Pacar Onlineku

Pacar Onlineku
Kabar Buruk


__ADS_3

Semua membeku saat melihat kondisi Ayu, terutama Adelia. Karena dialah yang sengaja membuat Ayu hingga jadi seperti saat ini.


"Ardy, apa Ayu sedang datang bulan?" tanya ibu membuat Ardy pun menggeleng.


"Nggak, Bu. Selama menikah Ayu belum pernah datang bulan," jawab Ardy membuat Adelia semakin melebarkan matanya. Apa jangan-jangan adik iparnya itu sedang mengandung, lalu apa yang baru saja dilakukannya, Adelia membekap mulutnya tak bisa berkata apa-apa.


"Jangan bilang ...," ucap ibu Ardy tak bisa melanjutkan perkataannya.


"Ada apa, Bu. Apa maksud Ibu?" tanya Ardy yang panik dan tak tahu harus melakukan apa pada istrinya yang saat ini mengeluarkan darah dan pingsan, tangannya bahkan gemetar.


"Ardy, apa yang kamu lakukan, cepat bawa istrimu ke rumah sakit, semoga saja dia tak hamil dan mengalami keguguran," ucap ayah Ardy membuat Ardy semakin panik.


"Apa? Keguguran? Hamil?" Ardy yang mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya langsung mengangkat Ayu menuju ke mobil dengan sopir yang langsung sigap mengantar mereka.


"Ayo, Pak. Cepat, kita harus cepat menuju ke rumah sakit," ucap Ardy memeluk Ayu dengan sangat erat. Ardy melihat tangannya yang berlumuran darah, membuatnya semakin panik dan terus saja meminta supir untuk mempercepat laju kendaraan mereka, sopir yang bisa melihat keadaan majikannya membawa kendaraan tersebut semaksimal yang ia bisa.


"Ayo, kita juga harus cepat ke rumah sakit," ucap ayah Ardy yang langsung menuju ke mobilnya, ia membawa mobilnya bersama dengan ibu Ardy meninggalkan Adelia yang masih membeku di tempatnya, jika memang Ayu sampai keguguran berarti semua itu adalah kesalahannya, mengapa Ayu sampai tak tahu jika dia hamil.

__ADS_1


Dengan tangan gemetar Adelia mengambil ponselnya dan menghubungi Anya, menceritakan apa yang terjadi sambil terisak, ia sangat takut dengan apa yang terjadi pada Ayu.


"Apa? Apa maksudmu? Ayu keguguran?" tanya Anya terkejut.


"Aku tak tahu, Kak. Tapi, tadi Ayu terjatuh dan ia mengeluarkan darah dan pingsan, Ardy juga mengatakan jika selama mereka menikah Ayu belum pernah datang bulan, bukankah itu berarti dia sedang hamil dan karena jatuh mungkin saja ...." Adelia semakin terisak, ia tak berani mengucapkan kata keguguran.


"Adelia, jawab kakak dengan jujur, semua ini tak ada sangkut pautnya denganmu 'kan? Kamu tak melakukan apapun dengan Ayu 'kan?" tanya Anya membuat Adelia pun terdiam, ia yakin kakaknya itu akan marah padanya jika tahu apa yang sebenarnya terjadi, jika dialah yang mengganjal kaki Ayu hingga membuat Ayu terjatuh dan membuatnya seperti saat ini.


"Ya ampun Adelia, kamu itu benar-benar ya," kesal Anya yang tahu jika pasti semua itu ada sangkut pautnya dengan Adelia. Ini masih pagi, apa yang dilakukan Adelia pagi-pagi di rumah ibunya jika bukan untuk mengacaukan kehidupan Ardy dan juga Ayu.


"Sekarang kamu ke rumah sakit, kakak juga akan ke sana."


Ardy menunggu di ruangan tunggu, ia melihat tangannya dan juga bajunya yang berlumuran darah, tak lama kemudian ayah dan ibunya pun datang.


"Bagaimana? Ada apa dengan Ayu?" tanya ibu Ardy membuat Ardy pun hanya menggeleng.


"Ayu masih diperiksa dokter, Bu," jawab Ardy.

__ADS_1


"Ya sudah, biar kami yang menunggu di sini. Bersihkan badanmu dulu," tunjuk ayah Ardy pada anaknya yang penuh darah. Ardy pun hanya mengangguk kemudian ia pun menuju ke kamar mandi yang tak jauh dari ruangan tersebut, membersihkan tangannya yang berlumuran darah, tangan Ardy masih gemetar, ia sangat takut jika memang sampai Ayu hamil dan mengalami keguguran.


Bodohnya dia, seharusnya ia tahu jika Ayu sedang hamil, mereka sudah beberapa bulan menikah dan Ayu belum pernah mendapatkan tamu bulanan, mengapa ia tak begitu peka atas kondisi Ayu.


Setelah membersihkan dirinya, Ardy kembali menghampiri kedua orang tuanya yang masih menunggu dokter untuk memeriksa istrinya, tak lama kemudian Anya dan Adelia pun datang.


"Bu, bagaimana keadaan Ayu?" tanya Anya.


"Ayu masih diperiksa dokter, semoga saja kondisinya baik-baik saja."


Mereka semua menunggu dengan gelisah hingga pintu ruang tindakan pun terbuka, Ardy orang pertama yang menghampiri dokter.


"Dokter, bagaimana kondisi istri saya?" tanya Ardy.


"Istri Bapak baik-baik saja, kami sudah menghentikan pendarahannya. Namun, kondisi janinnya sangat kritis, sepertinya benturannya sangat kuat sehingga menyebabkan pendarahan, belum lagi, usia janinnya masih sangat muda akan sangat rawan untuk mengalami keguguran, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan bayinya," jelas dokter tersebut membuat tubuh Ardy rasanya tak memiliki tenaga, ia hampir saja terjatuh beruntung Anya langsung menahannya, sedangkan ibu Ardy kini sudah terkulai lemah duduk di ruang tunggu, sambil bersandar di lengan suaminya.


Kabar yang baru saja disampaikan oleh dokter merupakan kabar bahagia sekaligus kabar buruk bagi mereka semua. Di mana mereka baru mengetahui jika Ayu sedang hamil, ada janin yang tumbuh di rahimnya. Namun, kabar buruknya adalah janin itu sedang dalam kondisi kritis, saat ini dokter memindahkan Ayu ke ruang perawatan, mereka hanya mengikuti kemana dokter membawa Ayu. Ayu saat ini masih belum sadarkan diri dan masih dalam perawatan.

__ADS_1


Mereka semua masuk ke dalam ruang perawatan Ayu. Namun, tidak dengan Adelia, ia menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang dialami oleh Ayu, jika bukan karena dirinya Ayu pasti masih baik-baik saja.


Anya yang menyadari jika Adelia tak ada di sana kemudian ia pun keluar dari ruangan Ayu dan mencari adiknya, walau bagaimanapun kesalahan Adelia, ia tahu jika adiknya itu pasti tak sengaja untuk membuat Ayu dalam kondisi seperti saat ini.


__ADS_2