
Sore harinya Rein dan juga Dona datang mengunjungi apartemen Riska,mereka sangat menyukai baby twins. Boy dan Gadis kini sudah mulai merangkak,kini Riska menggunakan jasa asisten rumah tangga untuk mengurus apartemen mereka. Karena twins sedang sangat aktif membuatnya kewalahan merapikan apartemen ketika Dirga bekerja.
Ia merasa kasihan apabila Dirga harus membantu semua pekerjaan sepulang kerja. Oleh karena itu kini ia menggunakan jasa asisten rumah tangga.
" Owh Boy,kamu ganteng banget sich? kalau anak ku cewek kamu harus jadi jodoh anak ku ya," celetuk Rein membuat Riska dan Dona tertawa mendengar nya.
" Boy masih kecil udah di klaim jadi mantu aja," sahut Dona sambil menikmati cemilan yang di hidangkan oleh asisten rumah tangga Riska.
" Enggak apa-apa Don,lumayan kan anak gue jadi calon mantu keluarga Adhitama," cetus Riska terdengar sangat antusias.
Dona mendengar ucapan Riska ikut tertawa,apa yang Riska katakan ada benarnya. Menjadi menantu keluarga Adhitama akan mensejahterakan anaknya nanti.
" Pantesan langsung setuju," balas Dona lalu mencubit pipi Gadis gemas.
" Ya,lo bayangin hotel,rumah sakit dan juga sekolah Adhitama nanti jadi punya anak gue juga," canda Riska terbuat membuat Rein terkekeh mendengarnya.
" Wah,kau menghayal terlalu tinggi," ejek Dona lalu tertawa.
" Iya,setelah berhenti bekerja kerjaan gue sekarang menghayal," celetuk Riska membuat Dona dan Rein tertawa geli.
" Astaga! Riska masih saja seperti itu," ucap Rein di sela tawa nya.
" Lagian bayi baru juga tumbuh di perut kamu udah ribut cari mantu Rein," seloroh Dona.
" Ini si ganteng Boy nggak boleh lolos," jawab Rein.
Dona melihat tubuh Riska yang kembali langsing setelah melahirkan,ia merasa insecure karena saat ini tubuhnya menjadi gemuk karena hamil.
Rein melihat raut wajah Dona yang menjadi muram ketika melihat Riska. " Kamu kenapa Don?" tanya Rein penasaran.
" Gue insecure liat badan kalian yang langsing sementara gue sekarang kayak paus terdampar," Dona berucap sambil mengerucutkan bibirnya.
" Hey,lo kan lagi hamil. Ada anak kalian di perut lo sekarang. Gue pernah mengalami bahkan gue lebih gemuk saat itu,Rein pun sebentar lagi akan mengalami hal yang sama," sahut Riska terdengar bijak.
" Jadi lo jangan insecure,justru Kean ingin gue terlihat gemoy dan montok," celetuk Rein membuat Dona terkekeh. Mantan atasannya itu memang berbeda dari yang lain.
__ADS_1
" Iya malah kata Dirga gue makin sexy saat gue hamil," balas Riska lalu menggendong Boy yang terlihat sudah mengantuk.
Dona pun memeluk Rein dan Riska,ia merasa senang ketika mendengar jawaban dari kedua temannya itu.
Riska dan Rein mengurai pelukan Dona, mereka melihat Dona yang merasa terharu dengan ucapan mereka.
" Idih lebay,udah mau jadi hot mommy masa cengeng sih," sindir Rein lalu kembali memeluk Dona.
Tiba-tiba terdengar suara Gadis yang membuat mereka tertawa," Ngengeng," celetuk bocah yang belum genap berusia satu tahun itu.
" Tuh,masa nggak malu sama Gadis?" tanya Riska membuat Dona tersenyum lalu menggendong Gadis yang sangat menggemaskan.
Bocah kecil itu sejak tadi duduk sambil bermain sendiri karena kakak nya sudah mengantuk.
Boy baru saja terlelap dalam gendongan Riska,Riska bangkit dari duduknya lalu membawa Boy masuk kedalam kamar mereka.
Dona sering sekali mengunjungi Riska sambil belajar mengurus bayi. Ia ingin belajar menjadi ibu terbaik bagi anak nya kelak.
