Pacar Onlineku

Pacar Onlineku
Shopping Bareng Ipar


__ADS_3

Ayu selalu menghabiskan waktunya bersama dengan Ardy di kantor, karena sebulan ini ayah dan ibu Ardy juga sangat sibuk, mereka bahkan bolak-balik ke luar negeri membuat Ardy tak mengizinkan istrinya itu untuk tinggal di rumah seorang diri, terlebih lagi selama ini Adelia terus saja datang untuk mengganggunya, entah apa yang menyebabkan kakaknya itu tak bisa tenang sebelum mengganggu Ayu.


Hari ini di saat Ayu sedang menemani Ardy untuk bertemu dengan kliennya di sebuah restoran, ia tak sengaja bertemu dengan Anya dan juga Adelia yang kebetulan berada di restoran yang sama.


"Kak, bukannya itu Ayu, ya?" tanya Adelia yang baru saja melihat Ayu baru masuk bersama dengan Ardy, mereka terus mengikuti ke mana kedua pasangan suami istri itu pergi dan ternyata mereka menghampiri sebuah meja dan terlihat di sana ada beberapa pria berdasi yang sudah menunggu dan mereka tahu jika saat ini mereka sedang menemui rekan bisnis mereka.


"Iya, itu Ardy. Kamu itu berhenti deh gangguin Ayu, Ardy itu suka mengeluh sama kakak. Ardy ga suka sukap kamu itu."


"Aku tuh nggak pernah gangguin Ayu, Kak. Aku hanya ingin memperlihatkan kepada Ardy siapa sebenarnya istrinya itu."


"Emangnya siapa Ayu? Yang paling mengetahui siapa Ayu itu ya Ardy sendiri."


"Kakak ini sama aja dengan Ardy dan ibu, kalian berhasil di berdaya oleh Ayu."


"Dasar kamu aja yang suka iri hati, udah nggak usah ngurusin mereka jika kamu memang nggak suka sama Ayu ya udah jangan mengganggunya, biarkan saja dia bersama dengan Ardy, toh itu tidak akan mengganggumu kan. Ardy bukan anak kecil lagi, dia tau apa yang harus di lakukannya."


"Aku heran deh sama Kakak dan ibu, kenapa sih kalian tiba-tiba berubah? Bukannya dulu kalian juga tak menyukai Ayu, ya? Kenapa tiba-tiba berubah? Fix, pasti Ayu memberikan kalian jampe-jampe yang sama denga apa yang diberikan pada Ardy, sehingga kalian berubah drastis seperti ini."


"Mantar maksud kamu? Kamu itu masih percaya aja semacam itu."


"Terus, apa alasannya?"

__ADS_1


"Iya, dulu kami itu nggak menyukai Ayu karena menganggap Ayu adalah penyebab dari kecelakaan Ardy, tapi setelah kami pikir-pikir memang benar apa yang dikatakan Ardy, Ayu nggak salah apa-apa, itu semua murni kecelakaan."


"Ya tetap saja, Kak. Ardy itu tak pantas untuk mendapatkan Ayu, Ardy pantas mendapatkan cewek yang lebih dari Ayu. Dia itu hanya wanita miskin, nggak selevel dengan kita."


"Tapi aku lihat penampilannya sekarang sudah selevel dengan kita, tas branded, pakaian branded, semua itu dimilikinya, jadi apa bedanya dia dengan kita."


"Beda lah, Kak!"


"Apanya yang berbeda?"


"Ya beda aja, dia tinggal dan besar di kampung, beda dengan kita yqng sudah bergelimangan harta sejak kecil. Ardy itu terlalu istimewa untuk dia."


"Kamu ini ada-ada aja. Lagian ya, menurut kakak Ardy itu termasuk beruntung mendapatkan Ayu. Dialah yang beruntung mendapatkan istri seperti Ayu. Selain cantik, soleh, dia juga sangat mencintai Ardy. Aku dengar dari ibu Ayu sangat perhatian pada adik kita itu."


