Pacar Onlineku

Pacar Onlineku
Pemandangan Indah disore Hari


__ADS_3

Seminggu kemudian Ardy, Ayu dan juga Rafif bersiap-siap akan menuju ke rumah keluarga Ayu. Mereka akan menggunakan pesawat jet pribadi, membuat mereka tak membutuhkan waktu banyak untuk sampai kediaman keluarga Ayu.


"Ayah, apakah kita akan ke rumah nenek dan kakek?" tanya Rafif saat mereka sudah naik ke pesawat.


"Iya, apa kamu tak merindukan kakek dan nenekmu di kampung?" tanya Ardy mengusap rambut putranya.


"Tentu saja aku sangat merindukan mereka," jawabnya memasang senyum semanisnya, di mana memang selama ini dia selalu merindukan suasana kampung. Namun, ibunya selalu mengatakan jika ayahnya sedang sibuk membuat mereka tak bisa mengunjungi kakek dan neneknya di kampung.


Sepanjang perjalanan menuju ke kampung halaman ibunya, yang hanya berbeda provinsi itu, Rafif terus saja bercerita panjang lebar tentang apa saja yang akan dilakukannya bersama tantenya, Chika. Saat di kampung Chika selalu saja membawanya berjalan-jalan menggunakan sepeda motor.


Antusias yang dirasakan oleh Rafif juga dirasakan oleh Chika, juga kedua orang tua Ayu. Saat ini mereka sudah menunggu di bandara 30 menit sebelum jadwal mendaratnya pesawat, mereka tak ingin melewatkan menjemput cucu kesayangan mereka itu.


"Pesawatnya sudah datang," ucap Chika melihat pesawat jet pribadi yang melintas di atas kepala mereka, di mana sangat jarang pesawat jet pribadi mendarat di bandara yang ada di kabupaten mereka.


Jarak dari bandara tersebut dengan rumah Ayu hanya memakan waktu tak sampai satu jam.


Ardy, Ayu dan juga Rafif melambaikan tangan saat mereka baru saja turun dan ia bisa melihat jemputan mereka. Rafif langsung berlari menuju ke arah kakek, nenek dan juga tantenya. Ardy hanya berjalan beriringan dengan Ayu menghampiri kedua orang tuanya, begitu mereka bertemu, Ayu langsung mencium tangan kedua orang tuanya dan memeluk erat ibunya, begitu pun dengan Ardy. Ia melakukan hal yang sama sedangkan Rafif sudah dibawa oleh Chika menggunakan motor untuk berkeliling-keliling.


Tadinya Chika ingin menunggu Ayu dan juga Ardy. Namun, Raffi sudah menariknya dengan tak sabar, membuat Chika pun membawa ponakannya itu sesuai dengan tempat yang di inginkannya.

__ADS_1


"Wah ... anak kamu itu masih aktif sekali, baru saja ibu ingin memeluknya dia sudah lari sambil menarik Chika," ucap ibu Ayu yang bahkan tak sempat memeluk Rafif karena Rafif sudah terlompat-lompat dan langsung menarik Chika untuk pergi.


"Nggak papa, Bu. Malam nanti Rafif tidur sama Ibu," ucap Ayu membujuk ibunya yang memasang raut wajah kesal, ia pasti sangat merindukan cucunya.


Kemudian mereka pun menggunakan mobil menuju kediaman Ayu, kedatangan Ayu juga disambut oleh para tetangga lainnya, itulah sebabnya Ayu selalu membawa banyak ole-ole saat pulang kampung untuk mereka, untuk dibagi-bagi kepada tetangga, walau hanya beberapa camilan berupa coklat dan juga keripik. Semua itu disambut bahagia oleh semua.


Hingga sore hari Chika belum juga pulang bersama dengan Rafif, membuat Ayu cemas. Ia menelpon berulang-ulang adiknya itu. Namun, Chika tak mengangkat panggilannya, pesannya juga tak dijawab. Bukan hanya Ayu yang cemas begitupun dengan ibu.


