Pacar Onlineku

Pacar Onlineku
Aparteman Ardy


__ADS_3

Keesokan harinya setelah acara selesai, semua keluarga Ayu pun bersiap untuk pulang. Mereka semua sudah dibawa berjalan-jalan dan sudah sangat puas, mereka juga memiliki banyak kegiatan di kampung sehingga mereka harus pulang secepatnya, terlebih lagi para ponakan Ayu yang masih sekolah ataupun kuliah.


Ayah dan ibu Ayu serta Chika juga ikut pulang, Ayu memeluk erat ibunya saat di bandara. Ia masih merasa takut ditinggal sendiri, walau ia bisa melihat semua perubahan yang ditunjukkan oleh mertua dan kakak iparnya. Namun, tetap saja Ayu masih merasa takut, bagaimana jika mereka memperlakukannya seperti ibu tiri dan kakak tiri.


"Ayu, dengarkan ibu. Kamu harus patuh pada suamimu dan juga jadilah menantu yang baik serta hormati kakak-kakak iparmu," ucap ibu membuat Ayu pun mengangguk.


"Ibu titip Ayu, ya, Nak" ucap ibu Ayu yang juga pada menantu barunya.


"Iya, Bu. Tentu saja, percayakan Ayu padaku, aku akan membuat anak ibu bahagia," ja2ab Ardy pasti.


"Ya sudah, kalau begitu kami permisi dulu. Sesekali datanglah jika kalian tak sedang sibuk," ucap ayah menepuk pelan bahu menantunya dan mengusap punggung tangan putrinya yang sejak tadi merangkul tangannya. Ayah dan ibu Ayu juga berpamitan pada kedua orang tua Ardy yang mengantar mereka.


"Kami pulang dulu," pamit ayah pada keduanya.


"Semoga kita bisa cepat bertemu lagi dalam acara syukuran cucu kita nanti," ucap ayah Ardy sedikit bercanda agar mencairkan suasana yang sepertinya sedikit haru, mereka semua mengamimkan ucapan ayqh Ardy.


Ayu bahkan sesekali sudah terisat dan mendengar candaan itu ia juga tersenyum.


"Ya sudah, kami pergi dulu," pamit Ayah lagi kemudian mereka pun berjalan menuju penerbangan mereka, sesekali masih berbalik ke belakang dan melambaikan tangan pada keluarga Ardy dan putrinya


Setelah mengantar keluarga istrinya, Ardy pun langsung mengajak Ayu untuk jalan-jalan. Ayah dan ibu Ardy tak berkomentar, memang sudah beberapa hari ini mereka menikah, Ardy belum sempat membawa Ayu berjalan-jalan mengelilingi kota dan di sinilah mereka saat ini, di sebuah danau buatan yang terlihat sangat indah, mereka duduk di tepi danau dan bercengkrama bersama, mengingat masa-masa percintaan mereka yang hanya melalui sambungan telepon, bahkan beberapa percakapan mereka direkam oleh Ardy.

__ADS_1


"Kamu kok ngerekamnya seperti ini sih? Aku kan jadi malu," ucap Ayu saat melihat isi ponsel suaminya yang begitu banyak rekaman saat mereka melakukan video call.


"Iya, aku selalu merindukanmu. Makanya saat tak ada kerjaan, aku akan kembali melihat rekaman-rekamanmu ini dan menganggap jika kita memang sedang berbicara, tak jarang aku memutar suaramu saat aku tak bisa tertidur dan setelah mendengarnya aku merasa nyaman bagaikan dinyanyikan mina Bobo," canda Ardy.


Mendengar itu Ayu semakin bahagia dan yakin akan keputusannya, ia bersandar di bahu suaminya. Saat ini mereka sedang duduk dan menikmati suasana.


"Ayu, kamu ini tinggal di mana? Kamu ingin tinggal di rumah bersama dengan ayah dan ibu atau kita pindah ke apartemen ku saja?"


"Kita tinggal di rumah saja bersama dengan ayah dan ibu," ucap Ayu masih bersandar dan menatap lurus ke depan.


"Apa kamu yakin? Bukankah waktu itu kamu ingin tinggal di apartemen, hanya kita berdua."


"Enggak, aku rasa tinggal di rumah dan mendekatkan diri kepada ayah dan ibu itu lebih baik. Lagian ...." Ayu yang kini menegakkan kepalanya dan melihat ke arah Ardy. "Ibu juga sudah bersikap baik padaku, aku rasa ibu sudah mau menerima aku menjadi menantunya."


"Maksudku, menantu dalam artian lain. Ibu sudah menerimaku, benar-benar seperti menantu pada umumnya bukan hanya status saja," ucap Ayu menatap Ardy.


Ardy mengelus pipi Ayu dengan begitu lembut. "Tentu saja. Aku sangat mengenal ibuku, dia sangat lembut sama seperti dirimu, itulah mengapa aku memilihmu karena kau lembut seperti ibu."


Ayu pun mengangguk, walau sikap ibu mertuanya itu masih tak terlalu akrab dengannya. Namun, ia bisa merasakan kasih sayangnya saat di beberapa kesempatan. Terlihat ibu Ardy memperhatikannya, seperti minta Bibi yang bekerja di rumah untuk melayaninya dengan baik.


Lama mereka menghabiskan waktu di danau buatan itu, berbincang dan tanpa sadar hari sudah menjelang sore.

__ADS_1


Mereka pun meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju ke parkiran.


Ardy merogog sakunya dan menelpon ibu. "Halo, Bu. Hari ini aku menginap di apartemen ya," ucapnya.


"Apartemen? Apa kalian akan tinggal di apartemen?"


"Enggak, kok, Bu. Hanya untuk hari ini saja, kami sudah memutuskan akan tetap tinggal di rumah."


"Ya sudah, kalau memang kalian ingin menginap di sana nggak papa, tapi ibu harap kalian tetap tinggal di sini."


"Iya, Bu. Kami akan tetap tinggal bersama ibu," ucap Ardy kemudian mereka pun mengakhiri panggilannya saat Ardy sudah siap untuk melajukan mobilnya menuju ke apartemen mereka.


Begitu sampai Ayu hanya mengikuti langkah kaki Ardy, ia sama sekali belum pernah berkunjung ke apartemen suaminya itu dan begitu masuk di apartemennya, ia seperti melihat rumah mewah yang ada di dalam sana.


"Ini yang tinggal di sini siapa?" tanya Ayu yang saat masuk tak ada siapapun di rumah itu.


"Nggak ada siapa-siapa, hanya aku yang bisa tinggal di sini," jawabnya.


"Tapi semuanya terlihat sangat rapi dan bersih." Ayu melihat semua begitu bersih.


"Iya , karena kan ada petugas kebersihan yang akan membersihkannya di setiap pagi, jadi walaupun aku tak ke sini selama berbulan-bulan tempat ini akan selalu bersih."

__ADS_1


Mendengar itu Ayu hanya membalasnya dengan senyuman dan kemudian mereka kembali mengitari apartemen itu, lebih tepatnya Ayu lah yang penasaran dengan semuanya.


__ADS_2