Anya hanya menggeleng mendengar ucapan dari adiknya itu, sejak tadi ia terus saja mengucapkan kata-kata kesalnya pada Ayu, mengatakan Ayu itu matre dan hanya menguras harta Ardy.


Begitu Ardy telah selesai rapat, Anya langsung berdiri dan menghampiri Ardy, diikuti oleh Adelia yang juga menghampiri keduanya.


Ardy menghela nafas saat melihat kakaknya itu menghampiri mereka, ia melihat di sekelilingnya begitu banyak orang dan jika mereka membuat keributan, sudah pasti mereka akan menjadi bahan perhatian.


"Ayu, ayo kita pergi dari sini sekarang," ucap Ardy dan menarik tangan Ayu. Ayu baru akan berdiri. Namun, Anya dan Adelia sudah sampai di meja mereka.

__ADS_1


"Kalian mau ke mana? Ayo kita duduk dulu, udah lama juga kan kita nggak berbincang," ucap Anya membuat Ayu pun mengangguk, kemudian ia pun duduk kembali di tempatnya begitu juga dengan Ardy. Adelia yang menghela nafas dan terlihat ogah-ogahan untuk duduk bergabung dengan mereka. Namun, ia tetap duduk mengingat dia datang bersama dengan Anya, hari ini mereka akan shopping bersama.


"Oh ya, Ayu. Apa kamu sedang sibuk?" tanya Anya, kakak perempuan tertua dari Ardy.


"Enggak kok, Kak. Sekarang Mas Ardy sudah nggak punya rapat lagi, hanya mengerjakan beberapa pekerjaan kantor saja," jelas Ayu, ia tahu segala sesuatu jadwal dan pekerjaan yang harus dikerjakan oleh suaminya, Ayu sengaja mengatur semuanya agar Ardy tak kualahan dan bisa membagi waktu agar suaminya juga bisa beristirahat dari begitu banyaknya pekerjaannya.


"Ya sudah, kita mau pergi shopping, ayo ikut. Kami sudah lama kan nggak shoppinh bareng kita juga," ucap Anya membuat Adelia langsung melihat ke arah kakaknya dengan tatapan tak suka.


Ardy bisa melihat tatapan itu dan ia tak ingin sampai terjadi sesuatu pada Ayu jika Ardy membiarkannya pergi bersama dengan kakak keduanya.


"Nggak usah, Kak. Aku sedang ada pekerjaan, aku juga sudah ada janji dengan Ayu,.kalian pergi saja berdua," ucap Ardy.


"Kalian bisa menundanya lain waktu, kalian kan punya banyak waktu berdua, lagi Adelia dan Ayu kan nggak pernah jalan bareng, biar mereka lebih akrab saja."


"Tapi, Kak," ucap Ardy memasang wajah keragu-raguannya menatap Ayu dan juga Adelia dan itu bisa dimengerti oleh Anya.


"Kamu tenang saja, kakak yang bertanggung jawab jika sampai Adelia macam-macam sama Ayu, sebaiknya kita pergi sekarang agar kita bisa lebih lama," ucap Anya kemudian berdiri dan memakai tasnya.


Ayu melihat ke arah Ardy dan mengangguk meminta suaminya untuk percaya, dia juga ingin lebih dekat dengan Adelia, berharap jika mereka bisa berjalan bersama, mereka juga bisa saling mengenal dan Adelia bisa mengubah pandangannya terhadap dirinya.


"Baiklah, aku titip Ayu ya, Kak," ucap Ardy menatap Anya membuat Anya pun mengangguk.

__ADS_1


"Awas ya, Kak! Jika sampai Ayu kenapa-napa," ucap Ardy menunjuk ke arah kakak keduanya membuat Adelia hanya mencabik kemudian ia pun berdiri dan berlalu lebih dulu. Anya menggeleng kemudian mengajak Ayu pergi meninggalkan restoran itu, menyusul Adelia yang sudah pergi lebih dulu.


Sementara Ardy hanya menghela nafas, ia takut jika sampai Adelia, kakak kandungnya menyakiti istrinya. Namun, benar apa yang dikatakan oleh Anya jika sebaiknya mereka jalan bersama agar lebih dekat.


__ADS_2