
Di perjalanan Ayu terus protes karena suaminya membelikannya tas mahal itu, padahal di dalam lemarinya masih banyak tas mahal yang belum dipakainya.
"Mas, ayo kita kembali ke toko yang tadi, kita kembalikan barangnya, ini terlalu mahal," ucap Ayu membuat Ardy menepuk jidatnya.
"Sudahlah, nanti juga kamu akan pakai. Simpan saja, anggap saja itu adalah hadiah dariku," ucap Ardy di mana bahkan dia sering membelikan Ayu perhiasan yang lebih mahal dari tas itu tanpa Ayu ketahui harganya.
"Tapi, Mas ...," ucap Ayu menghentikan ucapannya saat Ardy mengangkat tangannya, memintanya untuk berhenti berdebat.
"Sekarang kamu mau makan malam di mana? Ayah dan ibu belum pulang, kita makan di luar saja, tadi aku sudah menelpon bibi untuk tak memasak makan malam untuk kita," ucap Ardy membuat Ayu hanya mengangguk dan menatap tas yang ada di tangannya, di mana tas itu bahkan lebih mahal dari harga mobil yang mereka pakai.
Ayu memilih makan di pinggir jalan, sejak menikah dengan Ardy, ia sudah tak pernah lagi makan makanan yang biasa dia makan yang dibelinya di pinggir jalan.
"Kita makan di sana saja, ya, Mas," ucap Ayu menunjuk warung pinggir jalan, disana menjual soto ayam, makanan kesukaan Ayu. Ayu pernah makan di warung itu saat dulu datang untuk pertama kalinya ke kota itu dan rasanya sangat enak.
"Kamu yakin mau makan di sana?" tanya Ardy menunjuk tempat yang diminta oleh Ayu, membuat Ayu pun mengangguk dengan cepat sambil memperlihatkan senyum manisnya.
"Ya sudah, kita makan di sana," ucap Ardy kemudian Ardy pun memarkirkan mobilnya di samping warung tersebut, mereka memesan makanan sesuai yang diinginkan Ayu. Ardy hanya tersenyum saat melihat istrinya itu makan dengan lahap, diakui apa yang dikatakan Ayu memang benar, rasanya memang enak. Rasa masakan itu tak kalah enak dengan makanan yang selama ini mereka makan di restoran bintang 5.
__ADS_1
Setelah selesai makan mereka pun kembali ke kediaman mereka dan ternyata saat mereka sampai, bertepatan dengan ayah dan ibu Ardy juga sampai.
"Ardy, Ayu. Kalian baru pulang?" tanya ibu Ardy membuat Ayu pun mengangguk begitupun dengan Ardy.
"Tadi kami makan di luar, Bu," jawab Ardy.
Ibu melihat apa yang dipegang oleh Ayu dan melihat isinya. "Wah, ini tas yang selama ini ibu inginkan juga, kamu beruntung sekali memilikinya," ucap ibu membuat Ayu hanya tersenyum canggung dan melihat ke arah Ardy.
"Ini Bu, Ardy yang belikan," jawab Ardy yang tak mau jika sampai ibunya juga beranggapan jika istrinya menghambur-hamburkan uang suaminya untuk membeli hal-hal seperti itu.
"Wah Ayu, kamu beruntung banget punya suami seperti Ardy yang selalu memanjakanmu, dan membelikan barang-barang yang seperti ini. Coba saja suami ibu juga melakukan hal-hal seperti yang dilakukan anak ibu," ucap ibu menyindir suaminya yang sangat jarang membelikannya barang-barang seperti apa yang dilakukan Ardy saat ini.
"Ayah benar, tanpa dibelikan Ayah aku yakin Ibu bisa membelinya sendiri," ucap Ardy menahan tawanya saat melihat ekspresi ibunya menatap ayqhnya yang sudah masuk kedalam rumah meninggalkannya, kemudian mereka pun masuk menyusul ayah yang kini sudah berlalu menuju ke kamarnya disusul oleh ibu.
"Mas, apa kita kasih saja ya, tas ini untuk ibu? Aku benar-benar tak bisa memakainya, ini terlalu mahal," ucap Ayu dan ucapan Ayu itu samar-samar didengar oleh ibu Ardy, membuat ia pun memelankan langkahnya berharap Ayu atau Ardy memanggilnya untuk memberikan tas tersebut.
'Ayu, panggil ibu. Ibu dengan senang hati ibu akan menerimanya,' ucap ibu Ardy dalam hati.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari istrinya itu Ardy pun mengangguk, membuat Ayu langsung memanggil Ibu mertuanya.
"Ibu, tunggu!" ucap Ayu membuat ibu Ardy pun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik dengan senyum di wajahnya.
"Iya, ada apa?" tanyanya berbasa-basi, walau ia sudah tahu apa maksud Ayu memanggilnya.
Ayu pun berjalan menghampiri ibu mertuanya dengan senyum di wajahnya, sambil membawa paper bag yang berisi tas mahal tersebut.
"Ya sudah, jika memang Ibu ingin tas ini, ini untuk Ibu saja. Aku masih banyak tas yang belum aku pakai. Lagi pula aku tak terbiasa Bu memakai tas-tas mahal seperti ini, aku bukannya tak menghargai apa yang Mas Ardy berikan, tapi aku merasa terbebani, aku sudah terbiasa memakai barang-barang sederhana," ucap Ayu memberikan paper bag tersebut.
"Kamu yakin untuk ibu? Untuk kamu saja. Ardy pasti membelikannya khusus untukmu," ucap ibu pura-pura menolak.
"Nggak papa, Bu. Jika memang Ibu suka, tas ini untuk Ibu saja," ucap Ardy, dia juga tak mau jika sampai Ayu menyimpan tas itu dan terus saja protes masalah harganya dan pikiran Ayu yang ingin memberikan tas itu kepada ibunya membuat Ardy semakin yakin, jika Ayu memang wanita yang tepat untuknya, tak memandang harta seperti yang selama ini para wanita mendekatinya.
"Ya sudah, kalau kalian memaksa, ini ibu ambil," ucap ibu Ardy kemudian mengambil tas tersebut.
"Ya sudah, ibu ke kamar dulu, ya," ucapnya kemudian ibu pun berbalik dan berjalan cepat, ia tak mau sampai Ayu berubah pikiran dan kembali mengambil tas tersebut.
__ADS_1
Ayu dan Ardy pun menuju ke lantai 2 di mana kamar mereka berada.