Pacar Onlineku

Pacar Onlineku
Hari yang Dimanti


__ADS_3

Kini ayu telah duduk di ruangan yang telah disiapkan, begitupun dengan Ardy. Ia juga sudah duduk di tempat yang juga telah di siapkan khusus untuknya. Meja ijab kabul, di mana di sana sudah ada penghulu, ada ayah dan ibu Ardy serta ada ayah Ayu dan juga paman Ayu. Begitu juga beberapa tamu yang sudah duduk di tempat yang sudah mereka siapkan.


Selain para tamu undangan, keluarga Ardy juga sudah berkumpul dan mereka sudah tak sabar ingin menyaksikan acara tersebut. Mereka juga penasaran dengan sosok calon istri Ardy. Mereka semua tak menyangka jika Ardy akan mendapat jodoh yang sangat jauh, terlebih lagi mereka juga salut dengan perjuangan Ardy mendapatkan jodohnya itu.


Kisah Ayu dan Ardy juga sudah menjadi topik pembicaraan di keluarga Ardy, mereka sangat penasaran, secantik apakah wanita yang sudah membuat Ardy sampai datang sejauh itu, bahkan nyawanya hampir melayang karena ingin menggapai jodohnya.


Ijab kabul pun akan dimulai, terlebih dahulu penghulu membacakan beberapa syarat-syarat pernikahan dan juga petuah-petuah pernikahan lebih dulu. Ardy mendengarkannya dengan seksama, di mana ini juga adalah pengalaman pertamanya menjadi seorang imam dari seorang wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


"Baiklah, kita langsung saja ke inti acara ini," ucap penghulu tersebut mempersilahkan ayah Ayu untuk menjabat tangan calon menantunya.


"Nak Ardy Bagaskara, aku nikahkan dan kawinkan engkau dengan putriku yang bernama Rahayu binti Rasyid dengan seperangkat alat sholat, satu set perhiasan dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Ayu Pradita binti Rasyid dengan seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan dibayar tunai," jawab Ardy dengan satu tarikan nafas, ia berpacu dengan deru nafas yang seolah menyesakkan dadanya. Ia pun melihat ke arah para saksi begitupun dengan ayah Ayu.


"Bagaimana para saksi?" tanya pak penghulu pada saksi yang menjadi saksi pernikahan mereka, dari pihak Ardy ada ayah Ardy sendiri. Sedangkan dari pihak Ayu ada paman Ayu.

__ADS_1


"Sah," ucap keduanya secara bersamaan, begitu juga dengan beberapa tamu yang langsung disambut suara tepuk tangan dari mereka semua.


Semua merasa bahagia mendengar kata sah yang terucap dari saksi yang menandakan jika saat ini Ayu telah resmi menjadi istri dari seorang Ardy Bagaskara.


Mereka semua mendoakan kebahagiaan rumah tangga Ayu, dipimpin oleh penghulu. Semua mengaminkan doa-doa yang dilantunkan oleh penghulu.


"Alhamdulillah, sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri. Nak Ardy, silahkan jemput istri kamu dan perkenalkan kepada semua keluargamu," ucap pak penghulu tersebut, membuat kedua orang tua Ardy pun membantu putranya itu untuk menuju ke sebuah ruangan, di mana ruangan itu, ada Ayu yang sedang menunggu dijemput oleh suaminya.


Dalam tradisi mereka, begitu ijab kabul sudah selesai, mempelai pria dipersilahkan untuk menjemput calon istrinya, melakukan sentuhan pertama, di saat mereka sudah sah menjadi suami istri. Kemudian menuntun sang istri untuk berkenalan dengan semua keluarga, barulah mereka akan menerima para tamu undangan.


Jantung Ardy berdetak sangat kencang, begitupun Ayu. Sekarang dia sudah berdiri di depan pintu yang menghubungkan kedua ruangan itu, Ardy dengan perlahan memutar gagang pintu dan melihat istrinya ada di dalam sana.


Matanya tertuju pada Ayu yang terlihat begitu sangat cantik berdiri menunggunya untuk membawanya keluar.


Di ruangan itu, sudah ada yang menantinya, seorang petuah yang akan menuntun Ardy untuk melakukan sentuhan pertama pada Ayu.

__ADS_1


"Ayu, ulurkan tanganmu pada suamimu," ucapnya dan Ayu pun mencium punggung tangan Ardy, kemudian dibalas dengan Ardy mengecup kening Ayu.


Setelah semua itu selesai, Ayu keluar menghampiri para tamu undangan, khususnya para keluarga yang sudah menunggunya.


Dengan dituntun oleh ibu Ayu, Ayu pun keluar. Jangan ditanya lagi seperti apa perasaan Ayu saat ini, kakinya bahkan bergetar dan sangat sulit berjalan dengan hak tinggi yang dia gunakan.


Beruntung, saat ini dia sudah resmi menjadi istri dari Ardy, membuat ia menggenggam erat lengan Ardy agar tak terjatuh. Ardy menuntunnya untuk berkenalan bersama dengan keluarganya sambil mencium tangan mereka. Ardy menyebutkan siapa saja nama mereka dan menyebutkan statusnya dalam keluarganya.


Ayu terus mengikuti Ardy, mengikuti hingga keluarganya setelahnya. Kemudian mereka bergantian.


Kali ini Ayu yang berjalan lebih dulu, menyalami keluarga besarnya dan juga melakukan hal yang sama, ia menyebutkan nama mereka dan menyebut status mereka semua di dalam keluarga besar.


Setelah kedua mempelai saling berkenalan keluarga masing-masing, mereka pun langsung menuju ke pelaminan. Kemudian kini giliran keluarga yang saling berkenalan, mereka saling mengenalkan diri. Keluarga Ayu mempersilahkan semua keluarga Ardy untuk menikmati hidangan yang telah mereka siapkan, kini sepasang suami istri yang baru saja resmi mengikat hubungan mereka dengan ikatan yang sakral, kini berdiri di atas sebuah panggung megah, keduanya bak seorang raja dan ratu terlihat sangat cantik dan tampan, karena keduanya memang pasangan yang serasi, walau tanpa setelan jas mewah dan juga gaun yang mewah keduanya tetap cantik dan juga tampan. Namun, semua itu semakin tampan dengan apa yang mereka kenakan saat ini, didukung dengan dekorasi yang sangat mewah.


Semua pasangan muda-mudi yang belum menikah pasti menginginkan pernikahan seperti apa yang mereka saksikan saat ini, semua berdoa semoga saja ia seberuntung Ayu mendapatkan pria setampan Ardy. Begitupun sebaliknya, para pria berdoa, berharap semoga mereka mendapatkan wanita yang secantik Ayu dan bisa menggelar acara yang sangat meriah seperti yang mereka saksikan saat ini.

__ADS_1


Hari ini acara berlangsung dengan sangat lancar. Mereka menerima tamu undangan mulai dari jam 1 siang hingga pukul 09.00 malam.


__ADS_2