
Siang hari nya semua tamu sudah kembali ke rumah masing-masing. Rein saat ini sedang memutar lagu K-Pop yang saat ini sedang hits di sosial media. Kean hari ini tidak bekerja karena ia masih ingin bermanja-manja dengan istrinya.
Urusan rumah sakit ia serahkan kepada Edo,apabila ada hal darurat Edo pasti akan menghubunginya. Kean kembali mengingat ketika para sahabatnya mengeluh kesulitan ketika mereka mencari apa yang diinginkan istri mereka ketika hamil.
Ia ingin sekali merasakan mencari sesuatu untuk wanita hamil. Namun hari ini istrinya hanya asyik bernyanyi ala Korea saja. Kean duduk menghampiri sang istri yang sedang konser di dalam kamar mereka.
Ia kembali mengingat cerita Fernando ketika Selena hamil, Fernando harus berdandan seperti grup band SNSD dan berjoget seperti mereka. Ia bergidik ngeri membayangkan apabila ia harus seperti itu,biarkan saja Rein konser seperti ini yang penting ia tidak ingin hal yang aneh seperti Selena.
" Sayang,kamu nggak pengen makan apa gitu?" tanya Kean penasaran.
Rein mematikan musik yang ia dengar,lalu menoleh kepada suaminya. " Kenapa gitu?" Rein malah balik bertanya.
" Kamu kok nggak ngidam pengen apa gitu? ngidam dong," ucap Kean membuat Rein terkekeh. Suami lain akan malas mencari makanan aneh yang diinginkan oleh istrinya.
Kean malah ingin Rein ngidam,Kean sungguh suami ter the best. Rein memeluk suaminya ia menghirup aroma tubuh Kean membuatnya semakin betah untuk memeluknya.
" Nggak,cukup mencium aroma tubuh kamu aja udah cukup," jawab Rein mengulas senyum.
" Jadi aku beneran nggak boleh mandi?" tanya Kean.
" Ini mau anak kamu lho sayang,kayak dia nggak ingin ayahnya kelihatan ganteng di mata orang lain," seloroh Rein sambil mengusap perut nya yang masih rata.
Oh astaga Kean sepertinya salah berbicara, ternyata keinginan anaknya adalah agar ayahnya terlihat kucel setiap hari. Kean menghela nafas panjang, keinginan Rein dan anak yang berada dalam perut Rein saat ini adalah prioritas baginya.
" Aku uda telepon ibu dan ayah tentang berita ini, sebentar lagi sepertinya mereka dan juga Hegar akan ke sini," ucap Kean sambil mengusap puncak kepala Rein.
" Aku harus masak kalau gitu," sahut Rein.
" Nggak boleh,kamu nggak boleh kecapekan. Oma dan Bunda melarang kamu mengerjakan apapun yang membuat kamu lelah. Kamar kita pun akan pindah ke lantai bawah,karena terlalu beresiko apabila kamu terlalu sering nai turun tangga," cerocos Kean panjang lebar.
__ADS_1
" Baik pak Dokter," jawab Rein dengan senyum manis nya.
" Jangan goda aku dengan senyum kamu itu ya,aku nggak boleh terlalu sering menjenguknya karena usia kandungan mu masih terlalu muda," ucap Kean sambil mengusap perut Rein.
Enaknya menikah dengan dokter seperti ini,ia sudah paham dan mengerti apa yang membahayakan bayi dalam perut sang istri.
Rein merasa beruntung memiliki Kean yang perhatian dan siaga meskipun usia kandungan nya masih muda.
" Terimakasih ayah Kean," Rein mengecup pipi suaminya.
" Sama-sama bunda sayang," balas Kean.
" Aku mandi dulu ya," ucap Rein lalu bangkit dari duduknya. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu,Kean bangkit dari duduknya lalu berjalan untuk membuka pintu.
" Iya,terima kasih bi. Kean kebawah sebentar lagi," jawab Kean ramah kepada pelayan nya.
Kean menutup pintu kamar mandi lalu berganti pakaian,ia tidak boleh terlihat tidak mandi oleh mertuanya. Kean mengetuk pintu kamar mandi," Sayang,ayah dan ibu sudah datang," panggil Kean sedikit berteriak agar terdengar oleh Rein.
" Iya,sayang nanti aku menyusul," jawab Rein dari dalam kamar mandi.
Mendengar jawaban Rein,Kean pun keluar dari kamar mereka. Ia menuruni anak tangga untuk menemui mertuanya.
" Nah calon ayah sudah datang," ucap Oma Erika ketika melihat cucu nya datang menghampiri mereka.
Kean mencium punggung tangan mertuanya,lalu ikut bergabung bersama mereka.
" Pantesan ya,aku kemarin pengen buat rujak. Jadi aku kirim ke sini,ternyata aku akan menjadi nenek," pekik Ibu Rein antusias.
__ADS_1
" Iya Bu, rujaknya habis tak tersisa sama Rein," jawab Bunda Nichole.
" Aduh,kalian nggak kebagian dong?" tanya Ibu Rein merasa bersalah.
" Kami juga ikut makan bersama Rein Bu,cuma Rein sangat antusias ketika memakannya," sahut Bunda Nichole lagi.
" Rein ngidam nggak nak Kean?" tanya Ibu Rein.
" Ya itu dia Bu, Rein nggak ngidam. Padahal aku pengen dia ngidam," balas Kean membuat para wanita berbeda generasi itu tergelak.
Hegar saat ini asyik menikmati dessert yang di sajikan oleh pelayan. Sementara Ayah Rein sedang berad di ruang kerja bersama ayah Lexy membahas tentang sekolah. Ya, Adhitama school sekarang dikelola oleh ayah Rein dan juga ayah Lexy.
" Tiap wanita hamil berbeda- beda nak Kean, terkadang malah ada yang tidak seperti wanita hamil. Tidak mengalami morning sick atau ngidam," jelas ibu Rein.
" Cuma dia nggak ngebolehin Kean mandi,Rein suka Kean bau keringat," goda Oma Erika membuat ibu Rein tertawa.
Oh astaga pria setampan Kean harus tidak mandi demi sang istri. Tak lama kemudian Rein ikut bergabung bersama mereka. Ibu Rein memeluk nya setelah Rein mencium punggung tangan ibu nya.
Mereka para wanita kembali menceritakan pengalaman mereka ketika hamil anak-anak mereka.
Di sisi lain saat ini Dante masih terus memantau Rein,ia masih saja tergila-gila dengan Rein meskipun berkali-kali di tolak olehnya. Pertama kalinya ia mencintai wanita seperti ini, pertama kalinya juga ia di tolak membuatnya semakin penasaran.
" Cari kelemahan Dokter Adhitama itu,aku ingin membuatnya menjauh dari wanita yang ku cintai. Kalau perlu aku akan bawa pergi Rein dari sisi nya," ucap Dante kepada asisten nya.
" Baik bos," jawab Janson.
.........
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
__ADS_1