Operation Love

Operation Love
Fitting Gaun Pengantin


__ADS_3

Hari ini Rein dan Kean sedang melakukan fitting baju pengantin di butik Bunda Nichole. Gaun pengantin ekslusif yang di rancang oleh Bunda Nichole beberapa bulan yang lalu nampak indah. Khusus ia buat untuk calon menantu kesayangan nya.


Rein mencoba gaun itu di temani oleh Maura asisten Bunda Nichole. Kean pun berganti pakaian di kamar mandi ruang kerja Bunda nya. Tak lama kemudian Kean keluar dengan tuxedo berwarna putih senada dengan gaun pengantin Rein. Bunda Nichole merasa takjub ketika ia melihat Kean memakai tuxedo berwarna putih.


Ia kembali teringat ketika ia dan Lexy dan ia memakai pakaian pengantin. Di mana mereka berpura-pura menikah di depan semua orang. Bunda Nichole tidak menyangka pertemuan Rein dan Kean yang hampir sama dengan mereka pun berakhir dengan saling mencintai. Bahkan kini putra nya terlihat begitu bucin kepada Rein.


" Ganteng banget anak Bunda ," ucap Bunda Nichole.


Selang beberapa menit Rein pun keluar dari ruang ganti mengenakan gaun pengantin yang di rancang oleh Bunda Nichole. Pandangan mata Kean tak lepas dari memandang mahakarya Tuhan yang begitu cantik menyegarkan mata.


Rein nampak cantik dengan rambut yang terurai,tak lupa Tiara cantik menghiasi kepala nya.


" Wecheese!! Cantik banget calon menantu Bunda," pekik Bunda Nichole histeris.


" Bunda,Kean nikah nya boleh hari ini saja nggak Bunda?" tanya Kean dengan mata yang tak lepas dari Rein yang sedang tersenyum manis kepada nya.


Bunda Nichole memukul pelan lengan putranya,lalu terkekeh. " Sabar sayang,seminggu lagi acara nya," jawab Bunda Nichole.


Oh astaga tidak bisa kah pernikahan nya di percepat saja? Kean ingin terus menatap bidadari di depan mata nya setiap saat.


" Peluk boleh ya Bun?" ucap Kean lagi.


" Sabar Kean,sabar." kini Oma Erika yang protes.


" Anak sekarang nggak sabar banget sih!" sambung Oma Erika lalu membawa Rein kembali masuk ke dalam ruang ganti.


Kenapa si soang bisa nyicil gue enggak ya?


Rein pun kembali mengganti pakaiannya,Rein dan Kean harus melakukan foto prewedding setelah ini. Rein dan Kean berpamitan kepada Oma Erika dan Bunda Nichole setelah selesai berganti pakaian. Mereka memasuki mobil Kean,Kean pun melajukan mobilnya meninggalkan butik Bunda Nichole.


Sepanjang perjalanan mereka bernyanyi,menyanyikan lagu favorit mereka di dalam mobil. Kedua tangan mereka sejak tadi tidak pernah lepas,terus saling menggenggam erat.


Lama berkendara kini mereka sudah sampai di tempat mereka akan melakukan foto prewedding. Kiara dan Rico sudah menunggu mereka di sana dengan perlengkapan mereka.

__ADS_1


Kiara dan Rico adalah teman Sean adik nya Kean,mereka adalah wedding organizer kepercayaan keluarga mereka.


" Ayo,kita siap- siap dulu kak," ajak Kiara mulai mendandani Rein.


Setelah berdandan dan bersiap mereka pun berpose mengikuti arahan Rico sang fotografer.


Kiara merasa gemas dengan mereka,mereka begitu serasi sekali. Foto- foto mereka semua bagus membuat Kiara sulit memilih yang mana yang akan ia pajang nanti.


Di sisi lain saat ini Edo di buat pusing oleh Dona yang sejak tadi meminta nya ini dan itu. Edo merasa ada yang aneh dengan Dona yang tidak biasa nya terus menerus menginginkan diri nya berjoget ala India.


Dona kan KPop? mengapa dia menjadi pindah haluan. Ia kembali mengingat saat Dirga ngidam ini dan itu bahkan saat ini pun ia masih menginginkan hal yang macam-macam. Padahal usia kandungan Riska sudah membesar.


