
Setelah keluar dari ruang operasi Kean menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Berjam- jam berada di ruang operasi membuat tubuhnya terasa pegal. Belum lagi pikirannya saat ini kacau, ia masih memikirkan Dante yang bersikeras ingin merebut Rein dari nya.
Bukannya Kean tidak percaya akan cinta Rein kepada nya. Namun ia tahu benar pria itu akan menggunakan segala cara demi mewujudkan keinginannya.
Kean memijat pelipisnya yang sedikit pusing, tiba- tiba Rein masuk ke dalam ruangannya sambil membawa makanan untuk nya dan juga untuk Kean.
" Makan dulu yuk sayang," ajak Rein lalu a duduk di sofa. Kean mendekati istrinya ia memeluk Rein dengan manja,ia menaruh dagunya di leher sang istri.
" Suapin," rengek Kean sungguh suaminya saat ini benar-benar manja bin lebay. Rein memutar kedua bola matanya jengah,ia menyuapi bayi besar nya dengan telaten.
Keduanya masih menikmati masa pacaran mereka setelah menikah.
" Kamu masih mikirin pria tadi sayang?" tanya Rein selidik.
Kean terdiam sejenak, istrinya selalu dapat menebak apa yang ia rasakan. Kean mengangguk kan kepalanya,ia lalu meminum air putih yang berada di sampingnya sejak tadi.
" Aku tidak ingin hal yang menimpa Kimmy istri Kavin tempo hari terjadi kepada mu," ucap Kean ia kembali mengingat ketika Kimmy di culik oleh pria yang terobsesi kepadanya.
" Tapi dia berbeda dengan pria itu,Dante terlihat lebih blak-blakan dan tidak tahu malu," imbuhnya lagi.
Rein menggenggam tangan suaminya lalu tersenyum seolah ia mengatakan semua akan baik-baik saja.
" Percayalah tidak akan terjadi apapun kepada kita," rayu Rein kepada suaminya.
Kean mendekatkan wajahnya pada Rein,ia hendak mencium Rein namun tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu membuat Kean mendengus kesal. Sementara Rein terkekeh melihat suaminya kesal karena tidak jadi mencium Rein.
" Ya, masuk," ucap Rein di sela tawa nya.
" Permisi Dokter Rein,ada kiriman mobil di depan rumah sakit untuk anda," ucap Edo terlihat gugup mengatakan hal itu. Apalagi ketika ia melihat raut wajah Kean yang tidak bersahabat.
__ADS_1
Kean dan Rein keluar dari ruangan,mereka mengikuti Dokter Edo menuju mobil tersebut. Sebuah mobil Ferrari Purosangue terparkir cantik dengan pita didepannya membuat semua orang mengerumuni mobil itu. Mereka sangat itu kepada Rein yang mendapatkan hadiah mobil itu dari seseorang.
Kean semakin marah ketika melihat nama pengirimnya,pria itu pikir ia tidak mampu membelikan Rein mobil mewah? apa perlu ia tunjukkan seluruh aset yang ia miliki.
" Buang mobil itu," titah Kean kepada Edo. Edo tercengang mendengar ucapan atasan nya. Mobil ini sangatlah mahal,ia tidak akan rela membuang nya.
" Dok,ini Ferarri lho. Boleh buat saya saja enggak?" tanya Edo membuat Kean mendelik.
" Kau mau ku pecat Dokter Edo?" tanya Kean dengan sorot mata tajam membuat Edo bergidik ngeri melihat nya.
Mau tidak mau Edo pun memilih mengembalikan mobil tersebut kepada si pengirim.
" Pria itu benar-benar tidak tahu malu,ia pikir Rein dapat di beli oleh mobil mewah seperti itu?" sarkas Kean sambil melonggarkan dasinya.
Rein menghampiri Kean yang masih emosi, makanan mereka bahkan belum habis namun Kean sudah terlanjur kesal.
" Sabar sayang,aku tidak tertarik dengan semua itu. Kau lebih segalanya dari pria itu suamiku," puji Rein membuat Kean sedikit melunak.