Waktu terus berlalu mereka bercengkrama bersama hingga malam hari. Kean datang bersama Edo dan Dirga sepulang mereka bekerja lembur. Seharusnya sore hari jam kerja mereka sudah selesai. Namun karena IGD saat itu terus ramai oleh pasien membuat mereka harus bekerja lembur.
Dante sejak tadi menunggu Rein keluar dari apartemen Riska,mendengus kesal ketika melihat Rein keluar bersama dengan Kean. Ia melihat mobil mereka yang baru saja keluar dari apartemen. Dante melihat Rein yang begitu manja kepada suaminya dari kaca jendela mobil mereka.
Ia harus mencari cara lain agar dapat memisahkan mereka. Dante menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan kendaraannya meninggalkan area apartment.
Beberapa menit berkendara Dona dan Edo baru saja sampai di apartemen mereka. Edo yang merasa lelah ingin segera pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun dari segi pandangan Dona Edo terlihat mulai cuek kepada nya.
Dona kembali melihat tubuhnya yang saat ini menjadi gemuk. Mungkin suaminya sudah mulai bosan karena ia sudah tidak cantik dan sexy seperti sebelum mereka menikah.
Mungkin karena aku sekarang seperti mama beruang membuat nya tidak lagi mau kepada ku.
Tak lama kemudian Edo keluar dari kamar mandi dengan handuk yang ia lilitkan di pinggangnya. Ia mencari pakaiannya di dalam walk ini closet.
Dona mengganti pakaiannya ikut masuk kedalam walk in closet. Edo melihat ada sesuatu yang aneh kepada istrinya. Dona terlihat muram tidak cerewet seperti biasanya.
" Kamu kenapa sayang?" tanya Edo berjalan menghampiri istrinya.
__ADS_1
" Kamu kalau bosen sama aku bilang dong,jangan diemin aku kaya gini," jawab Dona dengan manik mata yang berkaca-kaca.
" Ya ampun sayang,aku bosen sama kamu gimana?" tanya Edo semakin frustasi. Sejak Dona hamil ia kini menjadi lebay bin alay dan sensitif sekali.
" Aku sekarang kan gendut kaya beruang,udah enggak sexy lagi kayak dulu," sahut Dona membuat Edo terkekeh mendengar jawaban sang istri.
Edo menangkup wajah Dona dengan kedua tangannya,ia lalu mencium bibir Dona dengan sangat rakus. Edo membuang pakaian yang hendak di pakai oleh istrinya.
Sejak tadi ia melihat sang istri yang hanya memakai dalaman saja membuatnya ingin sekali menerkam Dona.
" Aku nggak akan bosen sama kamu,meski warna rambut kita akan memutih nanti nya namun cinta ku kepada mu takkan memudar," ucap Edo lalu kembali mencium Dona.
Ciuman mereka semakin menuntut ketika tangan Edo memulai membuka seluruh yang menempel di tubuh sang istri. Keduanya semakin bergairah mereka saat ini saling berbagi kehangatan di dalam walk in closet.
Edo melepaskan penyatuan mereka lalu menggendong Dona membawa nya menuju tempat tidur mereka. Edo dan Dona kembali melakukan nya di atas tempat tidur mereka. Edo melakukan nya dengan perlahan karena kini ada bayi mereka dalam perut Dona.
Setelah selesai bercinta keduanya saling berpelukan dengan selimut menutupi tubuh polos mereka. " Kamu kenapa bisa berpikiran seperti itu?" tanya Edo.
" Abis kamu cuek banget sama aku sekarang," jawab Dona sambil mengerucutkan bibirnya.
" Ya,ampun maaf sayang. Aku akhir-akhir ini terlalu kecapekan karena di rumah sakit sedang kekurangan staff. Tapi bukan berarti aku bosen sama kamu,aku justru kecanduan sama kamu Yank," balas Edo membuat Dona tersipu-sipu.
" Aku kira kamu bosen karena aku sekarang gendut," lagi-lagi Dona terus merasa insecure.
" Walaupun kamu gemuk atau seperti apapun aku akan tetap mencintai kamu istri ku," jawab Dona.
" Walaupun seperti nama beruang?" tanya Dona lagi membuat Edo mengkerut kan keningnya.
" Hah? mama beruang?".
.............
Donat lu ngadi-Ngadi pengen banget jadi mama beruang🤣
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
__ADS_1