga mengajak mereka pindah ke rumah namun mereka menolaknya. Mereka tidak ingin merepotkan para orang tua,mereka ingin belajar mandiri.


Riska yang baru saja selesai menidurkan Gadis,berjalan menghampiri suaminya. Ia melihat Dirga yang sedang sibuk berkutat di dapur padahal ia baru saja pulang bekerja.


Pria yang selama ini ia duga tidak akan setia ternyata bisa setulus ini menyayangi nya. Riska memeluk Dirga dari belakang membuat Dirga tersenyum menatap nya. Dirga mematikan kompor lalu berbalik menghadap ke arah Riska.


" Jangan menggodaku sayang,puasa ku masih panjang," celetuk Dirga membuat Riska terkekeh.


Dirga lalu menyajikan makanan yang ia hangat kan di atas meja makan. Ia mengajak Riska untuk makan bersama nya. Riska menggenggam tangan Dirga,lalu tersebut menatap wajah tampan suami nya. Ya, suaminya memang tampan itu yang membuatnya membenci Dirga dulu,karena ia terlalu tampan.


Mereka pun makan bersama sesekali mereka saling menyuapi. Setelah selesai makan mereka mencuci piring bersama.


" Makasih sayang,makasih atas semua cinta yang kamu berikan buat aku dan twins,kami menyayangimu suami ku," ucap Riska begitu tulus.


" Udah itu aja?" tanya Dirga membuat Riska mengkerutkan keningnya.


" Nggak ada ciuman nya gitu?" sambung Dirga lagi membuat Riska tergelak tawa.


Riska mendekati Dirga lalu mencium bibir Dirga dengan lembut. Bukan Dirga apabila ia dapat berciuman hanya sekejap,ketika Riska hendak melepaskan nya ia menarik tengkuk Riska lalu memperdalam ciumannya.


Lama mereka bertukar saliva membuat Dirga cenat-cenut karena menginginkan hal yang lebih. Dirga berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri nya kembali sekaligus menuntaskan hasrat yang membuatnya cenat cenut.


Ternyata Riska mengikutinya dari belakang,ia tidak tega melihat Dirga seperti itu. Riska pun membantu Dirga melepaskan hasrat nya dengan cara lain.


.....

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo


__ADS_2