Wait? kandungan? mungkinkah Donat kesayangan nya hamil? Edo memperhatikan Dona yang sejak tadi tidak berhenti makan. Tubuhnya sedikit berisi sekarang,tapi ia tidak mual muntah seperti Dirga?


Edo terus saja berperang dengan pemikirannya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada pihak yang ahli akan hal ini. Siapa lagi kalau bukan senior mereka Dokter Ayu.


" Kita ngapain ke dokter Ayu sayang?" tanya Dona penasaran.


" Aku aneh apa? aku sehat lho,bahkan aku masih kuat buat kamu merem melek semalaman," celetuk Dona tanpa filter. Untung nya ucapan Dona tidak ada yang mendengar,kalau tidak Edo pasti sangat malu.


" Karena kamu sering buat aku merem melek jadi kamu aneh seperti sekarang, " balas Edo membuat Dona menutup mulutnya dengan kedua tangan.


" Aku hamil gitu Yank?" tanya Dona selidik.


" Maka nya kita tanya Dokter Ayu untuk memastikan," sahut Edo lalu merangkul pinggang istrinya.


" Seandainya benar kamu hamil,kamu berhenti bekerja ya. Biarkan suami mu saja yang mencari nafkah," sambung Edo lagi.


Dona tersenyum lalu memeluk Edo," So sweet banget sih suami aku."


Dona dan Edo masuk ke dalam ruangan Dokter Ayu setelah mendapatkan izin masuk oleh pemilik ruangan.


Dona merebahkan tubuhnya di atas brangkar yang berada di sana. Dokter Ayu mulai memeriksa Dona, senyum nya terbit dari sudut bibirnya.

__ADS_1


" Sepertinya banyak tim medis yang hamil ya," ucap Dokter Ayu.


" Jadi gimana dok?" tanya Edo yang tidak paham dengan apa yang ia lihat di layar monitor.


" Iya,Dona hamil. Usia kandungannya memasuki tujuh Minggu," jawab Dokter Ayu membuat Dona dan Edo mengucap syukur bersama.


" Tapi kok saya nggak mual muntah kayak Dirga ya Dok?" tanya Dona penasaran.


" Setiap wanita hamil berbeda- beda,ada yang sering mual terus bahkan ada yang tidak. Selamat ya Dona,di jaga kandungan nya. Semoga bayi dan ibu nya sehat selalu." ucap Dokter Ayu dengan tulus.


" Terimakasih banyak Dok," ucap Dona dan Edo bersamaan.


Dokter Ayu memberikan resep vitamin untuk Dona,kedua nya keluar dari ruangan Dokter Ayu dengan wajah bahagia.


Edo menciumi puncak kepala Dona dengan sayang. " Terima kasih sayang,kamu memberikan hadiah terbaik buat aku," ucap Edo.


" Aku mencintaimu Dona," sambung nya lagi lalu mengecup bibir Dona.


" Ini di rumah sakit Pak Dokter,harap bibir nya di kondisikan ya," ucap Dona sok bijak padahal biasanya dia yang selalu melakukan itu terlebih dahulu namun kali ini ia sok jaim.


Mereka berdua berjalan menelusuri lorong rumah sakit dengan saling berpegangan tangan. Kebahagiaan ini semakin sempurna dengan ada nya calon buah hati mereka di dalam rahim Dona.


Sidney saat ini sedang memeriksa pasien yang terluka karena terjatuh. Pasien itu terlalu banyak bicara membuat Sidney malas menanggapi nya.


" Aku ke Indonesia ingin bertemu dengan seseorang yang kucintai sejak lama. Mengapa kau lama sekali mengobati ku Dokter," protes pria itu.


" Tuan, apabila anda tidak bersabar sebaiknya anda obati luka anda sendiri. Tidak perlu meminta bantuan dokter untuk menanganinya. Kau pikir pekerjaan ku hanya meladeni mu saja." ketus Sidney mulai emosi.


" Dih cantik- cantik galak," ucap pria itu lalu membuang muka.


..............


Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕

__ADS_1


__ADS_2