"Sudahlah, ini juga baru jam 05.00 sore nanti juga mereka pulang. Kamu kayak nggak tahu Chika saja, Chika sudah sangat handal membawa motor dan juga sudah tahu seluruh kampung ini," ucap ayah.


"Iya, Ayah benar. Kalian tenang saja, nanti juga mereka pulang. Mungkin saja Chika membawa Rafif ke pantai," tambah Ardy.


Ayu yqng tak bisa menunggu mengambil motornya tanpa sepengetahuan Ardy, lalu menyusul Chika di mana ia memprediksi mungkin saja jika Chika membawa anaknya itu ke pantai kalomang, salah satu pantai yang terkenal di kecamatan itu. Jaraknya tak jauh mungkin hanya sekitar 15 menit dengan berkendara sepeda motor sudah akan sampai.


"Baru saja Ayu pergi nyusul mereka," jawab ibu membuat Ardi terkejut, dimana istrinya itu sangat jarang keluar rumah tanpa izinnya, apakah itu terjadi karena ia begitu khawatirnya hingga mengabaikan kebiasaan yang meminta izin sebelum keluar.


"Ya sudah, Bu. Aku susul mereka, Deh!" ucap Ardy kemudian mengambil mobil dan menyusul Ayu dan juga Rafif menuju ke pantai yang sama.


Begitu Ayu sampai, ia langsung melihat anaknya itu berenang di pantai dengan Chika yang terus merekamnya, ia berdiri di pantai. Ayu langsung menyusul mereka.

__ADS_1


"Chika, kamu itu ngeselin tau! Kenapa ponselmu tak aktif? Aku sejak tadi menelponmu, aku khawatir tahu!"


"Eh maaf Kak, aku lupa. Tadi jaringanku jelek makanya aku mengaktifkan mode pesawat dan lupa mengaktifkannya kembali," jelas Chika hanya tertawa cengengesan saat melihat raut wajah kesal dari kakaknya.


"Ini sudah jam berapa, ayo kita pulang," ajak Ayu kemudian ia pun menghampiri putranya. Namun, Rafif tak mau berhenti dan mengatakan 5 menit lagi.


"Ya udah, beneran ya 5 menit lagi, ya?" ucap Ayu dan Rafif mengangguk.


Ayu memilih duduk di pantai sambil menunggu 5 menit waktu anaknya berlalu. 5 menit yang diberikan pada Rafif.


Tak lama kemudian Ardy juga datang. "Kamu kok pergi nggak minta izin sih?" ucap Ardy membuat Ayu terkejut dan baru menyadari jika tadi ia pergi terlalu terburu-buru hingga lupa meminta izin.


"Maaf, Mas. Tadi aku sangat khawatir pada Rafif," ucapnya.


"Jangan diulangi ya," ucap Ardy ikut duduk di samping Ayu sambil melihat Rafif yang sedang asyik bermain sendiri, berenang di pinggir pantai dengan Chika yang terus mengawasinya.


"Iya, Mas. Ga lagi!"


Ayu bersandar di lengan Ardy menikmati suasana sunset yang begitu indah, warna jingga sudah mulai menghiasi langit dan pamandangan itu begitu sangat indah. Ardy mengambil ponselnya kemudian mengambil foto selfie bersama dengan Ayu, dengan mengambil latar sunset yang tepat berada di atas kepala mereka.

__ADS_1


Suara adzan magrib pun terdengar membuat Ardy meminta Rafif untuk menyudahi kesenangannya. Rafif yang mengerti jika sudah waktunya mereka pulang karena sudah harus menunaikan salat Magrib pun menurut dan berjalan bersama dengan Chika, mereka menuju ke mobil.


Rafif pulang bersama dengan ayahnya menggunakan mobil, sedangkan Chika dan Ayu menggunakan motor mereka masing-masing. Ardy terus berada di belakang mereka hingga sampai di rumah.


__ADS_2