Andante tersenyum menyeringai ketika mengetahui mobil pemberiannya di kembalikan oleh pihak rumah sakit. Ia tahu suami Rein pasti tidak akan merasa terhina dengan hadiah dari nya. Ia kini sedang memutar otaknya untuk memikat Rein tanpa harus memakai cara kasar.
💕💕💕💕
Sementara itu di London pagi ini Sidney dan Reyhan sedang melangsungkan pernikahan dadakannya. Ia akhirnya memutuskan untuk menerima Reyhan,ia ingin memberikan cucu untuk ibu nya. Namun sanggupkah ia menjalani pernikahan ini tanpa cinta? itu yang sejak tadi ada dalam benak Sidney.
Reyhan melihat Sidney yang begitu cantik dengan gaun pengantin yang ia kenakan membuatnya menjadi gugup untuk mengucapkan kalimat sakral yang akan membuatnya menjadi suami sah dari Sidney.
Sidney tidak menyangka hanya karena ia melihat tubuh polos seorang pria membuat Sidney harus menikahi nya. Reyhan dengan lantang mengucapkan kalimat itu membuat status mereka kini berubah menjadi suami istri.
Ini buka pernikahan kontrak seperti dalam novel,bukan pula pernikahan karena perjodohan atau paksaan. Sidney menikahi pria ini karena ia ingin melihat sang ibu bahagia di masa tua nya.
__ADS_1
Banyak tamu undangan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Mom Grace menangis terharu ketika melihat Sidney akhirnya menikah dengan pria yang ia inginkan.
" Selamat sayang," ucap Mom Grace lalu memeluk putri tercintanya.
" Terimakasih mom," jawab Sidney mencoba untuk tersenyum.
Mom Grace berpindah memeluk Reyhan," Selamat ya Rey,titip Sidney. Jangan kau sakiti putri mom,dia sudah terlalu banyak menderita karena ku," Mom Grace mulai menitikkan air matanya. Sidney dan Reyhan memeluk mom Grace mencoba menenangkan nya.
Tangisan ini adalah tangis bahagia,ia berharap putri nya akan menemukan kebahagiaan. Mom Grace lalu bergabung dengan ayah Salim dan tamu yang lain.
Mereka melihat Sidney dan Reyhan yang nampak serasi di atas pelaminan. Nyata nya mereka saat ini sedang saling mengumpat satu sama lain.
" Selanjutnya tugas mu adalah membuat cucu untuk mom bersama ku," goda Reyhan dengan senyum nakal nya.
Sidney mendelik menatap pria yang kini sudah berstatus sebagai suaminya. " Big no," jawab Sidney bergidik ngeri.
Ia kembali membayangkan miliknya Reyhan yang sempat ia lihat tempo hari. Ia bergidik ngeri membayangkan benda itu memasukinya.
" Apa kau membayangkan senjata ku pernah kau lihat itu istri ku?" tanya Reyhan yang tidak ada hentinya menggoda Sidney. Wajah Sidney kini memerah karena malu,ia memang sempat memikirkan hal itu tadi.
Waktu terus berlalu pesta pun telah usai,Sidney dan Reyhan pun kini sudah memasuki kamar Reyhan yang di hias secantik mungkin oleh orang suruhan ayah Salim.
Untungnya gaun pengantin Sidney model kemben sehingga ia tidak akan sulit untuk melepaskannya. Ia tidak perlu meminta bantuan Reyhan untuk membuka nya.
Reyhan saat ini sedang melepaskan pakaiannya sambil duduk di tepi ranjang. Ketika Sidney hendak berjalan menuju kamar mandi tiba-tiba kaki nya menginjak gaun nya sehingga gaun yang ia kenakan merosot ke bawah menampilkan dua benda sensitif milik Sidney.
Reyhan melihat hal itu langsung membelalakkan kedua matanya. Ketika Sidney hendak membenarkan gaunnya,ia malah terjatuh menimpa Reyhan. Reyhan merasa menang banyak ketika dua benda itu kini berada di depan wajahnya.
" Apa ini santapan pembuka istriku?" ucap Reyhan dengan senyum nakal nya.
__ADS_1
.........
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