
Setelah lama dalam perjalanan Sidney kini sudah sampai di bandara. Ia merentangkan kedua tangannya ketika ia sudah sampai di London.
Ia berharap liburan nya beberapa hari di London dapat melupakan perasaan nya terhadap Kean. Ia tidak mungkin merebut Kean ketika ia sudah tidak memiliki perasaan apapun kepada nya. Terlebih sekarang ia sudah menikah,ia kini sudah sah di miliki oleh Rein.
Sidney berjalan menuju arah pintu keluar namun tanpa sengaja koper nya menabrak koper orang lain membuat Sidney menatap pria itu.
" Kau??" ucap mereka bersamaan.
Manik mata keduanya membulat,takdir apa ini? mengapa mereka bertemu lagi di negara ini.
" Oh astaga aku bernasib sial apabila bertemu dengan wanita galak seperti mu," cibir Reyhan sambil merapikan kembali jaket nya.
" Hey,siapa juga yang ingin bertemu lagi dengan pria cerewet seperti mu," protes Sidney tidak kalah sewot.
Tanpa sengaja seseorang menabrak Sidney sehingga Sidney terjatuh memeluk Reyhan. Jarak mereka kini begitu dekat,manik mata mereka saling memandang satu sama lain.
" Udah terpesona nya liat ketampanan ku," cetus Reyhan penuh percaya diri membuat Sidney mendelik menatapnya dengan tajam.
" Tampan dari mana? narsis iya," cibir Sidney lalu membenarkan posisi nya. Ia mengambil koper nya lalu berjalan melewati Reyhan, sejenak ia berhenti lalu menatap pria menyebalkan itu.
" Semoga kita tidak bertemu lagi," ucap Sidney lalu pergi meninggalkan Reyhan menuju taksi yang sejak tadi menunggu nya.
" Dih,siapa juga yang mau bertemu lagi dengan nya," gumam Reyhan lalu berjalan menuju mobilnya. Supir pribadi Reyhan sudah menjemputnya sejak tadi di bandara. Reyhan memasuki mobil, sementara sopirnya memasukkan barang bawaan Rey ke dalam mobil.
Reyhan kembali ke London karena ia gagal mendapatkan cinta wanita yang ia cintai. Cleopatra William cinta pertama nya itu kini telah bersuami bahkan suaminya adalah temannya sendiri. Reyhan tidak mau menjadi perusak rumah tangga mereka.
__ADS_1
Ia memutuskan untuk kembali ke London, melupakan semua tentang Cleo. Namun melupakan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semua butuh waktu dan proses,ia harus belajar menerima semua ini dengan lapang dada.
Setelah lama berkendara,Reyhan kini sudah sampai di apartemen nya. Hari ini ia akan beristirahat sebelum mulai bekerja esok hari.
Rey berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Di bawah guyuran air shower ia masih saja memikirkan cinta nya yang kandas oleh waktu. Ia terlalu lama mengutarakan perasaannya kepada Cleopatra sehingga ia kini sudah melupakan nya. Dan kini ia sudah mendapatkan cintanya yang baru.
Setelah selesai dengan ritual mandi nya, Reyhan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang ia lilitkan di pinggangnya. Reyhan membuka koper yang ia bawa tadi,Reyhan terkejut ketika ia membuka koper itu bukan milik nya.
Dalam koper tersebut berisi pakaian wanita,Reyhan melihat sebuah kacamata berwarna merah berenda. Oh astaga seperti nya kopernya tertukar dengan wanita tadi.
" Ya,ini pasti milik dokter galak tadi," gumam Reyhan lalu menaruh kacamata berenda itu kedalam koper. Sebelum ia menutup kembali koper tersebut ia melihat sebuah ponsel dalam koper. Reyhan menyalakan ponsel tersebut, terpampang wajah cantik Sidney dalam ponsel itu.
Tak lama kemudian ponsel itu berdering, Reyhan pun menerima panggilan video dalam ponsel tersebut. Terlihat wajah cantik Sidney dari sebrang sana,wanita itu membelalakkan kedua matanya ketika melihat Reyhan yang saat ini sedang bertelanjang dada.
" Sudah ku duga pasti kau yang membawa koper ku,cepat kembalikan" ketus Sidney dari sebrang sana.
Sidney terdiam sejenak,ia lalu meminta alamat Reyhan untuk segera bergegas menuju apartemen nya. Reyhan mematikan sambungan telepon lalu meminum kopi yang baru saja ia minum. Karena terlalu pahit,ia tidak sengaja menumpahkan kopi tersebut kepada tubuhnya.
Reyhan terpaksa harus kembali membersihkan tubuhnya,ia kembali memasuki kamar mandi.
Beberapa menit kemudian terdengar suara bel berbunyi, bersamaan dengan Reyhan yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Reyhan berjalan keluar dari kamarnya untuk membukakan pintu,Sidney begitu terkejut ketika melihat tubuh Reyhan saat ini.
" Apa seperti ini kau menyambut tamu?" tanya Sidney dengan nada ketus.
__ADS_1
" Apa seperti ini kau datang bertamu?" bukannya menjawab Reyhan malah balik bertanya tak kalah ketusnya dengan Sidney.
Reyhan pun mempersilahkan Sidney masuk kedalam apartemen nya. Sidney masuk kedalam sambil membawa koper milik Reyhan.
" Kau tidak usah lama-lama,cepat ambilkan koper ku," titah Sidney terlihat terburu-buru.
" Kau tidak melihat aku belum berpakaian?" sewot Reyhan.
" Aku sudah terlambat," ucap Sidney sedikit melemah.
Reyhan pun mengambilkan koper milik Sidney dari dalam kamar,lalu ia berikan kepada Sidney.
" Kau ini menyusahkan sekali," ketus Reyhan mendengus kesal.
Namun ketika koper di ambil oleh Sidney dari tangan Rey,kunci koper itu tersangkut dengan handuk yang Reyhan kenakan. Sehingga ketika Sidney mengambil nya otomatis handuk itu terlepas.
Sidney dan Reyhan auto berteriak dalam keadaan seperti ini. " Aaaarrrgggghhhh," jerit keduanya bersamaan.
Reyhan yang hendak berlari menuju kamarnya malah menabrak Sidney dan terjatuh di atasnya. Keduanya kembali berteriak ketika Sidney merasakan sesuatu di bawah sana bergerak seperti cacing.
" Dasar Mesummm!!" teriak Sidney. Reyhan pun berlari masuk kedalam kamarnya dalam keadaan polos. Dengan cepat ia menutup pintu kamarnya, membiarkan Sidney tergeletak di atas lantai.
Sumpah demi apa ingin rasanya Reyhan pindah planet saja. Ia merasa malu apabila harus bertemu dokter itu lagi. Pertama kali nya ada seorang wanita yang melihatnya dalam keadaan seperti itu.
.....
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