Pacar Onlineku

Pacar Onlineku
Kakak Ipar Galak


__ADS_3

Pagi hari setelah sarapan, Ayu berencana kembali ikut ke kantor, ia sudah menggunakan pakaian terbaiknya. Namun, tiba-tiba Adelia datang.


"Kamu mau ke mana?" tanyanya dengan sinis membuat Ayu yang sudah berjalan di samping Ardy melihat ke arah suaminya.


"Dia mau ikut aku ke kantor, Kak. Memangnya ada apa?" tanyanya.


"Ardy, kamu itu jangan terlalu memanjakan istri kamu," ucap Adelia melihat penampilan Ayu yang terlihat begitu berbeda, terlihat dari barang-barang yang dipakai. Ayu bahkan memakai barang-barang yang lebih mahal dari barang-barang yang dipakainya.


"Memanjakan bagaimana masuk Kakak?" tanya Ardy.


"Ya dengan terus membawanya ke kantor, memberikannya barang-barang mewah, dia itu masih baru menjadi menantu, tapi sudah ...." Mata Adelia melihat tas Ayu. "Kamu itu jangan terlalu memanjakan dan memberikan apa yang dia inginkan."


Mendengar itu membuat Ayu mengerti jika satu kakak iparnya itu belum menerimanya menjadi adik ipar.


"Ayu ini adalah istriku, aku mau memanjakannya atau tidak itu urusanku," ucap Ardy kemudian ia pun menarik tangan Ayu untuk keluar. Namun, kembali dihalangi oleh Adelia.


Usia Adelia dengan Ardy cukup dekat membuat mereka memang sering bertengkar dalam hal-hal yang tak penting sekalipun, Ardy lebih memilih untuk menghindari pertengkaran diantara keduanya, ia tak ingin Ayu jadi salah paham dan merasa tak enak dengan posisinya.


"Ada apa lagi sih, Kak?" tanya Ardy saat Adelia kembali menghalangi langkah mereka berdua.


"Jangan ngegas gitu deh, dengar ya Ardy kamu itu mengenal Ayu hanya melalui sambungan telepon, kalian juga baru mengenal beberapa waktu dan sebaiknya kamu lebih hati-hati deh jangan terlalu membebaskannya untuk memakai uangmu takutnya ... Apa jangan-jangan selama ini yang diincarnya memang adalah uangmu?"

__ADS_1


Ayu hanya terus terdiam, ia tak mau angkat bicara dan itu hanya akan memperburuk suasana.


"Kakak ini kalau ngomong makin ngawur. Aku ingin ke kantor, aku sudah terlambat. Kakak ke sini mau bertemu dengan ibu kan, ibu ada di dalam, masuk saja," ucap Ardy kemudian ia pun sedikit mendorong kakaknya agar tak menghalangi jalan mereka. Ayu pun hanya mengikuti apa yang diinginkan oleh suaminya, mengikuti Ardy dan kini mereka masuk ke dalam mobil.


Mobil itu pun melaju meninggalkan kediaman Ardy, Ayu melihat ke arah belakang dan melihat Adelia, kakak dari suaminya itu masih melihatnya dengan tatapan tajam.


"Jangan diambil hati omongan kakakku, dia memang seperti itu," ucap Ardy saat melihat raut wajah Ayu yang berubah dari tadinya yang semangat untuk menemaninya bekerja menjadi murung.


Ayu hanya mengangguk dan tak mengatakan apa-apa, Ardy menggenggam tangan istrinya hingga mereka sampai.


Sementara itu Adelia masuk dan menghampiri ayah dan ibunya yang sedang sarapan.


"Ibu, Ibu tuh harus menjelaskan kepada Ardy jika dia tak boleh terlalu memberi kebebasan Ayu untuk membeli barang-barang branded, dia itu wanita miskin tentu saja mendapat uang, ia takkan bisa mengerem untuk membeli barang-barang yang selama ini tak bisa dibelinya," ucap Adelia begitu ia sudah berada bersama dengan kedua orang tuanya.


"Ibu lihat kan barang-barang yang dipakai oleh Ayu, tas, sendal, pakaian dan bahkan jam tangan semua itu harganya sangat mahal, Bu."


"Jika kamu ingin protes dengan barang-barang yang dipakai Ayu, protes saja sama kakakmu, dia semua yang membelikan itu ya tentu saja dengan memakai kartu Ardy."


