
Pagi ini Dokter Bagas di kejutkan oleh seseorang pria paruh baya yang tiba-tiba saja masuk kedalam ruangannya. Pria itu dengan santainya duduk di sofa yang berada dalam ruang kerja Dokter Bagas.
" Papa? tumben papa ke sini?" tanya Dokter Bagas selidik.
" Memang papa enggak boleh ya mengunjungi putra papa?" tanya papa Dikta mendelik.
" Bukan begitu, aneh saja papa berkunjung kemari tanpa memberitahu Bagas," elak Bagas tersenyum kikuk.
" Ternyata karena wanita itu kamu betah di Jakarta, berita nya sudah menyebar lho," sindir papa Dikta tersenyum mengejek putranya.
Bagas sudah menduga, kejadian semalam pasti akan menjadi berita hangat. Dokter Bagas bukan seorang publik figur, namun kemarin ia keceplosan mengatakan putra pemilik rumah sakit BAGASKARA yang membuat banyak netizen tertarik.
" Netizen sekarang gercep banget," seloroh Bagas lalu duduk di samping sang papa.
" Kamu yakin menyukai janda itu?" tanya papa tanpa basa-basi.
Bagas terdiam sejenak, ia sebenarnya tidak menyukai Briana. Namun ini cara satu-satunya agar ia terhindar dari perjodohannya dengan Amelia.
" Sepertinya iya pa," jawab Bagas tidak yakin.
" Kok kamu kayak ragu gitu?" tanya papa Dikta penasaran.
" Bukan ragu pa, cuma aku lagi marahan sama dia," jawab Bagas beralasan.
" Papa enggak nyangka kamu lebih suka wanita yang sudah memiliki anak daripada gadis," goda Papa Dikta tergelak.
" Dia berbeda dengan wanita lain Pa, dia wanita kuat yang berjuang membesarkan anaknya padahal ia sendiri butuh pertolongan. Ia menderita penyakit jantung, kemarin pihak kami berhasil mengoperasinya sehingga ia dapat bersama putrinya lagi," jelas Bagas panjang lebar.
__ADS_1
" Dia memang wanita yang harus dilindungi, tindakanmu kemarin keren nak," puji Papa Dikta sambil menepuk pundak putranya.
Bagas hanya tersenyum kikuk karena ia merasa bersalah telah membohongi papa nya. Ia terpaksa berbohong kepada Papa nya agar ia terhindar dari perjodohannya dengan Amelia. Amelia Putri rekan kerja Papa Dikta yang sangat menyebalkan, wanita manja itu sangat menyebalkan bagi Bagas.
" Lain kali ajak dia dan putrinya untuk bertemu dengan Papa dan Mama ya," celetuk Papa Dikta membuat Bagas yang sedang meminum minumannya menjadi tersedak.
Uhukk!! Uhukk!!
" Kenapa kamu nak?" tanya Papa Dikta sambil mengusap punggung putranya.
Oh my God! Bagas lupa apabila sekali berbohong akan ada kebohongan lainnya. Bagas hanya menjawab dengan senyuman tanpa menanggapi ucapan Papa nya.
Di sisi lain pagi ini Kean benar-benar tidak bekerja, ia akan ke rumah sakit apabila ada hal mendesak. Tidak seperti biasanya hari ini ia ingin terus menempel dengan Rein istrinya. Setelah ritual ehem-ehem yang entah sudah berapa kali mereka lakukan. Kini mereka sedang menikmati sarapan mereka yang sudah terlambat karena hari sudah siang.
" Kalian ini kayak pengantin baru aja, keluar kamar siang-siang," goda Bunda Nichole ketika melihat rambut menantu dan putranya masih basah.
Bisa-bisanya suaminya itu menuduh dirinya, padahal sudah jelas ia yang tidak kenal lelah. Rein mengerucutkan bibirnya, lalu Kean mengedipkan sebelah matanya kepada sang istri.
" Dih genit kamu," ejek Rein kesal.
" Kalian enggak pengen tahu jenis kelamin bayi kalian emang?" tanya Oma yang baru saja ikut bergabung dengan mereka.
" Biar jadi kejutan ada Oma, tapi kami udah siapin nama kok buat bayi kita nanti," jawab Kean sambil mengusap lembut perut buncit Rein.
" Tapi kita berdua kepo, kita penasaran," balas Bunda Nichole.
" Di lihat dari perutnya yang lancip kayaknya laki-laki deh," duga Bunda Nichole.
__ADS_1
" Kita lihat nanti saja ya Oma, Bunda. Bersabarlah menanti kehadirannya," kata Rein mengulas senyum.
" Iya, deh."
💕💕💕
Hari ini Briana sudah diizinkan untuk pulang, ia tidak ingin mengejar Kean lagi. Ia lebih memilih untuk mencari pekerjaan saja demi membiayai hidupnya dan juga Sheina. Baru saja Briana melangkahkan kakinya bersama sang putri menuju pintu keluar. Tiba-tiba langkahnya terhenti oleh seseorang yang memegang tangannya.
" Jangan lupa utangmu ya," sahut Bagas dengan senyum licik.
Briana mengerutkan keningnya menatap Dokter itu, ia sepertinya tidak memiliki hutang apapun kepadanya. Seolah mengetahui apa yang dipikirkan oleh Briana, Bagas membisikkan sesuatu kepada Briana.
" Kau harus menuruti segala perintah ku," ucap Bagas membuat Briana mendelik.
" Memang kau siapa?" tanya Briana kesal.
" Ish, calon istri kok gitu banget sih," ucap Bagas dengan suara keras sehingga semua orang kini menatap kearah mereka.
" Kau gila? ternyata selain Dokter CABULLL kau pun gila," ejek Briana marah.
" Jangan marah-marah terus mama nanti cepet tua," goda Bagas sambil mencolek dagu Briana.
Briana kini merasa posisinya dalam keadaan semakin sulit karena Bagas.
.........
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
__ADS_1