
Acara yang dinanti pun tiba, acara aqiqahan anak pertama dari Ayu dan juga Ardy.
Sama halnya saat acara pernikahan Ayu dulu, Ardy juga mengundang beberapa keluarga besar Ayu dan semua ongkos transportasi ditanggung oleh Ardy, membuat banyak keluarga dari kampung Ayu pun berdatangan ke ibukota untuk menghadiri acara syukuran bayi tersebut.
Acara berlangsung dengan sangat meriah, di mana hari ini untuk pertama kalinya bayi itu akan diberi nama dan juga pemotongan rambut.
Ardy memberikan nama anaknya Rafif Syabani, nama yang sudah didiskusikan saat mereka mengetahui anak yang ada di dalam kandungnya seorang laki-laki.
"Ayu, apa kamu bahagia?" tanya Ardy saat melihat istrinya itu terus tersenyum dan sekali mengusap air matanya saat acara sedang berlangsung.
__ADS_1
"Tentu saja, Mas. Aku sangat bahagia, aku tak pernah menyangkan akan sebahagia ini, terima kasih atas cinta yang kamu berikan selama ini, terima kasih atas perhatian dan juga kasih sayangmu, Mas," ucap Ayu yang kini menggandeng tangan suaminya yang di mana Ardy lah yang menggendong putra mereka.
"Ayu, jangan pernah pergi dariku ya! Tetaplah berada di sisiku walau apapun yang terjadi," ucap Ardy membuat Ayu pun mendongak dan mengangguk kecil.
"Tentu saja aku akan selalu bersamamu, selalu disisimu sampai kita menua nanti, aku akan melahirkan anak-anak yang banyak untukmu," ucap Ayu.
'Mendengar itu Ardy tersenyum lebar, tangisan Ayu saat masuk di ruang operasi masih jelas terdengar di telinganya. Sekarang Ayu mengatakan jika dia akan melahirkan anak-anak yang banyak untuknya, apakah itu benar,' batin Ardy.
"Bagaimana jika satu saja, aku rasa Rafif sudah cukup untuk kita. Lagi pula takutnya jika kita memiliki banyak anak kita tak bisa membagi rasa kasih sayang kita," ucap Ayu membuat Ardy tertawa terbahak-bahak, bahkan sampai putranya itu terlonjak kaget. Ardy sudah menyangka jika Ayu pasti tak akan memikirkan masalah melahirkan dalam waktu dekat ini.
__ADS_1
"Mas, jangan tertawa, lihat Rafif jadi kaget kan," ucap Ayu menepuk-nepuk kembali paha bayinya saat bayinya itu menggeliat dan Rafif pun kembali tertidur dalam dekapan sang ayah.
"Kamu itu lucu sekali, katanya kamu ingin menua bersamaku dan melahirkan banyak anak dariku," ucap Ardy berusaha menahan tawanya agar tak mengganggu tidur putranya.
"Iya, nanti jika Rafif sudah besar kita pikirkan lagi," ucap Ayu tersenyum kikuk saat tadi ia baru menyadari apa yang ia katakan, jujur dalam hati ia masih tak ingin melahirkan dan trauma untuk melahirkan. Jika memang diberi pilihan, Ayu hanya akan melahirkan satu bayi saha untuk suaminya. Baginya satu bayi itu saja sudah cukup, tapi jika memang masih diberi rezeki dan masih diberi kesempatan untuk melahirkan lagi Ayu tak akan menolak, apalagi mereka baru memiliki satu bayi laki-laki, tak ada salahnya jika Rafif sudah besar nanti mereka berencana untuk memberikan adik perempuan untuknya.
Ayu memiliki seorang adik sedangkan Ardy memiliki dua orang kakak, mungkin Ayu akan mempertimbangkan untuk memiliki dua atau tiga anak seperti dia dan juga Ardy.
"Ayu," ucap Ardy membuat Ayu yang sejak tadi melamun langsung melihat ke arah suaminya.
__ADS_1
"Bagaimana jika kita rencanakan ke depan akan memiliki 5 orang anak?" tanya Ardy membuat Ayu membelalakkan matanya dan itu kembali membuat Ardy tak bisa menahan tawanya, ekspresi istrinya sangatlah lucu. Namun, itu sangat menggemaskan untuknya. Ardy sangat mencintai istrinya walau Ayu hanya memberikan satu anak. Ia tak akan memaksa untuk mendapatkan anak lagi dan sudah merasa sangat bersyukur dengan kehadiran Rafif di tengah mereka.