"Kak Anya?" tanya Adelia mengerutkan keningnya.


"Iya siapa lagi kakakmu, hanya kak Anya bukan. Dia yang membelikan semua itu, bukan hanya barang yang dipakainya tadi, tapi masih banyak lagi."

__ADS_1


Adelia yang mendengar itu langsung berlari menuju ke kamar Ardy yang berada di lantai dua, ia langsung masuk ke walk in closet dan melihat deretan tas mahal, gaun-gaun mahal, jam tangan, sendal, sepatu, semua tertata dengan rapi di sana.


Adelia yang tak terima atas barang-barang yang dimiliki Ayu yang bahkan lebih mahal dari barang-barang milikinya itu langsung menelepon kakaknya.


"Kak! Apa benar Kakak yang membelikan semua barang baru yang ada di lemari Ayu?" tanyanya tak terima.


"Iya tentu saja, tapi kamu salah bukan kakak yang membelinya, kakak hanya memilih dan yang membelinya tetap suaminya," ucap Anya dengan santai di mana ia sama sekali tak ada masalah dengan apa yang dilakukan Ayu, ia sudah menerima Ayu sebagai adik iparnya, bahkan ia berencana untuk mengajarkan Ayu bagaimana cara hidup boros dan menghabiskan uang suami.


"Kakak itu sadar nggak sih, menghabiskan uang Ardy. Ardy sudah bekerja keras untuk mengumpulkan uangnya, tapi lihat ... barang-barang Ayu ... ya ampun, Kakak … Kakak ini sudah gila ya?"


"Kamu yang gila, apa salahnya Ayu membelanjakan uang Ardy. Ardy itu adalah suaminya, yang gila itu jika Ayu membelanjakan uang suamimu."


"Kakak ini gimana sih, emang kenapa Kakak jadi membela Ayu seperti itu, pokoknya jika Kakak yang memilihkan barang-barang seperti ini untuk Ayu aku minta Kakak berhenti melakukannya, biarkan dia sendiri memilih barang-barangnya, aku yakin jika dia yang memilih barang-barangnya tentu saja yang ada di lemarinya hanyalah barang-barang murahan, barang-barang kampungan," ucap Adelia yang merasa sangat kesal, apalagi melihat salah satu tas yang selama ini diincarnya dan belum bisa dibelinya. Tas itu sudah terpampang nyata di dalam lemari Ayu.


"Adelia, apa yang kamu lakukan di sana? Ayo keluar," ucap ibu menghampiri putrinya dan memintanya untuk keluar dari ruangan pribadi Ayu.


"Ibu coba lihat ini, tas mahal ini yang aku incar, tapi Ayu justru mendapatkannya," kesalnya menunjuk tas yang diincarnya itu.


"Sudah, ayo keluar. Kamu itu tak sopan masuk ke kamar orang tanpa izin, walaupun ini kamar adikmu, ia sudah menikah tak sepantasnya kamu masuk begitu saja tanpa izinnya," ucap ibu sedikit tegas.


Adelia menyentakkan kakinya lalu keluar dari kamar itu, ia benar-benar tak terima dengan apa yang baru saja dilihatnya. Ia yang biasanya menghina Ayu dengan barang-barang yang dipakai Ayu kini merasa jika Ayu jauh di atasnya, ia mengakui memang kekayaan Ardy jauh di atas kekayaan suaminya. Namun, ia tak terima jika sampai Ayu mengalahkan cara berbusananya. Ia dari kalangan atas berbeda dengan Ayu yang dari kalangan bawah.

__ADS_1


Adelia yang tak terima memutuskan untuk menghampiri Ayu di perusahaan Ardy.


"Aku harus menunjukkan di mana sebenarnya tempat Ayu, dia itu hanya gadis kampung dan tak pantas ia berada di posisi seperti saat ini, walau Ardy adalah suaminya, ia tak pantas untuk memanfaatkan Ardy seperti yang di lakukannya saat ini. Aku harus memperlihatkan siapa Ayu sebenarnya, aku yakin Ayu menikah dengan Ardy hanya karena adikku itu adalah seorang yang memiliki harta berlimpah," kesal Adelia melajukan mobilnya menuju ke perusahaan Ardy.


__ADS_2