
"Kamu tahu harga tas itu berapa?" tanya Adelia merasa kesal saat melihat tas itu sebentar lagi akan menjadi milik Ayu.
"Apa jika aku membeli tas itu untuk istriku aku akan bangkrut?" tanya Ardy dengan sinis menatap kesal pada kakaknya, sejak tadi sebenarnya ia terus mengawasi mereka dan ia bisa melihat sikap kakaknya itu sangat tidak bersahabat dengan Ayu, ia bisa melihat Ayu yang terus menyesuaikan diri dengan mereka. Namun, tetap saja Adelia terus saja menghinanya.
"Kamu kok jadi melawan begini sih ke kakak? Kamu itu banyak berubah, tak seperti dulu, sebelum mengenal Ayu, dulu itu kamu selalu patuh apapun yang kakak katakan. Ga membangkang seperti sekarang."
"Kakak, cukup menyalakan Ayu untuk hal yang tidak dilakukannya, jika Kakak sampai marah karena aku bersikap seperti ini pada Kakak, marah saja padaku jangan menyangkut pautkan hal ini dengan Ayu, dan satu hal lagi aku tegaskan kepada Kakak, Ayu itu istriku. Aku tak suka jika seseorang bertindak tak baik padanya, menghina Ayu sama saja menghina aku. Kak, aku tak terima walaupun Kakak adalah Kakakku sendiri," kesal Ardy setelah karyawan toko memberikan paper bag yang berisi tas yang tadi dibeli oleh Ardy.
Ardy pun menarik Ayu untuk keluar dari sana dan diikuti tatapan tajam kakaknya. Adelia mengepal tangannya saat melihat paper bag itu sudah dipegang oleh Ardy dan sudah dipastikan tas incarannya itu akan menjadi milik Ayu.
"Sudahlah, kamu itu selalu saja mencari masalah dengan Ardy. Jika Ardy memang mau membelikannya untuk Ayu, ya sudah saja biarkan saja. Toh kita juga tidak akan membelinya kan? Jika bukan dimiliki oleh Ayu akan dimiliki oleh orang lain," ucap Anya kemudian ia pun menghampiri karyawan toko tersebut membayar tas miliknya sendiri.
Adelia masih menggerutu tak jelas dan menyusul Anya. Ia pun membayar tas pilihannya, kemudian keduanya berjalan menyusul ke arah Ardy dan juga Ayu yang terlihat ingin keluar dari pusat perbelanjaan terbesar di kota mereka itu.
__ADS_1
"Ayu, tunggu!" panggil Anya mempercepat langkahnya masih nyusul keduanya. Ayu yang mendengar namanya dipanggil menghentikan langkahnya dan meminta Ardy untuk berhenti sejenak.
Ardy yang tak ingin membuat Ayu ikut kesal padanya, hanya menghela nafas dan menuruti apa yang diinginkan Ayu. Ia menunggu kedua kakaknya yang entah apa yang akan mereka lakukan, ia ingin kembali menghinanya atau meminta maaf.
Anya sedikit mempercepat langkanya menghampiri Ayu sedangkan Adelia semakin memperlambat langkahnya, ia malas untuk berbicara dengan Ayu.
Tatapan Ardy dan Adelia bertemu, keduanya saling menetap tajam memperlihatkan ketidaksukaan mereka masing-masing.
"Ayu, maaf ya dengan sikap Adelia. Aku tahu kamu sedikit tersinggung tapi .... "
"Iya, kamu benar. Ini sudah hampir masuk makan malam, bagaimana jika kita kembali ke sebuah restoran, kita makan bersama," ucap Anya agar mencairkan suasana tegangan yang terjadi antara Ardy dan juga Adelia begitupun dengan Ayu.
"Enggak, Kak. Aku dan Ayu mau langsung pulang saja," ucap Ardy saat Adelia semakin mendekat ke arahnya, ia pun menarik Ayu langsung ke mobilnya yang ada di parkiran, membukakan pintu dan meminta Ayu untuk masuk.
__ADS_1
Ardy tak ingin dibantah, ia pun berjalan cepat memutarkan mobilnya kemudian masuk di kursi kemudiannya. Anya hanya melihat mereka, Ayu tersenyum canggung pada kedua kakaknya, ia merasa tak enak menolak ajakan kakak iparnya, tapi ia juga tak mau menolak apa yang Ardy katakan.
Anya hanya menghela nafas saat melihat mobil adik dan adik iparnya itu pergi menjauh dan ia melihat ke arah Adelia adiknya.
"Lihat kan, Kakak sengaja mengajak Ayu untuk jalan bersama kita, untuk mengakrabkan kalian. Agar kalian lebih dekat, tapi kenyataannya apa kamu malah membuat hubungan kalian semakin berjarak saja, walau bagaimanapun Ayu itu adalah adik ipar kita, walau kamu membencinya kamu harus tetap menerimanya dan hargai Ardy. Ayu sudah menjadikannya istri Ardy. Kita doakan saja mereka selalu bersamanya," ucap Anya membela Ayu, kemudian ia pun menuju ke mobilnya.
Adelia yang kesal, tak ingin mengalah. Ia memilih untuk naik taksi pulang ke rumahnya daripada harus bersama dengan kakaknya, dimana menurutnya kakaknya itu sudah tak waras sama dengan Ardy yang terus saja membela Ayu daripada dirinya.
"Ayu, lihat saja nanti, akan kubalas kamu. Akan kutunjukkan kepada mereka semua siapa kamu sebenarnya, kamu pikir dengan bersikap manis dan sok suci seperti itu dihadapan semua, kamu bisa memperdaya semuanya, kamu salah, Ayu! Aku bukanlah orang yang bisa kau tipu dengan mudah," kesal Adelia saat taksi yang ditumpanginya melaju menuju ke kediamannya.
Sementara itu Ardy terus diam dan hanya fokus pada setirnya begitupun dengan Ayu, ia melihat tas yang ada di tangannya. Tas itu memang cantik, itulah tas yang pertama dilihatnya dan sangat disukainya, Ayu pun melihat berapa harga tas tersebat.
"Apa? Semahal ini?" pekik Ayu membuat Ardy yang terkejut langsung menghentikan mobilnya.
__ADS_1
"Ada apa? Kamu kenapa?" tanyanya.
"Mas, ini serius harganya segini?" tanya Ayu membuat Ardy hanya mengelus dadanya, tadinya dia berpikir terjadi sesuatu pada istrinya, ternyata istrinya itu lagi-lagi mengagetkannya hanya karena harga barang yang lupa ia buka labelnya. Biasanya jika dia membeli barang-barang untuk Ayu, dia selalu membukanya. Karena istri tercintanya itu selalu protes jika diberikan barang-barang yang mahal.